Asrama Siswi Disabilitas di Cimahi Dikosongkan Paksa, Pembimbing: Gembok Dibongkar Tanpa Alasan Jelas

Asrama siswi disabilitas yang terletak di Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (PPSGHD) Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Barat, Cimahi, dikosongkan paksa, apa alasannya?

Diterbitkan 24 Juli 2025, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Momen Hari Anak Nasional 2025 diwarnai dengan dugaan pengosongan paksa asrama penyandang disabilitas di Cimahi, Jawa Barat.

Dalam video viral, asrama siswi disabilitas yang terletak di Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (PPSGHD) Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Barat, Cimahi, dikosongkan paksa pada Selasa (22/7) atau sehari sebelum perayaan Hari Anak Nasional 2025.

Pembimbing asrama putri di PPSGHD Dinsos Jabar, Anggita, mengatakan pengosongan paksa itu terjadi ketika para siswi sedang belajar di sekolah SLB A Padjajaran (Wyataguna) Bandung.

"Saya juga sedang berada di sekolah, tiba-tiba saya ditelpon oleh salah satu pegawai dari PPSGHD, karena memang kami tinggal di sana. Mereka menyampaikan bahwa asrama harus segera dikosongkan dan batas terakhirnya adalah besok, yaitu hari ini (22/7)," kata Anggita mengutip Antara, Kamis (24/7/2025).

Setelah dikonfirmasi ulang, sambung Anggita, ternyata asrama telah dikosongkan dengan barang-barang para siswi telah dikeluarkan dan kunci gembok kamar pembimbing dibongkar secara paksa hingga membuat para siswi terkejut.

"Ketika sampai di sana anak-anak kondisinya kaget dan syok dan berkata 'ibu, kirain pulang cepat mau jalan-jalan, tapi kok ternyata malah diusir, malah dibongkar, malah kayak gini'," kata Anggita mencontohkan perkataan anak didiknya.

Dikosongkan hingga Kunci Gembok Dibongkar, Apa Alasannya?

Anggita tidak mendapatkan informasi jelas terkait alasan pengosongan dengan cara pembongkaran kunci gembok secara paksa dan pemberitahuan secara tiba-tiba melalui sambungan telepon. Ia juga tak tahu asrama tersebut akan digunakan untuk apa.

"Kami secara tiba-tiba diberi tahu asrama harus dikosongkan dan pengosongannya kunci gembok dibongkar secara paksa, saya ada dokumentasi video sisanya (pembongkaran). Terkait peruntukannya saya belum tahu untuk apa dan belum dapat informasi jelas soal itu," ujar Anggita.

Pengosongan secara paksa itu menyebabkan siswi menangis karena terkejut atas kejadian tersebut. Bahkan nanti ada kemungkinan para siswi tersebut, kata dia, terancam putus sekolah.

"Dampaknya terganggu secara mental, mungkin terancam putus sekolah. Karena di asrama, biasanya ada yang antar-jemput ke sekolah. Tapi kalau mereka tinggal di rumah, tidak ada yang antar dan menjemput," ucap Anggita.

 

Sangat Mendadak

Saat ini, lanjut Anggita, barang-barang milik siswi dan para siswi tersebut terpaksa dikembalikan pada orangtua masing-masing sekitar pukul 17.00 WIB hari Selasa (22/7), beberapa jam setelah aksi pengosongan paksa.

"Sudah dikembalikan ke orangtua sementara waktu. Kita tidak memberitahukan ke orangtua, karena semuanya terkesan sangat mendadak. Kami pun baru memberi tahu orangtua setelah ada instruksi untuk mengosongkan asrama," tutur Anggita.

Asrama tersebut, kata dia, diisi oleh delapan siswa dan dua siswi. Yang terdampak aksi pengosongan paksa tersebut adalah asrama putri yang sementara diisi satu siswi kelas 6 SD dan satu siswi kelas XI.

Ada informasi pada tahun ajaran baru 2025/2026 ini beberapa siswi dari SLB A Padjajaran Bandung juga direncanakan akan mengisi asrama gratis fasilitas pemerintah tersebut, namun dengan adanya kejadian ini belum diketahui kepastiannya.

Sementara itu sampai berita ini ditulis Kepala Dinsos Jabar Noneng Komara Nengsih belum memberikan keterangan. Sambungan telepon dan pesan singkat yang diusahakan Antara pada Noneng belum diangkat dan dibalas.