BNY Mellon Gandeng Galaxy Digital Perluas Layanan Kripto

Bank of New York Mellon (BNY Mellon) dan Galaxy Digital berkolaborasi untuk mengembangkan bisnis aset digital.

Diterbitkan 05 Agustus 2026, 18:58 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - The Bank of New York Mellon Corporation, bank kustodian terbesar di dunia sedang memperluas bisnis aset digital untuk memungkinkan klien institusi memperoleh imbalan atas kripto yang disimpan di bank itu. Langkah ini dilakukan melalui kerja sama dengan Galaxy Digital.

Mengutip Yahoo Finance, Rabu (5/8/2026), BNY Mellon merupakan perusahaan jasa keuangan berusia 240 tahun yang menjaga dan mengelola aset bagi berbagai institusi. Total aset bank dalam penyimpanan dan administrasi mencapai US$ 62,6 trilin per 30 Juni 2026. Perusahaan ini melayani lebih dari 90% perusahaan Fortune 100 dan hampir seluruh dari 100 bank teratas dunia.

Sementara itu, Galaxy Digital sebagai mitra yang digandeng oleh BNY Mellon adalah perusahaan keuangan yang spesialisasi dalam infrastruktur kripto dan blockhain. Selain itu, Galaxy Digital juga merupakan salah satu klien awal platform penyimpanan aset digital atau Digital Asset Custody milik BNY. Kedua perusahaan mengumumkan kolaborasi itu pada 4 Agustus 2026.

Memperoleh imbalan tanpa harus memindahkan aset dari bank fitur utamanya adalah staking, yang ditawarkan langsung di dalam platform penyimpanan aset digital BNY, sistem yang digunakan bank untuk menyimpan aset kripto milik klien.

Adapun staking adalah proses di mana aset digital tertentu dikunci untuk membantu menjalankan jaringan blockchain. Sebagai imbalannya, pemilik aset mendapatkan imbalan, konsep ini mirip dengan memperoleh bunga.

Integrasi fitur ini ke dalam platform penyimpanan berarti institusi dapat memperoleh imbalan tanpa perlu memindahkan aset ke penyedia layanan pihak luar.

"Klien menginginkan lebih dari sekadar layanan penyimpanan yang aman,” ujar Chief Product and Innovation Officer di BNY, Carolyn Weinberg.

 

BNY Mellon Memadukan Platform dengan Galaxy

Ia menambahkan, staking menjadikan layanan layanan penyimpanan bank lebih menyeluruh, sembari tetap mempertahankan tata kelola dan kontrol yang diharapkan oleh institusi.

Menurut kedua perusahaan, BNY memadukan platform penyimpanannya dengan pengalaman Galaxy dalam jaringan proof-of-stake (PoS), blockchain yang mengandalkan staking agar dapat beroperasi untuk menghadirkan fitur ini melalui alur kerja tunggal yang aman.

Galaxy juga berperan sebagai mitra desain untuk infrastruktur aset digital BNY yang lebih luas; sebuah peran yang digambarkan oleh Co-Head Global Aset Digital Galaxy, Steve Kurz sebagai upaya membantu membentuk fondasi tempat layanan-layanan ini akan berjalan.

Kedua perusahaan mencatat penawaran ini masih harus melalui tinjauan regulasi, sehingga ketersediaannya belum bersifat final. Staking melengkapi rangkaian layanan yang ada

Bagi klien yang memenuhi syarat, layanan staking akan hadir melengkapi layanan yang telah disediakan BNY, termasuk kustodian, akuntansi dana, pelaporan pajak, dan pembayaran.

Perusahaan-perusahaan tersebut menyatakan penggabungan layanan ini memberikan cara yang lebih efisien bagi institusi untuk memasuki pasar aset digital, sembari tetap mempertahankan pengawasan serta perlindungan aset dari BNY.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.