Tekanan Jual Ethereum Menguat, Harga Masih Sulit Tembus USD 2.300

Dalam 24 jam terakhir, harga ethereum (ETH) turun hampir 2%.

Diterbitkan 14 Mei 2026, 21:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga Ethereum (ETH) masih berada dalam tekanan di tengah meningkatnya aksi jual investor dalam sepekan terakhir. Kondisi ini terjadi di tengah gejolak pasar global setelah perkembangan terbaru pembicaraan damai Amerika Serikat dan Iran memicu volatilitas, ditambah kenaikan harga minyak dunia.

Hingga Kamis, ETH belum mampu kembali menembus level USD 2.300. Dalam 24 jam terakhir, harga aset kripto terbesar kedua itu juga turun hampir 2%.

Dilansir dari Invezz, Kamis, (14/5/2026), tekanan jual terlihat dari meningkatnya jumlah Ethereum yang masuk ke bursa kripto. Dalam periode 5-13 Mei, cadangan ETH di exchange tercatat bertambah sekitar 623 ribu ETH. Kondisi ini biasanya mencerminkan meningkatnya potensi aksi jual karena investor memindahkan aset mereka ke platform perdagangan.

Aksi distribusi paling besar datang dari kelompok investor besar atau whale. Pemegang 10 ribu hingga 100 ribu ETH tercatat mengurangi kepemilikan hingga 390 ribu ETH sejak 7 Mei. Ini menjadi aksi distribusi mingguan terbesar sejak akhir Maret.

Investor ritel juga masih melakukan penjualan. Pemilik dompet dengan kepemilikan 100 hingga 1.000 ETH melepas sekitar 110 ribu ETH dalam sepekan terakhir.

Meski begitu, tidak semua kelompok investor memilih keluar dari pasar. Investor dengan kepemilikan 1.000 hingga 10 ribu ETH justru tercatat menambah aset sekitar 67 ribu ETH pada periode yang sama.

Tekanan juga terlihat dari arus dana keluar produk ETF Ethereum. Berdasarkan data CoinGlass ETF, produk ETF ETH mencatat net outflow sebesar USD130,6 juta hanya dalam dua hari terakhir.

 

 

 

 

Pasar Derivatif

Di pasar derivatif, posisi short atau taruhan penurunan harga masih mendominasi perdagangan futures Ethereum. Hal itu menandakan sebagian pelaku pasar masih memproyeksikan pelemahan harga dalam jangka pendek.

Namun, di tengah tekanan tersebut, minat sebagian trader untuk kembali masuk mulai terlihat. Open interest futures Ethereum melonjak ke rekor 15,5 juta ETH, menandakan aktivitas perdagangan kembali meningkat saat harga terkoreksi.

Sejumlah analis menilai Ethereum masih berpotensi bergerak melemah apabila belum mampu kembali menembus area resistance di kisaran USD2.300 hingga USD2.388. Jika tekanan jual berlanjut, level support terdekat diperkirakan berada di sekitar USD 2.211 hingga USD 2.107.

Sementara itu, apabila ETH mampu kembali bergerak di atas area resistance tersebut, peluang penguatan menuju level USD 2.746 mulai terbuka.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.