Perusahaan Energi asal Inggris Berminat Menambang Bitcoin

Perusahaan energi asal Inggris menyatakan pasokan gas swasta dapat menjalankan pusat data untuk menambang bitcoin (BTC).

Diterbitkan 22 April 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Reabold Resources, perusahaan energi yang berbasis di Inggris dengan fokus pada minyak dan gas sedang menjajaki potensi untuk menambang bitcoin (BTC). Kepada investor, Reabold Resources menuturkan akan memakai fasilitas pembangkit listrik skala kecil di Yorkshire.

"Pasokan gas swasta berarti kita dapat menjalankan pusat data menambang bitcoin dengan relatif murah,” ujar salah satu CEO Reabold, Sachin Oza kepada Telegraph dikutip dari Yahoo Finance, Rabu (22/4/2026).

Ia menuturkan, awalnya ini akan membantu mendanai pengembangan lebih lanjut ladang gas dan membuktikan konsep. "Artinya ini bisa menjadi cikal bakal pusat data yang jauh lebih besar," tutur dia.

Pengumuman resmi perusahaan yang dibuat pada Senin ini sebagai klarifikasi artikel dan berbeda nadanya dari laporan The Telegraph yang menyebutkan perusahaan akan memakai ladang gas West Newton untuk menambang bitcoin alih-alih meningkatkan energi Inggris.

"Sumber daya gas alam darat yang signifikan di lokasi West Newton di Yorkshire telah dan akan terus dikembangkan untuk kepentingan keamanan energi Inggris yang sangat penting pada saat ketidakpastian geopolitik yang signifikan ini,” tulis perusahaan.

“Selain itu, Reabold akan terus berinteraksi dengan semua pemangku kepentingan, baik lokal maupun nasional, untuk memastikan jalur pengembangan optimal untuk West Newton tercapai,” ia menambahkan.

Pernyataan perusahaan itu mengatakan kalau perseroan berpotensi memakai aliran gas awal untuk mendukung operasi penambangan bitcoin yang mencerminkan pesan Oza kepada The Telegraph.

“Melakukan hal itu dapat menunjukkan kelayakan penggunaan ladang gas West Newton untuk pengembangan pusat data yang akan sangat penting bagi perekonomian Inggris pada masa depan,” disebutkan dalam pernyataan itu.

Perseroan mengatakan, implementasi yang sukses dari proyek itu dapat memungkinkan pengembangan pusat data skala besar di lokasi tersebut yang tidak akan menghalangi potensi pengembangan gas ke jaringan listrik dan gas untuk konsumsi industri.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Kelebihan Listrik, Pakistan Mau Kembangkan Tambang Bitcoin

Sebelumnya, Pakistan tengah menjajaki untuk mengembangkan tambang Bitcoin dan pusat data Artificial Intelligence (AI). Langkah ini untuk menjadi jalan keluar memanfaatkan kelebihan listrik.

Selain itu, rencana pengembangan tambang Bitcoin dan pusat data AI ini juga untuk mendorong inovasi, meningkatkan ekspor, dan menciptakan lapangan kerja di sektor teknologi melalui regulasi kripto dan dukungan infrastruktur.

Dikutip dari news.bitcoin.com, Minggu (13/4/2025), Kepala Dewan Kripto Pakistan Bilal Bin Saqib menjelaskan, Pakistan tengah mencari pusat data penambangan bitcoin dan kecerdasan buatan (AI) sebagai solusi untuk kelebihan energi dan tantangan ekonominya.

Pemerintah Pakistan saat ini tengah berunding dengan sejumlah perusahaan pertambangan Bitcoin untuk memanfaatkan kelebihan listrik, khususnya di wilayah dengan kapasitas yang melimpah.

Dengan meningkatnya adopsi energi surya dan infrastruktur listrik tradisional yang tertekan, Pakistan melihat penambangan kripto sebagai peluang baru untuk memonetisasi kelebihan listrik sekaligus mendorong inovasi dalam ekonomi digital.

 

 

 

Adopsi Kripto Global

Pendiri Binance Changpeng Zhao saat ini telah bergabung dengan Dewan Kripto Pakistan sebagai penasihat strategis.

Perannya meliputi pemberian nasihat tentang infrastruktur blockchain, kerangka regulasi, dan inisiatif nasional seperti mata uang digital dan pendidikan pemuda dalam teknologi blockchain dan AI.

Meskipun tidak memiliki regulasi formal, Pakistan berada di peringkat 10 besar negara pengadopsi kripto global, dengan 15–20 juta pengguna. Negara ini juga membanggakan ekonomi lepas terbesar ketiga di dunia, yang membuatnya siap untuk inovasi teknologi finansial dan blockchain.

Saqib menekankan pentingnya kotak pasir regulasi untuk menguji solusi kripto dengan aman dan menyerukan peningkatan keterampilan pemuda Pakistan untuk meningkatkan ekspor dan memposisikan negara tersebut sebagai pusat teknologi global.