Harga Bitcoin Masih Tertekan, Analis Ungkap Penyebabnya

Sejumlah sentimen mempengaruhi harga bitcoin (BTC) yang mendorong ke level terendah dalam tiga pekan.

Diterbitkan 28 Maret 2026, 10:58 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga bitcoin (BTC) jatuh ke level terendah dalam lebih dari tiga minggu. Hal ini seiring pelaku pasar mengambil posisi defensif setelah berakhirnya opsi terbesar pada 2026. Selain itu, investor terus menarik dana dari yang diperdagangkan di bursa kripto atau exchange traded fund (ETF).

Mengutip Yahoo Finance, Sabtu (28/3/2026), harga kripto kapitalisasasi terbesar atau bitcoin turun hingga 5% menjadi USD 65.522, terendah sejak 2 Maret. Token ini telah terjebak di antara sekitar USD 60.000 dan USD 75.000 dalam beberapa minggu terakhir, jauh di bawah puncaknya pada Oktober 2025 sebesar USD 126.000. Ether, token digital terbesar kedua berdasarkan nilai pasar turun sekitar 4% menjadi USD 1.980.

Sekitar USD 14 miliar opsi bitcoin berakhir pada Jumat pekan ini, sebagaimana diukur oleh jumlah kontrak yang beredar, yang dikenal sebagai open interest. Hal ini terjadi di tengah sinyal yang bertentangan tentang prospek penghentian   perang yang hampir berlangsung selama sebulan di Timur Tengah.

“Melihat posisi trader, mereka tampaknya mengantisipasi perang yang berkepanjangan, potensi stagflasi dan kenaikan suku bunga secara paksa yang menyebabkan sentimen bearish yang signifikan,” ujar Co-founder of multi-asset manager Primal Fund, Griffin Ardern dikutip dari Yahoo Finance.

“Dengan berakhirnya masa kontrak berjangka, patokan harga telah memudar, dan pasar mulai menunjukkan arah sebenarnya,” ujar Portfolio Manager Apollo Crypto, Pratik Kala.

Selain itu, berdasarkan data Coinglass, dalam 24 jam terakhir, sekitar USD 450 juta telah terjadi likuidasi.

 

Sentimen Harga Bitcoin

Head of Derivatives AMINA Bank, Andreja Cobeljic menuturkan, bitcoin telah terjebak dalam kisaran harga sjeak konflik di Iran dimulai pada akhir Februari pada satu titik melonjak ke level tertinggi hampir USD 76.000 sebelum turun. "Gencatan senjata dapat mendorong bitcoin di atas USD 75.000, memicu kenaikan lebih lanjut,” ujar Andreja.

Meskipun Maret telah menyaksikan sekitar USD 1,4 miliar arus masuk bersih ke ETF Bitcoin, stabilisasi setelah empat bulan berturut-turut mengalami arus keluar bersih, alokasi tersebut terbukti sensitif terhadap pergeseran makro. Investor menarik dana sebesar USD 171 juta dari ETF spot pada hari Kamis, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.

Di antara lebih dari 150 ETF yang berfokus pada kripto, USD 260 juta keluar selama sesi terakhir, dengan arus keluar besar dari ETHA, ETF iShares Ethereum Trust. Sekitar USD 140 juta ditarik dari dana tersebut, jumlah terbesar dalam dua bulan terakhir.

"Suasana tegang di pasar keuangan membuat mata uang kripto, dan Bitcoin khususnya, rentan jika terjadi aksi jual besar-besaran,” ujar Analis FxPro, Alex Kuptsikevich.

Bitcoin menyumbang hampir 60% dari pasar aset digital senilai sekitar USD 2,3 triliun, sementara Ether menyumbang sekitar 10% dari nilai keseluruhan, menurut data yang dikumpulkan oleh CoinMarketCap. Bitcoin dan Ether masing-masing turun sekitar 50% dan 60% dari titik tertinggi sepanjang masa.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.