Harga Bitcoin Anjlok di Bawah USD 73.000 Terseret Komentar Menkeu AS Scott Bessent

Harga bitcoin (BTC) amblas di bawah USD 73.000 setelah Menkeu AS Scott Bessent menjawab pertanyaan mengenai kewenangan Departemen Keuangan beli BTC.

Diterbitkan 05 Februari 2026, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga Bitcoin (BTC) terpantau mengalami koreksi tajam hingga terjun di bawah USD 73.000 per koin pada Rabu malam, 4 Februari 2026. Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent, menegaskan pemerintah tidak memiliki rencana untuk "menyelamatkan" pasar kripto.

Dalam sesi debat panas di Komite Layanan Keuangan DPR AS, Bessent secara blak-blakan menjawab pertanyaan terkait wewenang Departemen Keuangan dalam membeli Bitcoin atau aset digital lainnya.

"Saya tidak memiliki wewenang untuk melakukan itu. Sebagai Ketua Financial Stability Oversight Council (FSOC), saya pun tidak memegang mandat tersebut," tegas Bessent.

Sinyal Bahaya dari Michael Burry

Tak hanya faktor kebijakan pemerintah, sentimen pasar kian tertekan oleh peringatan keras dari investor terkenal, Michael Burry. Sosok yang dikenal lewat prediksi krisis finansial 2008 ini menyebut penurunan Bitcoin saat ini bisa memicu kehancuran nilai yang masif.

"Bitcoin telah terungkap sebagai aset spekulatif murni. Ia tidak memiliki peran sebagai lindung nilai seperti emas atau logam mulia lainnya," tulis Burry melalui platform Substacknya.

Efek Domino Kebijakan Federal Reserve

Kinerja buruk Bitcoin ini memperburuk akumulasi kerugian sejak awal tahun, di mana Bitcoin tercatat sudah anjlok hingga 17%. Tekanan jual juga dipicu oleh keputusan politik di Gedung Putih.

Pekan lalu, Presiden Donald Trump mengumumkan pilihannya terhadap Kevin Warsh untuk memimpin Federal Reserve (The Fed) menggantikan Jerome Powell pada Mei mendatang. Pasar menilai penunjukan Warsh sebagai langkah agresif.

 

 

Investor Masih Enggan Masuk Pasar

Berdasarkan laporan dari 10X Research, sentimen pasar saat ini telah bergeser secara signifikan. Data menunjukkan bahwa para investor belum menunjukkan minat untuk melakukan aksi beli di tengah penurunan.

"Tren penurunan secara keseluruhan masih utuh. Tanpa adanya katalis yang jelas, tidak ada urgensi bagi investor untuk melakukan intervensi saat ini," tulis para peneliti 10X Research.

Di sisi lain, Kepala Aset Digital Fundstrat, Sean Farrell, melihat adanya harapan tipis, ia menyebut angka USD 74.000 sebagai zona penting yang perlu diperhatikan.

"Dengan asumsi semua faktor lain sama, level yang dicapai selama akhir pekan dan tingkat kapitulasi yang diamati menciptakan rasio risiko/imbalan jangka pendek yang lebih menarik, risiko posisi di pasar tradisional tetap membayangi pasar kripto," jelas Farrell.

Hingga kini, tidak hanya Bitcoin yang melemah, Ether (ETH) dan sejumlah token digital utama lainnya juga terpantau ikut terseret dalam pelemahan.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.