BlackRock Buka Lowongan Kerja di Bidang Kripto, Penempatan Eropa hingga Asia

BlackRock memperluas bisnis aset digital tidak hanya di Amerika Serikat (AS), tetapi juga Eropa dan Asia.

Diterbitkan 21 Desember 2025, 15:32 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - BlackRock, salah satu manajer investasi terbesar sedang mencari sosok untuk menduduki posisi kepemimpinan di bidang kripto. Hal ini seiring langkah BlackRock memperluas penawaran aset digital di global. Manajer investasi terbesar ini membuka lowongan kerja mulai posisi direktur pelaksana hingga pengacara untuk ditempatkan di Eropa, Asia hingga Amerika Serikat.

Mengutip Yahoo Finance, ditulis Minggu (21/12/2025), BlackRock merupakan penerbit terbesar baik bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) dalam bentuk Exchange-Traded Fund (ETF). Tahun lalu, perseroan juga meluncurkan dana tokenisasi pertama, Blackrock USD Institutional Fund (BUIDL) di Ethereum. Tampaknya BlackRock tidak akan berhenti.

The firm’s global head of digital assets Robert Mitchnick baru-baru ini mengunggah di Linkedln kalau BlackRock sedang merekrut untuk berbagai posisi kepemimpinan di tim aset digitalnya.

Halaman karier perusahaan mencantumkan lowongan untuk aset digital di AS, Singapura, Inggris dan Irlandia. Lowongan itu untuk posisi Digital Asset Associate, direktur pelaksana, wakil presiden direktur dan direktur hingga pengacara aset digital.

Semua peran tersebut melibatkan pekerjaan di bidang aset kripto, stablecoin, dan tokenisasi. Sementara peran associate membutuhkan pengalaman kerja 3-6 tahun, peran kepemimpinan membutuhkan pengalaman lebih dari 12 tahun.

Dalam seminggu, karyawan diharuskan bekerja setidaknya 4 hari di kantor dan satu hari dari rumah.

Peran direktur pelaksana di New York, yang menawarkan kisaran gaji USD 270.000 atau Rp 4,5 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.702)-USD 350.000 atau Rp 5,84 miliar, melibatkan pengelolaan dan kepemimpinan pelaksanaan berbagai inisiatif aset digital lintas fungsi utama di seluruh BlackRock.

Lowongan pekerjaan terbaru menunjukkan BlackRock memperluas penawaran aset digitalnya tidak hanya di AS tetapi juga di Eropa dan Asia.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

BlackRock Borong Bitcoin dan Ethereum di Tengah Gejolak Pasar Kripto

Sebelumnya, raksasa manajer aset BlackRock kembali menunjukkan keyakinannya pada pasar kripto. Pada 14 Agustus lalu, ETF spot miliknya membeli 4.428 Bitcoin (BTC) dan 105.900 Ethereum (ETH) sekaligus.

Jumlah ini termasuk salah satu pembelian terbesar dalam satu hari yang tercatat dalam beberapa bulan terakhir, menandakan semakin kuatnya minat investor institusional pada aset digital.

Dikutip dari coinmarketcap, Sabtu (16/8/2025), pembelian besar ini terjadi saat pasar kripto tengah berada pada fase konsolidasi setelah periode panjang volatilitas harga. BlackRock tampaknya memanfaatkan momen pelemahan harga untuk mengakumulasi aset, strategi yang umum digunakan investor institusional berpengalaman.

Yang menarik, porsi terbesar akuisisi justru datang dari Ethereum—lebih dari 100.000 ETH. Langkah ini memberi sinyal optimisme terhadap prospek jangka panjang Ethereum, terutama di sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi) dan Web3.

Meski Bitcoin tetap jadi pilihan utama banyak investor tradisional, potensi Ethereum jelas tak diabaikan.

Dampak ke Investor Ritel

Aksi beli skala besar seperti ini biasanya meningkatkan rasa percaya diri investor ritel. Jika BlackRock terus menambah kepemilikannya, bukan tidak mungkin langkah ini diikuti oleh manajer aset besar lainnya, yang pada akhirnya mendorong sentimen pasar ke arah positif.

Selain itu, pergerakan semacam ini juga bisa memengaruhi arah pembahasan regulasi, menguatkan posisi kripto sebagai bagian dari portofolio investasi yang terdiversifikasi.

Dengan peran ETF spot sebagai penghubung antara keuangan tradisional dan aset digital, pembelian terbaru BlackRock bukan sekadar transaksi—melainkan pernyataan tegas bahwa kripto kian diterima di arus utama investasi.

Â