Liputan6.com, Jakarta - Otoritas Korea Selatan tengah menyelidiki pelanggaran besar di bursa kripto Upbit setelah dana kripto senilai 44,5 miliar won atau sekitar USD 30,6 juta dipindahkan ke dompet tidak sah pada dini hari. Insiden tersebut melibatkan sejumlah token dan terjadi sekitar pukul 04.42 waktu setempat.
Dikutip dari coinmarketcap, Sabtu (29/11/2025), investigasi awal mengarah pada dugaan keterlibatan Lazarus Group, unit peretas yang berafiliasi dengan negara Korea Utara, karena kemiripan kuat dengan kasus pencurian 342.000 ETH dari Upbit pada 2019.
Menurut sejumlah sumber, otoritas berencana melakukan inspeksi langsung di kantor Upbit. Dunamu selaku operator bursa telah berkomitmen memberikan kompensasi penuh menggunakan aset perusahaan.
Advertisement
Polisi Temukan Pola Serangan yang Berulang
Pihak berwenang menyebut metode serangan kali ini sangat mirip dengan insiden pada 2019, di mana 58 miliar won aset kripto dicuri dan kemudian ditelusuri ke kelompok Lazarus. Analis juga mencatat pola pencucian dana melalui berbagai bursa yang serupa dengan aktivitas peretasan Korea Utara.
Sumber anonim menyebut insiden terbaru ini membawa “ciri khas” dari peretasan sebelumnya.
Badan Kepolisian Nasional mengonfirmasi bahwa kasus ini sedang ditangani tim siber mereka. Namun, mereka enggan memberikan rincian tambahan selama penyelidikan berlangsung. Sementara itu, Badan Intelijen Nasional Korea Selatan belum memberikan komentar.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Peretas Beralih ke Teknik Social Engineering
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5027992/original/041439300_1732861105-fotor-ai-2024112913176.jpg)
Para analis keamanan menilai Lazarus kini lebih fokus pada serangan berbasis manusia dibanding eksploit teknis. Kelompok ini disebut sering menggunakan pencurian kredensial, penyamaran, hingga manipulasi akses internal untuk membobol sistem.
Pergeseran ini juga terlihat pada kasus peretasan Bybit Februari 2025 yang mengakibatkan kerugian sekitar USD 1,5 miliar melalui metode phishing dan manipulasi aplikasi perdagangan. Dengan skala besar dan likuiditas tinggi, Upbit menjadi sasaran menarik bagi kelompok peretas yang didukung negara.
Menurut otoritas, pelanggaran 2025 ini diduga melibatkan pengambilalihan akun tingkat admin—pola yang konsisten dengan fokus Lazarus pada pencurian identitas ketimbang eksploitasi teknis. Hal ini memperkuat keyakinan penyelidik bahwa penyerang masuk melalui celah manusia dan organisasi, bukan pada perangkat lunak.
Advertisement
Risiko Tinggi bagi Infrastruktur Kripto
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5027997/original/005972200_1732861152-fotor-ai-20241129131623.jpg)
Keterlibatan Lazarus, jika terbukti, sejalan dengan strategi Korea Utara yang menggunakan pencurian siber untuk memperoleh aset digital. Laporan-laporan sebelumnya bahkan menyebut unit sibernya sebagai “ancaman persisten tingkat tinggi,” sebagaimana pernah disampaikan FBI dalam kasus terdahulu.
Penyelidik memperingatkan bahwa bursa kripto kini menghadapi tekanan besar untuk memperketat perlindungan kredensial tingkat tinggi, pengendalian dompet internal, serta jalur akses sensitif lainnya. Mereka menegaskan perlunya verifikasi identitas internal yang lebih kuat untuk menghadapi ancaman rekayasa sosial.
Otoritas juga memproyeksikan meningkatnya kolaborasi antara regulator dan lembaga penegak hukum dalam melacak aset yang dicuri melalui pelacakan dompet, berbagi data lintas negara, hingga analisis forensik blockchain.
Kasus ini memunculkan pertanyaan besar: mampukah bursa kripto yang dibangun untuk sistem keuangan digital terbuka bertahan dari serangan yang diarahkan negara dan berbasis kompromi identitas, bukan kelemahan teknis?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5164799/original/043621100_1742183216-dbe96acd3b3529457b7c0146890290a1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475678/original/062240100_1782386179-cek_fakta_bansos_PKH_-_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471521/original/041151500_1782374656-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3246/original/023028100_1470665987-kecil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5027996/original/052986200_1732861136-fotor-ai-20241129131637.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1409526/original/062736400_1479454522-Korea_Selatan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1409540/original/032500600_1479454815-korea_utara.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8504143/original/019730100_1782424741-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264182/original/093339000_1782097612-063_2282690884.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258200/original/037838200_1781326433-000_B6XQ9ZM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258839/original/015610100_1781416618-IMG-20260614-WA0022.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513884/original/037538000_1782437861-AP26176736605560.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513056/original/032314400_1782436532-jepang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513256/original/026711200_1782437004-AP26176799194484.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513569/original/057945500_1782437405-063_2283345869.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8512971/original/012018800_1782436430-000_B8CY2VE.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260100/original/015804900_1781568479-000_B7869A8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264054/original/059677500_1782070488-Spain_s_Mikel_Oyarzabal_celebrates_with_teammate_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263848/original/006023700_1782021745-000_B7RA6WF.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8459088/original/096988900_1782358208-000_B88W3AA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8458112/original/030524500_1782356891-000_B88U3NH.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8440972/original/063692400_1782333943-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542691/original/031500100_1774950574-GAC_-_Steel-Aluminum_Flexible_Production_Line_at_GAC_AION_s_Smart_Eco-Factory.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257797/original/022434900_1781257127-South_Africa_s_Themba_Zwane__11__receives_a_red_card.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5504462/original/009512800_1771237713-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258680/original/053706900_1781401116-Folarin_Balogun.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740422/original/078699100_1707701814-fotor-ai-2024021283356.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263779/original/092763300_1782011943-LJS_x_Ocean_Star_200_Event_Photo__3_.jpg.jpeg)