VISA Punya Inovasi Baru, Transfer Gaji ke Dompet Kripto Pakai Stablecoin USD

Raksasa pembayaran Visa luncurkan pilot project kirim stablecoin USD untuk bayar pekerja freelance dan bisnis internasional di AS.

Diterbitkan 13 November 2025, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Raksasa sistem pembayaran global, Visa, mengumumkan inovasi terbarunya: uji coba pengiriman pembayaran menggunakan stablecoin untuk bisnis di Amerika Serikat (AS). Pilot project ini memungkinkan perusahaan mengirim dana, seperti pembayaran gaji, langsung ke dompet kripto penerima.

Dalam pengumuman di Web Summit Lisbon, Portugal, seperti dikutip dari coinmarketcap, Kamis (13/11/2025), Visa menjelaskan mekanisme baru pada jaringan Visa Direct. Bisnis dapat mengirim stablecoin, contohnya USDC (USD Coin), dari rekening yang dananya berasal mata uang fiat (seperti Dolar AS), langsung ke dompet digital karyawan atau mitra kerja.

“Meluncurkan pembayaran stablecoin adalah tentang memungkinkan akses universal terhadap uang dalam hitungan menit, bukan hari, untuk siapa saja, di mana saja di dunia,” kata Presiden Solusi Pergerakan Uang Visa, Chris Newkirk.

Layanan ini awalnya menyasar bisnis yang beroperasi secara internasional dan pelaku ekonomi freelance atau gig. Visa mengungkapkan, 57% pekerja gig lebih memilih metode pembayaran digital untuk akses dana yang lebih cepat.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

Deretan Inovasi Visa

Uji coba ini merupakan bagian dari komitmen Visa yang terus berkembang dalam sistem pembayaran dan penyelesaian transaksi berbasis blockchain.

Sebelumnya, pada Juli 2025, Visa telah memperluas penawaran stablecoin di platform penyelesaiannya dengan menambahkan Global Dollar (USDG), PayPal USD (PYUSD), dan Euro Coin (EURC) di jaringan Stellar dan Avalanche.

Kemudian, pada September 2025, Visa Direct mulai menguji coba transfer instan menggunakan USDC dan EURC, yang memungkinkan penyelesaian treasury antar bisnis menjadi lebih cepat.

Ekspansi Visa ini terjadi di saat jaringan pembayaran bergerak memanfaatkan kejelasan regulasi baru di Amerika Serikat, pasca disahkannya GENIUS Act. Undang-undang landmark ini menetapkan pedoman federal untuk stablecoin, membuka jalan bagi inovasi yang lebih aman dan teratur.

 

Perusahaan Besar Ramai Masuk ke Ekosistem Aset Digital

Langkah Visa ini mencerminkan tren yang lebih besar di dunia korporasi dan keuangan. Banyak perusahaan besar mulai masuk ke ruang aset digital.

Raksasa perbankan Citigroup disebut sedang mengeksplorasi pembayaran stablecoin, sementara Western Union berencana meluncurkan sistem penyelesaian aset digital di jaringan Solana.

Sementara itu, bank-bank Wall Street seperti JPMorgan dan Bank of America juga berada di tahap awal pengembangan inisiatif stablecoin mereka sendiri.

Startup-starterup stablecoin juga terus menarik minat modal ventura, menunjukkan kepercayaan investor terhadap masa depan ekosistem pembayaran digital yang dibangun di atas teknologi blockchain dan aset kripto yang stabil.