Pendiri Binance Changpeng Zhao Yakin Bitcoin Dapat Kalahkan Emas

Salah satu pendiri Binance Changpeng Zhao kembali membagikan pandangannya mengenai harga bitcoin (BTC).

Diterbitkan 21 Oktober 2025, 16:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Salah satu pendiri Binance dan mantan CEO Binance Changpeng Zhao (CZ) kembali lagi menunjukkan optimismenya terhadap  prospek bitcoin (BTC) dalam jangka lama. Ia prediksi bitcoin dapat melewati valuasi emas.

Mengutip Yahoo Finance,  Zhao menulis dalam platform X dahulu Twitter kalau Bitcoin akan mengalahkan emas. “Saya tidak tahu kapan. Namun, hal itu membutuhkan waktu, dan akan terjadi. Simpan tweet ini,” tulis dia pada Senin, 20 Oktober 2025, ditulis Selasa (21/10/2025).

Di lain sisi, total nilai pasar emas melonjak hingga mencapai USD 30 triliun atau Rp 497.595 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.586), sebuah rekor tertinggi baru setelah reli yang mendorong logam tersebut ke level tertinggi sepanjang masa di USD 4.357 per ounce.

Sementara itu, kapitalisasi pasar mencapai USD 2,2 triliun atau Rp 36.497 triliun per 20 Oktober, menurut data Kraken.

Pandangan Changpeng Zhao tentang Emas Sebelumnya

Pada 23 September, Zhao melontarkan sindiran ringan terhadap emas. Ia mengatakan, kegunaannya dibatasi oleh sifat fisiknya.

"Emas itu hebat jika bisa dibawa kemana-mana, misalnya melalui bandara, Anda memiliki semua ukuran yang tepat untuk membayar orang, Anda dapat memverifikasi kemurnian saat menerimanya dan mereka tidak menggali lebih banyak lagi dari tanah,” tulis dia di X.

Selain itu, baru-baru ini, Zhao juga melontarkan komentar lain kepada pendukung emas dan kritikus Bitcoin, Peter Schiff. Schiff mencatat bitcoin telah turun 32% terhadap emas sejak Agustus dan mendesak investor untuk menjual emas palsu Anda sekarang.

Zhao membalas. “Peter balas dendam. Seharusnya kita mendengarkannya, dua bulan yang lalu selama 16 tahun keberadaan bitcoin. Sekitar 1 persen dari waktu tersebut. Saya yakin bitcoin berfluktuasi negatif terhadap emas lebih dari itu, kecuali BTC naik dari USD 0,004 menjadi USD 110.000 dalam 16 tahun,”

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Bitcoin Gagal Jadi Emas Digital? Peter Schiff dan Mantan Bos Binance Debat Panas di Medsos

Sebelumnya, ekonom dan kritikus Bitcoin, Peter Schiff, kembali menyuarakan kritiknya tajam, menyatakan bahwa Bitcoin telah gagal memenuhi perannya sebagai "emas digital". Pernyataannya memicu perdebatan sengit dengan CEO Binance, Changpeng Zhao (CZ), di media sosial, menghidupkan kembali ketegangan antara aset tradisional dan mata uang digital.

Dikutip dari coinmarketcap, Jumat (17/10/2025), komentar Schiff ini muncul bertepatan dengan penurunan kinerja Bitcoin di pasar. Sejak Agustus 2025, nilai Bitcoin telah anjlok sebesar 20% terhadap emas fisik, sementara emas sendiri justru mencapai rekor tertinggi baru sepanjang masa.

Kondisi ini secara alami menimbulkan kekhawatiran serius mengenai status Bitcoin sebagai penyimpan nilai (store-of-value) yang aman.

Schiff yang merupakan Euro Pacific Capital memperkuat argumennya dengan mengutip perbandingan kinerja kedua aset:

"Bitcoin tidak memenuhi gembar-gembornya. Karena Bitcoin dipromosikan sebagai emas digital, penurunan 20% terhadap emas lebih signifikan daripada penurunan 10% terhadap dolar."

 

 

Dampak Pasar dan Peran Safe-Haven

Penurunan harga yang signifikan ini memaksa para pelaku pasar untuk mengevaluasi kembali peran Bitcoin sebagai aset safe-haven (aset aman). Pasar saat ini menunjukkan ketidakpastian, di mana emas menunjukkan ketahanan luar biasa, sementara narasi Bitcoin sebagai "emas digital" semakin sulit dipertahankan di tengah pergeseran pasar.

Implikasi finansial terlihat jelas: arus masuk ke ETF Bitcoin mulai mandek, dan aktivitas whale (investor besar) secara signifikan memengaruhi harganya. Schiff berpendapat bahwa korelasi Bitcoin dengan penurunan pasar kripto secara keseluruhan justru menyoroti daya tarik emas selama periode inflasi.

Sementara Schiff terus menekankan kekuatan emas, tokoh-tokoh kripto lainnya, seperti CZ dari Binance dan Brian Shuster, mempertanyakan argumennya, menyoroti potensi jangka panjang Bitcoin di hadapan volatilitas jangka pendek.

Mereka berpendapat bahwa pasokan Bitcoin yang terbatas dan ketahanannya terhadap sensor tetap menjadi keunggulan penting.

 

 

Masa Depan dan Evolusi

Perdebatan ini menyoroti ketegangan yang berkelanjutan antara aset tradisional yang telah teruji waktu, seperti emas, dengan mata uang digital yang relatif baru.

Para analis terus menilai kemampuan Bitcoin untuk bangkit kembali. Perkembangan Bitcoin di ranah regulasi dan teknologi diperkirakan akan menjadi kunci dalam mendefinisikan kembali posisinya.

Sementara emas mungkin terus menarik investasi dalam jangka pendek, para pemangku kepentingan digital dengan cermat mengantisipasi bagaimana Bitcoin akan mengukir perannya di tengah kondisi pasar global di masa depan.