Kripto XRP Dilirik jadi Simpanan Perusahaan, Awas Risikonya

Tren perusahaan menjadikan kripto sebagai simpanan (treasury) semakin luas, tak sebatas pada aset raksasa. Amina Bank melaporkan tren penggunaan altcoin sebagai treasury mulai terlihat.

Diterbitkan 10 Agustus 2025, 17:27 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Tren perusahaan menjadikan kripto sebagai simpanan (treasury) semakin luas, tak sebatas pada aset raksasa. Amina Bank melaporkan tren penggunaan altcoin sebagai treasury mulai terlihat.

Laporan Crypto Market Monitor yang dirilis Amina Bank menyoroti bagaimana XRP telah muncul sebagai tambahan penting dalam neraca keuangan korporat.

"Tren altcoin treasury lain yang patut dicatat adalah XRP, token asli dari jaringan pembayaran Ripple," tulis Amina Bank, mengutip Bitcoin.com, Sabtu (9/8/2025).

Minat terhadap token ini meningkat setelah kemenangan sebagian Ripple di pengadilan AS memperjelas bahwa XRP bukan merupakan sekuritas dalam konteks tertentu. Daya tarik XRP terletak pada likuiditasnya, integrasi dengan jaringan pembayaran, dan kesesuaiannya dengan kebutuhan transaksi institusional. Amina mencatat, tren yang semula menyasar Bitcoin kini mulai meluas ke alternatif lain.

"Apa yang dimulai sebagai tren Bitcoin saja kini telah berkembang menjadi gerakan treasury kripto multi-aset yang luas. Perusahaan publik di seluruh dunia kini menargetkan berbagai macam token," tuturnya.

Meski adopsi terus berkembang, Amina memperingatkan strategi treasury XRP masih menghadapi risiko. Seperti volatilitas pasar, potensi penurunan nilai aset, dan ketergantungan pada penggalangan modal. Namun, para pendukung berargumen bahwa integrasi XRP dengan jaringan pembayaran memberikan nilai nyata di luar sekadar kepemilikan spekulatif.

 

Didorong Kekuatan Hukum XRP

Dalam dorongan besar terhadap kepercayaan pasar, Ripple dan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) telah secara resmi mengakhiri proses hukum panjang mereka, dengan kedua belah pihak menarik banding.

Hal ini memperkuat putusan pengadilan bahwa XRP bukan sekuritas ketika dijual di bursa kepada investor ritel, menghapus hambatan regulasi utama dan berpotensi membuka jalan bagi adopsi institusional yang lebih luas serta produk baru seperti exchange-traded funds (ETF).

 

Harga Melonjak Drastis

Amina Bank menambahkan dalam setahun terakhir, harga XRP telah melonjak lebih dari 480%, mendorong perusahaan publik untuk mengumumkan rencana pembelian senilai lebih dari USD 980 juta. Perkembangan ini mencerminkan diversifikasi dari bitcoin dan ethereum menuju aset yang menggabungkan penggunaan operasional dengan potensi hasil.

Sejumlah perusahaan telah mengadopsi strategi treasury berbasis XRP. Nature’s Miracle Holdings, perusahaan teknologi pertanian asal AS, mengungkapkan rencana untuk mengalokasikan hingga USD 20 juta ke dalam XRP.

Perusahaan yang terdaftar di Nasdaq, Vivopower International, menggalang dana USD 121 juta untuk membentuk cadangan XRP, dengan tujuan menjadi perusahaan publik pertama yang didedikasikan untuk token tersebut.

Â