Sukses

Harga Kripto Hari Ini 12 Februari 2024: Bitcoin dan Ethereum Menghijau

Liputan6.com, Jakarta - Harga kripto jajaran teratas beragam pada perdagangan Senin (12/2/2024). Harga bitcoin dan Ethereum masih bergerak di zona hijau.

Berdasarkan data Coinmarketcap.com, harga kripto kapitalisasi pasar terbesar bitcoin (BTC) menguat 0,89 persen dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan terakhir, harga bitcoin meroekt 13,11 persen. Saat ini, harga bitcoin (BTC) berada di posisi USD 48.175,92 atau sekitar Rp 752.36 juta (asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 15.617).

Harga Ethereum naik tipis 0,25 persen dalam 24 jam terakhir. Namun, selama sepekan terakhir, harga Ethereum meroket 9,51 persen. Kini, harga Ethereum berada di posisi USD 2.503,90 atau sekitar Rp 39,08 juta.

Sementara itu, harga binance coin (BNB) melemah 0,73 persen dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan terakhir, harga BNB melambung 5,2 persen. Saat ini, harga BNB berada di posisi USD 320,57.

Demikian juga harga kripto solana (SOL) bergerak di zona merah selama 24 jam terakhir. Harga solana susut 1,43 persen. Akan tetapi, selama sepekan terakhir, harga solana bertambah 12,65 persen. Kini, harga solana berada di posisi USD 107,48.

Harga XRP naik 0,46 persen dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan terakhir, harga XRP melesat 4,48 persen. Kini, harga XRP berada di posisi USD 0,5257.

Di sisi lain, harga cardano melemah 1,72 persen dalam 24 jam terakhir. Namun, selama sepekan terakhir, harga cardano (ADA) naik 9,18 persen. Saat ini, harga cardano berada di posisi USD 0,5408.

Harga avalanche (AVAX) terpangkas 1,39 persen selama 24 jam terakhir. Akan tetapi, dalam sepekan terakhir, harga AVAX terbang 13,77 persen. Kini, harga avalanche berada di posisi USD 39,67.

Harga Chainlink (LINK) naik 6,07 persen dalam 24 jam terakhir. Namun, harga chainlink bertambah 10,70 persen. Saat ini, harga chainlink berada di posisi USD 20,11.

Harga kripto hari ini seperti stablecoin tether USDT (USDT) melemah 0,01 persen dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan terakhir, harga USDT naik 0,07 persen. Kini, harga tether USDT berada di posisi USD 1,00.

Harga USDC melemah 0,02 persen dalam 24 jam terakhir. Dalam sepekan terakhir, harga USDC susut 0,02 persen. Kini, harga USDC berada di posisi USD 0,9999.

Kapitalisasi pasar kripto global naik 0,20 persen menjadi USD 1,8 triliun dalam satu hari.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 4 halaman

Deretan Kasus Peretasan Terkait Kripto Sepanjang 2023

Sebelumnya diberitakan, sepanjang 2023 industri kripto tak hanya mengalami peristiwa positif, tetapi pelanggaran seperti peretasan masih terjadi yang merugikan banyak pihak. Berikut kasus peretasan yang terjadi di Industri kripto sepanjang 2023.

Conic Finance

Peretas telah menyerang protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi) Conic Finance pada Juli 2023 dan mencuri 1.700 Ethereum senilai lebih dari USD 3,2 juta atau setara Rp 49,4 miliar (asumsi kurs Rp 15.611 per dolar AS).

Dilansir dari Yahoo Finance, Sabtu (10/2/2024), Conic Finance adalah aplikasi baru yang memungkinkan pengguna menyetorkan token ke dalam "omnipools", yang memungkinkan mereka memperoleh hadiah. Idenya adalah pengguna dapat mendiversifikasi dana di seluruh pertukaran Curve yang terdesentralisasi menggunakan kumpulan likuiditas Conic.

Curve FinanceProtokol keuangan terdesentralisasi (DeFi) Curve Finance diretas pada 30 Juli 2023 dan mencuri kripto senilai lebih dari USD 24 juta atau setara Rp 370,6 miliar (asumsi kurs Rp 15.442 per dolar AS).

Dilansir dari Decrypt, penyerang memanfaatkan kerentanan dalam kumpulan likuiditas di Curve, platform pembuat pasar otomatis. 

Cryptocurrency senilai USD 11 juta atau setara Rp 166,1 miliar dicuri dari protokol peminjaman NFT JPEG, menurut perusahaan keamanan keuangan terdesentralisasi Decurity. JPEG adalah yang pertama mengidentifikasi masalah dengan kumpulannya di Curve.

Peretasan Earning Farm Aave

Pada 9 Agustus, 2023 perusahaan keamanan blockchain PeckShield mengungkap peretasan baru di beberapa proyek keuangan terdesentralisasi (DeFi).

Dilansir dari Coinmarketcap, Earning Farm Aave, yang mendukung Ethereum (ETH), Wrapped Bitcoin (wBTC), dan USDC, menjadi target dan dilaporkan kehilangan sekitar USD 287.000 dalam ETH atau setara Rp 4,3 miliar.

 

3 dari 4 halaman

Peretasan Stake hingga Dompet Kripto Mark Cuban

Peretasan Stake

Platform taruhan kripto Stake.com mengonfirmasi pada 4 September entitas tak dikenal telah melakukan transaksi tidak sah dari ethereum dan hot wallet Binance Smartchain miliknya. 

Namun, platform taruhan kripto bersikeras dana pengguna aman dan dompet panas lainnya tetap beroperasi. Konfirmasi platform taruhan kripto tentang peretasan tersebut terjadi beberapa jam setelah pengguna X (sebelumnya Twitter) mengklaim Stake.com telah kehilangan aset digital senilai jutaan dolar. 

Detektif kripto online yang terkenal, Zachxbt menyatakan peretas awalnya mencuri aset senilai hampir USD 16 juta atau setara Rp 243,7 miliar sebelum menyedot aset lain senilai lebih dari USD 25 juta atau setara Rp 390,3 miliar.

Peretasan Dompet Kripto Mark Cuban

Cryptocurrency senilai ratusan ribu dolar AS telah dicuri oleh peretas dari hot wallet milik pengusaha Amerika Mark Cuban. Miliarder itu mengonfirmasi kepada media kripto dia adalah korban serangan.

Pergerakan dana mencurigakan dari dompet, yang telah tidak aktif selama 160 hari, pertama kali diketahui oleh detektif blockchain Wazz atau yang dikenal @WazzCrypto di X pada Jumat, 15 September 2023. 

Dalam hitungan menit, jumlah dalam berbagai mata uang kripto, termasuk stablecoin dan token, bernilai total USD 870.000 atau setara Rp 13,3 miliar terkuras, menurut riwayat transaksi dompet Metamask yang diidentifikasi sebagai 'Mark Cuban 2' di Etherscan.

 

4 dari 4 halaman

Peretasan HTX

Peretasan Pertukaran Kripto HTX

Pertukaran kripto HTX, sebelumnya Huobi, telah diretas pada September 2023 dengan total kerugian 500 ether (ETH) senilai sekitar USD 8 juta atau setara Rp 123,2 miliar, menurut penasihat HTX dan pendiri Tron Justin Sun.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu dan langsung teridentifikasi. HTX telah sepenuhnya menanggung kerugian, dan dana aman, jelas Sun di platform media sosial X (sebelumnya dikenal sebagai Twitter).

Dompet yang diretas tampaknya merupakan salah satu dompet panas HTX, yang menerima deposit sekitar USD 500 juta atau setara Rp 7,7 triliun dari Binance sejak dibuat pada Maret, menurut data Arkham.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini