Sukses

Dampak FTX, Menkeu AS Janet Yellen Sebut Perlu Regulasi Kripto yang Memadai

Liputan6.com, Jakarta Menteri Keuangan AS, Janet Yellen berbicara tentang perlunya regulasi kripto yang memadai setelah runtuhnya pertukaran kripto FTX di sebuah acara yang diselenggarakan oleh New York Times Dealbook pada Rabu (30/11/2022).

Sambil menekankan pentingnya memastikan aset kripto memiliki perlindungan pelanggan yang memadai, menteri keuangan mencatat penting juga untuk tetap terbuka terhadap inovasi keuangan, terutama yang dapat menurunkan biaya transaksi lintas batas dan membantu meningkatkan inklusi keuangan.

Yellen melanjutkan untuk berkomentar tentang kehancuran FTX, yang mengajukan kebangkrutan pada 11 November. Pertukaran kripto berutang 50 kreditor terbesarnya lebih dari USD 3 miliar (Rp 46,1 triliun) dan diperkirakan satu juta pelanggan serta investor lainnya menghadapi kerugian total dalam miliaran dolar. 

“Saya pikir semua yang telah kita lalui selama beberapa minggu terakhir, tetapi sebelumnya juga, mengatakan ini adalah industri yang benar-benar perlu memiliki regulasi yang memadai, tetapi ternyata tidak,” kata Yellen, dikutip dari Bitcoin.com, Sabtu (3/12/2022).

Menteri keuangan juga mengungkapkan AS sedang mendiskusikan peraturan cryptocurrency dengan sekutu dan Departemen Keuangan telah memetakan kekhawatiran “signifikan” terkait kripto. Dia memastikan perlindungan aset pelanggan dan pemisahan aset tersebut adalah salah satu prioritas utama.

Yellen menyamakan ledakan FTX dengan runtuhnya Lehman Brothers. Bank investasi mengajukan kebangkrutan Bab 11 pada 2008, yang memicu penurunan besar pasar saham dan menyebabkan bailout USD 700 miliar oleh pemerintah AS. 

Meskipun demikian, dia mencatat kehancuran FTX belum menyebar ke sektor perbankan, menekankan Regulator perbankan sangat berhati-hati tentang kripto.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS