Sukses

Bukalapak Bakal Gelar Konvensi Gaming dan NFT Terbesar di Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Itemku, marketplace produk gaming dan digital terbesar dan terlengkap di Indonesia, yang juga merupakan bagian dari ekosistem Bukalapak, akan menggelar Itemku Gamecon pada 25-26 November 2022, bertempat di Senayan Park, Jakarta.

Kegiatan ini akan menjadi konvensi gaming dan NFT terbesar di Indonesia yang menghadirkan berbagai hiburan mulai dari siaran langsung pertandingan e-sport, kompetisi cosplay serta meet and greet dengan cosplayer Matcha Mei dan Edelyn juga e-sport player seperti Bigetron hingga penampilan spesial dari JKT48.

Itemku Gamecon akan mendatangkan sejumlah game publisher lokal untuk memperkenalkan produk-produk buatannya melalui pameran dan talkshow.

Acara ini juga akan menampilkan produk-produk dari berbagai gaming platforms di dalam ekosistem Bukalapak, di antaranya Itemku, Lapak Gaming, dan ItemX (platform baru untuk mendapatkan item koleksi seperti kartu pokemon) dalam format konvensi gaming.

SVP of Marketing Bukalapak, Kurnia Sofia Rosyada menuturkan, Itemku Gamecon merupakan upaya Bukalapak untuk terus mendukung industri gaming, e-sport dan Web3 tanah air.

"Itemku Gamecon diharapkan dapat mempertemukan para komunitas gamers dan gaming enthusiasts untuk membangun jejaring dan mengapresiasi kecintaan mereka terhadap dunia gaming dan digital,” ujar dia seperti dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (16/11/2022).

Ia menambahkan, melalui acara ini, pihaknya juga turut memfasilitasi para game creator lokal untuk memperkenalkan karya-karyanya sehingga dapat lebih dikenal oleh masyarakat luas.

"Karena itu, kami mengajak para gamers, pelaku industri gaming, serta masyarakat umum untuk datang datang dan menikmati serangkaian kegiatan di Itemku Gamecon," tutur dia.

Di kesempatan ini juga akan diadakan sesi spesial Web 3 Talkshow dan Networking yang menghadirkan para pendiri dan investor Web 3 terkemuka seperti Whale Shark, ETHLAS, Jaeson Ma, Irene Zhao dan Syltare.

Selain itu, pengunjung Itemku Gamecon akan dapat menonton secara live Main Bareng (MaBar) para tim e-sport Indonesia, mengunjungi museum mainan, hingga menikmati berbagai macam Korean food truck yang disediakan.

Untuk informasi lebih lanjut seputar Itemku Gamecon dan reservasi tiket, bisa melalui website Itemku Gamecon di https://www.itemkugamecon.com/

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Pendapatan Mitra Bukalapak Tembus Rp 54,7 Triliun hingga September 2022

Sebelumnya, PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) membukukan kinerja cemerlang pada kuartal III 2022. Total Processing Value (TPV) selama kuartal III 2022 (3Q22) tumbuh 32 persen menjadi Rp 41,3 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan itu salah satunya ditopang kinerja Mitra Bukalapak juga tumbuh positif. TPV Mitra Bukalapak pada kuartal III 2022 bertambah sebesar 23 persen menjadi Rp 19,7 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Secara akumulatif, TVP Mitra Bukalapak pada September 2022 tumbuh sebesar 37 persen menjadi Rp 54,7 triliun dari periode yang sama pada tahun lalu.

"Pertumbuhan Mitra ini didukung oleh berkembangnya variasi produk dan jasa yang ditawarkan oleh Bukalapak kepada para Mitra. Pada akhir September 2022, jumlah Mitra yang telah terdaftar mencapai 15,2 juta, meningkat dari 11,8 juta pada akhir Desember 2021," ungkap Sekretaris Perusahaan Bukalapak, Teddy Oetomo dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (1/11/2022).

Dari sisi pendapatan yang dicatatkan Bukalapak pada kuartal III 2022 tumbuh sebesar 86 persen menjadi Rp 898 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya. Secara akumulatif, pendapatan Bukalapak hingga September 2022 meningkat sebesar 92 persen dari periode yang sama tahun lalu menjadi Rp 2,59 triliun. Pendapatan Mitra pada kuartal III 2022 meningkat 131 persen menjadi Rp 477 miliar.

Secara year to date hingga September 2022, pendapatan Mitra tumbuh sebesar 191 persen dari September 2022 menjadi Rp 1,45 triliun. Kontribusi Mitra Bukalapak terhadap pendapatan perseroan menunjukkan peningkatan dari 43 persen pada kuartal III 2021 menjadi 53 persen pada kuartal III 2022.

Hingga September 2022, Bukalapak membukukan laba operasional sebesar Rp 3,53 triliun atau mengalami peningkatan sebesar 391 persen dari rugi operasional sebesar Rp 1,21 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Sejalan dengan itu, perseroan berhasil mengantongi laba bersih sebesar Rp 3,62 triliun pada September 2022, atau meningkat sebesar 421 persen dari rugi bersih sebesar Rp 1,13 triliun pada September 2021.

3 dari 4 halaman

Bukalapak Ingin Bawa EBITDA Positif

Sebelumnya, PT Bukalapak.com (BUKA) mencatatkan kinerja cemerlang hingga kuartal lll 2022. Pada periode tersebut, perseroan mencatatkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 3,62 triliun. Capaian itu berbanding terbalik dari posisi September 2021 di mana perseroan masih mencatatkan rugi bersih sebesar Rp 1,13 triliun.

Meski begitu, Presiden Bukalapak, Teddy Oetomo mengatakan,  perseroan masih mengejar pertumbuhan positif pada adjusted Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (adjusted EBITDA).

Oleh karena itu, manajemen Perseroan tetap menggunakan adjusted EBITDA sebagai indikator kinerja Perseroan.

"Jadi kalau profit tahun ini dari adjusted EBITDA, saya rasa hampir tidak mungkin. Memang target kita tahun ini kontribusi margin positif,” kata dia dalam Temu Media Virtual, Jumat (4/11/2022).

Bukalapak membukukan adjusted EBITDA sebesar minus Rp 327 miliar pada kuartal III 2022, naik 9 persen dibandingkan kuartal II 2022. Adjuster EBITDA kuartal III juga lebih tinggi 8 persen dibandingkan kuartal III 2021. Namun secara akumulatif, Adjusted EBITDA sampai dengan September 2022 turun 4 persen yoy menjadi minus Rp 1,06 triliun dibanidng September 2021 yang minus Rp 1,02 triliun.

"Mungkin kita adalah salah satu perusahaan teknologi di Asia Tenggara yang saat ini berhasil mencatatkan kontribusi margin yang positif. Tapi ke depannya PT kita banyak, kita harus membawa perusahaan ini adjusted EBITDA nya positif,” imbuh Teddy.

Bukalapak membukukan laba operasional sebesar Rp 3.533 miliar pada September 2022, atau mengalami peningkatan sebesar 391 persen dari rugi operasional sebesar Rp 1,22 triliun pada September 2021, terutama disebabkan oleh laba nilai investasi marked-to-market dari PT Allo Bank Tbk.

Oleh karena itu, Perseroan juga mencatat laba bersih sebesar Rp 3,62 triliun pada September 2022, atau meningkat sebesar 421 persen dari rugi bersih sebesar Rp 1,13 triliun pada September 2021.

4 dari 4 halaman

Jurus Bukalapak Genjot Pendapatan hingga Take Rate

PT Bukalapak.com (BUKA) berencana genjot pertumbuhan take rate yang sempat turun pada kuartal III 2022. Sebagai gambaran, take rate dapat diartikan sebagai biaya atau komisi yang dikenakan oleh pasar atas transaksi yang dilakukan oleh penjual pihak ketiga atau penyedia layanan.

Take rate menjadi salah satu pemasukan bagi perusahaan berbasis teknologi. Pada kuartal III 2022, take rate Bukalapak tercatat sebesar 2,17 persen, turun 29 bps secara kuartalan (quarter to quarter/qoq). take rate mitra tercatat sebesar 2,42 persen dan marketplace 1,9 persen.

Secara kumulatif hingga September 2022, take rate Bukalapak naik 140 bps menjadi 2,31 persen dari 1,53 persen pada September 2021. Di mana take rate Mitra tercatat sebesar 2,64 persen dan marketplace 1,91 persen.

"Kami mulai agresif menaikkan take rate di akhir kuartal ketiga. Kami mengharapkan akan terjadi kenaikan atas take rate itu di kuartal keempat 2022," kata Presiden Bukalapak, Teddy Oetomo dalam Temu Media Virtual, Jumat (4/11/2022).

Bersamaan dengan itu, perseroan memiliki fokus pada kinerja operasional perseroan dengan mengejar adjusted EBITDA positif sebagai indikator kinerja perseroan. Salah satu strateginya, perseroan akan berusaha untuk meningkatkan pendapatan yang diikuti dengan manajemen cost seefisien mungkin.

“Kita akan terus berusaha untuk tingkatkan revenue perusahaan dengan tanpa disertai kenaikan biaya berlebih, sehingga dapat memberikan peningkatan overall contribution margin. Di saat yang sama, kita lakukan evaluasi terhadap cost item,” terang Teddy.

 

 

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS