Sukses

Harga Kripto Hari Ini 25 September 2022: Bitcoin Betah di Zona Merah

Liputan6.com, Jakarta - Harga bitcoin dan kripto teratas lainnya kembali melemah pada perdagangan Minggu, 25 September 2022. Mayoritas kripto jajaran teratas berada di zona merah.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Minggu (25/9/2022),  kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, bitcoin (BTC) melemah 0,93 persen dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan terakhir, harga bitcoin anjlok 5,4 persen. Saat ini, harga bitcoin berada di posisi USD 18.956,68 atau sekitar Rp 285,38 juta (asumsi kurs Rp 15.055 per dolar AS).

Demikian juga harga ethereum (ETH). Harga ethereum susut 0,30 persen dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan, harga ethereum merosot 9,25 persen. Kini, harga ethereum berada di posisi USD 1.320,91 atau sekitar Rp 19,87 juta.

Kemudian, harga binance coin (BNB) kembali berada di zona merah. Harga BNB turun 0,87 persen dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan, harga BNB tergelincir 0,63 persen. Saat ini, harga BNB berada di posisi USD 275,56 atau sekitar Rp 4,14 juta.

Harga XRP juga berada di zona merah dalam 24 jam terakhir. Harga XRP melemah 3,34 persen. Akan tetapi, selama sepekan terakhir, harga XRP melambung 30,85 persen.

Harga cardano (ADA) turun 1,62 persen dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan terakhir, harga cardano merosot 5,99 persen.

Demikian juga harga solana (SOL) berada di zona merah. Hrga solana susut 1,37 persen dalam 24 jam terakhir. Akan tetapi, selama sepekan terakhir, harga solana menguat tipis 0,05 persen.

Harga dogecoin (DOGE) susut 5,77 persen dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan, harga dogecoin menguat 2,6 persen.

Stablecoin seperti tether (USDT) naik tipis 0,01 persen selama 24 jam terakhir. Dalam sepekan terakhir, harga tether berada di zona hijau. Harga tether berada di posisi USD1,00.

Harga USD Coin (USDC) berada di zona hijau dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan terakhir, harga USDC naik tipis 0,01 persen. Harga USDC berada di posisi USD 1,00.

Harga binance USD (BUSD) naik 0,01 persen selama 24 jam terakhir. Dalam sepekan terakhir, harga BUSD bertambah 0,03 persen. Kini, harga binance USD berada di posisi USD 1,00.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 4 halaman

Mengenal Platform NFT Berbasis Blockchain Ethereum Rarible

Sebelumnya, Rarible adalah platform berbasis Ethereum yang memfasilitasi pembuatan, penjualan, dan pembelian hak kepemilikan atas karya seni digital melalui Non Fungible Token (NFT). 

Dilansir dari situs pertukaran kripto Gemini, NFT adalah aset digital unik yang digunakan untuk mewakili barang-barang unik seperti koleksi dan karya seni.

Rarible menggunakan dua standar token yaitu NFT ERC-721, yang memungkinkan pembuatan item unik satu kali, dan ERC-1155, yang memungkinkan pembuatan beberapa edisi item.

Meskipun platform NFT Rarible diluncurkan sebagai operasi terpusat, pembuatnya berencana untuk mendesentralisasikannya secara bertahap dari waktu ke waktu, pada akhirnya menyerahkan kendali ke organisasi otonom terdesentralisasi (DAO) yang akan dijalankan oleh komunitas Rarible.

 

3 dari 4 halaman

Token Tata Kelola Rarible

Token Tata Kelola Rarible

Rarible berencana untuk mencapai ini melalui token tata kelola RARI Coin, yang memberi pengguna hak untuk berpartisipasi dalam tata kelola platform. Pada 2021, Rarible mengumumkan mereka akan meluncurkan pasar di blockchain Flow Dapper Labs, yang dirancang untuk meng-host aplikasi dan memfasilitasi transaksi cepat.

Fitur Rarible

Untuk memanfaatkan pasar NFT berbasis Ethereum dari Rarible, pengguna harus terlebih dahulu memiliki dompet Ethereum seperti dompet Metamask, Argent, atau Coinbase dan beberapa ether (ETH). 

Pengguna dapat membeli ETH melalui pertukaran, atau di platform kripto Rarible dengan kartu kredit. Setelah pengguna menautkan dompet, mereka dapat menelusuri pasar NFT Rarible untuk item yang akan dibeli. 

Platform ini menampilkan penjual teratas dan koleksi seni NFT, dan memungkinkan Anda untuk mencari NFT melalui kategori seperti fotografi, game, dan meme. Penjual NFT dapat memilih apakah akan menetapkan harga jual tetap untuk aset mereka, atau melakukan lelang.

 

4 dari 4 halaman

CEO JPMorgan Sebut Kripto Seperti Bitcoin Adalah Skema Ponzi Terdesentralisasi

Sebelumnya, CEO JPMorgan, Chase Jamie Dimon mengatakan dalam sidang kongres AS token kripto, seperti bitcoin, adalah skema Ponzi terdesentralisasi. Dia mengatakan kepada anggota parlemen sangat skeptis pada token kripto. 

"Saya sangat skeptis pada token kripto yang Anda sebut mata uang, seperti bitcoin. Mereka adalah skema Ponzi yang terdesentralisasi,” ujar Dimon dikutip dari Bitcoin.com, Jumat (23/9/2022). 

Bos JPMorgan melanjutkan dengan referensi miliaran dolar hilang setiap tahun melalui kripto, menghubungkan cryptocurrency dengan kejahatan seperti pembayaran ransomware, pencucian uang, perdagangan seks, dan pencurian. Dia menekankan kripto itu "berbahaya".

Eksekutif JPMorgan juga berbicara tentang stablecoin, yang menurutnya tidak akan bermasalah dengan regulasi yang tepat. 

“Tidak ada yang salah dengan stablecoin , yang seperti dana pasar uang, diatur dengan benar,” kata Dimon. 

Mengenai blockchain, dia menegaskan JPMorgan adalah pengguna besar blockchain. Seorang skeptis bitcoin lama, Dimon telah memperingatkan investor pada beberapa kesempatan untuk berhati-hati dalam berinvestasi dalam cryptocurrency. 

Dia selalu memperingatkan mereka tidak memiliki nilai intrinsik. Dia sebelumnya mengatakan bitcoin tidak berharga dan mempertanyakan persediaan BTC yang terbatas. 

Kepala JPMorgan, bagaimanapun, telah berulang kali mengatakan jika inovasi seperti blockchain dan defi adalah nyata. Pada Mei, bank investasi global mengatakan mereka mengharapkan peningkatan penggunaan blockchain di bidang keuangan.

Di sisi lain, JPMorgan menawarkan beberapa investasi terkait kripto, memiliki JPM Coin sendiri, dan memiliki lounge di metaverse. Analis JPMorgan juga lebih optimis tentang bitcoin dan cryptocurrency daripada CEO bank. 

Pada Mei, analis JPMorgan Nikolaos Panigirtzoglou menerbitkan sebuah laporan yang menyatakan bank telah menggantikan real estat dengan aset digital sebagai kelas aset alternatif pilihan bersama dengan dana lindung nilai.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.