Sukses

Rumania Bakal Simpan Dokumen Negara dalam Bentuk NFT

Liputan6.com, Jakarta - Institut Nasional untuk Penelitian dan Pengembangan Informatika (ICI) Rumania telah mengumumkan program nasional baru yang memanfaatkan teknologi blockchain. Teknologi ini akan dimanfaatkan untuk mengakses, mentransfer, dan menyimpan dokumentasi resmi warganya. 

Dijuluki 'Sistem Nasional untuk Penerbit dan Aset Rumania' (NSIDA), upaya ini memiliki tujuan akhir untuk meningkatkan kemampuan dalam memperoleh dan mengelola dokumentasi penting pemerintah seperti akta kelahiran, surat izin mengemudi, dan akta tanah atau properti.

Dilansir dari nftplazas, Senin (1/8/2022), NFT akan menjadi media di mana dokumen tersebut disimpan, dengan masing-masing formulir diharapkan diberikan padanan yang tidak dapat dipertukarkan yang akan disimpan di blockchain Elrond. Blockchain Elrond dikenal sangat skalabel dan ramah lingkungan. 

Meskipun begitu, negara tetap memberlakukan dokumen fisik. Upaya ini juga akan mencakup peluncuran pasar NFT yang eksklusif dan aman di mana warga negara akan dapat memperoleh dokumen pemerintah yang diverifikasi tanpa harus melakukan tugas berat mengunjungi kantor resmi untuk mengambilnya secara langsung.

Pada masa depan, dan setelah peluncuran NSIDA (yang masih belum diberikan tanggal inisiasi), ICI akan mendalami cara menggunakan layanan Elrond lebih jauh lagi. Hal ini untuk membangun jaringan terdesentralisasi untuk sumber daya publik yang penting di negara tersebut.

Penggunaan teknologi blockchain seperti itu, yang selalu dibayangkan oleh banyak penggemar NFT. Ini adalah contoh utama bagaimana Web3 benar-benar merupakan tahap selanjutnya dalam evolusi teknologi dalam masyarakat manusia. 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 5 halaman

Platform NFT Opensea Pangkas 20 Persen Karyawan

Sebelumnya, Platform NFT terbesar di dunia, Opensea, memangkas 20 persen tenaga kerjanya. Informasi tersebut datang langsung dari CEO OpenSea Devin Finzer, yang men-tweet screenshot dari pesan Slack yang dia kirim ke seluruh staf perusahaan pada Kamis. 

Dilansir dari Yahoo Finance, Finzer menyalahkan ketidakstabilan ekonomi di sekitar kripto secara khusus dan ekonomi secara luas untuk pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan. Pemotongan tersebut, akan mempersiapkan perusahaan jika terjadi penurunan yang berkepanjangan.

"Perubahan yang kami buat hari ini menempatkan kami pada posisi untuk mempertahankan landasan runway beberapa tahun di bawah berbagai skenario musim dingin kripto (5 tahun pada volume saat ini), dan memberi kami keyakinan tinggi bahwa kami hanya perlu melalui proses ini sekali,” kata dia, dikutip dari Yahoo Finance, Jumat, 15 Juli 2022.

Karena Opensea tidak mengungkapkan jumlah karyawannya, tidak jelas secara pasti berapa banyak orang yang terkena dampak pemangkasan karyawan tersebut.

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

3 dari 5 halaman

Selanjutnya

TechCrunch mencatat halaman LinkedIn perusahaan menunjukkan memiliki 769 karyawan, yang berarti sekitar 150 orang kehilangan pekerjaan. 

Pesan Slack, Finzer menyatakan staf yang terkena dampak akan mendapatkan pesangon yang murah hati dan cakupan perawatan kesehatan hingga 2023.

Pada Januari perusahaan mengumpulkan USD 300 juta dalam pendanaan modal ventura, yang menurut Finzer akan digunakan untuk mempekerjakan 90 karyawan baru dan membentuk dana untuk pembuat konten. Finzer tidak menyebutkan dolar investor baru dalam memonya kepada karyawan.

Sementara itu, Opensea bergabung dengan kelompok raksasa crypto terkemuka yang sedang berkembang yang telah mengalami PHK musim panas ini. 

Coinbase memangkas lebih dari 1.100 pekerjaan terakhir, juga mengutip musim dingin crypto dan ekonomi yang sulit.

Bahkan,  pada  Juni, BlockFi memberhentikan sekitar 20 persen stafnya (atau sekitar 200 orang) dan Crypto.com memberhentikan 260 pekerja  hanya beberapa bulan setelah menandatangani kesepakatan USD 700 juta atau Rp 10 triliun untuk hak penamaan Staples Center di Los Angeles.

 

4 dari 5 halaman

Email Pengguna OpenSea Bocor, Perusahaan Ingatkan Soal Serangan Phising

Sebelumnya, OpenSea, pasar NFT terbesar berdasarkan volume perdagangan, telah mengalami pelanggaran data setelah seorang karyawan di Customer.io, mitra pengiriman email OpenSea membocorkan data pengguna.

Dilansir dari Decrypt, Senin (4/7/2022), dalam sebuah posting blog, pihak OpenSea mengatakan seorang karyawan Customer.io menyalahgunakan akses karyawan mereka untuk mengunduh dan berbagi alamat email yang disediakan oleh pengguna OpenSea dan pelanggan dengan pihak eksternal yang tidak sah.

Menurut OpenSea, semua pelanggan yang telah membagikan email mereka dengan platform harus berasumsi mereka telah terkena dampak pelanggaran tersebut. Perusahaan menambahkan ini dapat mengakibatkan “kemungkinan yang lebih tinggi untuk upaya phishing email yang mencoba meniru OpenSea.”

OpenSea mengatakan aktor jahat mungkin mencoba menghubungi pelanggan melalui email yang berasal dari domain yang mirip dengan OpenSea.io, seperti OpenSea.org dan OpenSea.xyz.

Beberapa pengguna OpenSea turun ke Twitter untuk membagikan tangkapan layar yang menunjukkan OpenSea menghubungi mereka melalui email untuk memberi tahu mereka tentang pelanggaran tersebut.

 

 

 

5 dari 5 halaman

Bukan Pertama Kali

Perusahaan menambahkan mereka membantu Customer.io dalam penyelidikan yang sedang berlangsung, dan telah melaporkan insiden tersebut ke penegak hukum.

Meskipun perusahaan yang berfokus pada kripto biasanya lebih memperhatikan aspek keamanan operasi mereka, ini bukan pertama kalinya ruang tersebut terkena kebocoran data besar.

Pada Maret, pelanggaran data di HubSpot, perusahaan perangkat lunak manajemen hubungan pelanggan yang populer, mengakibatkan peretas mencuri data pelanggan dari Circle, BlockFi, Pantera Capital, NYDIG, dan perusahaan kripto terkemuka lainnya.

Bulan lalu, OpenSea juga mengalami server Discord disusupi dan dibanjiri iklan phishing yang mempromosikan penipuan NFT yang ditawarkan dalam kemitraan dengan YouTube.

Pada Januari, platform NFT itu menjadi korban salah satu serangan paling dahsyat hingga saat ini, di mana peretas menggunakan exploit untuk membeli beberapa NFT jauh di bawah nilai pasarnya. 

OpenSea kemudian mengganti sekitar USD 1,8 juta atau sekitar Rp 26,9 juta kepada pengguna yang secara tidak sengaja menjual NFT mereka.