Sukses

Penjualan NFT Bulanan Turun 65,43 Persen

Liputan6.com, Jakarta - Selama dua tahun terakhir, Non Fungible Token (NFT) telah menjadi sangat populer dan menjadi industri bernilai miliaran dolar dalam waktu yang relatif singkat. 

Dilansir dari Bitcoin.com, Selasa (21/6/2022), belakangan ini minat dan penjualan NFT telah menurun secara signifikan, dan metrik penjualan NFT bulanan menunjukkan penurunan bertahap selama beberapa bulan terakhir. 

Statistik penjualan NFT selama 30 hari dari portal web analitik cryptoslam.io mengungkapkan penjualan NFT telah turun 65,43 persen sejak bulan lalu.

Bulan sebelumnya, USD 4,6 miliar atau sekitar Rp 66,4 triliun dalam penjualan NFT tercatat di 17 blockchain yang berbeda, tetapi selama 30 hari terakhir, hanya USD 1,59 miliar dalam penjualan NFT yang diselesaikan.

Penjualan NFT yang berasal dari blockchain ethereum adalah yang paling dominan, meraih USD 1,31 miliar dari USD 1,59 miliar yang diselesaikan. Namun, penjualan NFT berbasis ETH turun 67,99 persen di antara 250.925 pembeli dan 1.047.363 transaksi.

Banyak blockchain lain telah mengalami penurunan penjualan NFT besar-besaran selama 30 hari terakhir, seperti penjualan NFT Polygon turun 70,86 persen, penjualan NFT Ronin turun 70,26 persen, penjualan NFT blockchain Wax mengalami penurunan sekitar 43,89 persen, dan NFT Avalanche turun 91,43 persen.

Bored Ape Yacht Club (BAYC) adalah koleksi terbesar kedua dalam hal penjualan NFT dengan USD 119 juta tercatat. Namun penjualan NFT BAYC secara keseluruhan telah turun 62,44 persen lebih rendah dari bulan sebelumnya. 

Dari lima besar, koleksi NFT Azuki dan Goblintown adalah satu-satunya proyek yang memperoleh keuntungan 30 hari.

Data Google Trends (GT) di seluruh dunia menunjukkan minggu ini istilah penelusuran "NFT" telah turun ke titik terendah sejak minggu pertama Oktober 2021. Statistik mingguan untuk 29 Mei hingga 4 Juni menunjukkan istilah penelusuran "NFT" telah turun ke skor 23 dari 100. 

Terakhir kali minat NFT serendah ini, setidaknya menurut metrik kueri GT, adalah selama 3 Oktober hingga 9 Oktober 2021. Istilah penelusuran "NFT" mendapat skor tinggi 100 selama 16 hingga 22 Januari 2022, tetapi minat penelusuran telah turun lebih rendah sejak hari itu.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Cegah Pencurian Musik NFT, Platform Korea Selatan Daftarkan Paten

Sebelumnya, platform berbagi musik Korea Selatan, Koong World, belum lama ini mengumumkan pendaftaran paten pencegahan pencurian musik berbasis Non Fungible Token (NFT). 

Menggunakan paten ini, platform berbagi musik bertujuan untuk menyelesaikan masalah perlindungan hak cipta di pasar musik yang berkembang pesat.

Sejak diluncurkan pada 2021, platform ini sekarang memiliki lebih dari 2 juta anggota dan lebih dari 40.000 lagu terdaftar. 

Menurut sebuah laporan oleh Forkast, Koong World dianugerahi pendaftaran paten oleh Kantor Kekayaan Intelektual Korea pada 14 April 2022. Laporan lain oleh FN News mengatakan paten tersebut adalah untuk “metode penyediaan layanan yang dilakukan pada server platform musik menggunakan NFT berbasis blockchain.”

Dalam komentarnya setelah pendaftaran paten, ketua Koong World, Kim Han-jo, menjelaskan bagaimana paten membantu seniman melindungi kekayaan intelektual mereka. 

“Berdasarkan paten ini, kami memberikan kesempatan untuk memecahkan masalah perlindungan hak cipta di pasar musik yang berkembang pesat, dan pada saat yang sama menerapkan sertifikat digital untuk semua produk di e-commerce,” ujar Han-jo, dikutip dari Bitcoin.com, Rabu (15/6/2022). 

Hal ini telah menjadi masalah dalam transaksi produk online. Kami berencana untuk segera merilis teknologi untuk menyelesaikan kontroversi pemalsuan,” lanjut dia.

Laporan itu juga mengatakan paten NFT Koong World, yang telah digambarkan sebagai yang pertama dari jenisnya, diharapkan dapat membantu "menjamin" keuntungan yang diperoleh pencipta musik.

3 dari 4 halaman

Studio Game Blizzard Ajukan Polling Tentang Kripto dan NFT

Sebelumnya, Blizzard, studio pengembangan game yang menciptakan waralaba seperti Starcraft, Warcraft, dan Overwatch, melakukan polling kepada beberapa gamer tentang pendapat mereka tentang NFT dan mekanika play-to-earn.

Dilansir dari Bitcoin.com, Minggu (5/6/2022), jajak pendapat tersebut berkonsultasi dengan para pemain tentang masalah yang mencakup topik lain yang lebih umum untuk perusahaan game, seperti augmented reality dan cloud gaming.

Namun, ada bagian yang menanyakan langsung tentang pendapat dan perasaan para pengguna ini tentang penyertaan elemen NFT dan cryptocurrency di beberapa kekayaan intelektual game perusahaan. 

Meskipun survei tersebut tidak secara langsung menunjukkan penerapan mekanika ini ke dalam game apa pun, survei tersebut menimbulkan kekhawatiran di beberapa gamer tentang kemungkinan hal ini sedang dikerjakan.

Namun, kepala Blizzard, Mike Ybarra, membantah gagasan itu dengan menyatakan, "Tidak ada yang melakukan NFT".

4 dari 4 halaman

NFT di Masa Depan

Penggemar Blizzard dikejutkan oleh jawaban Ybarra dan survei yang menganggap situasinya tidak logis. Namun, jajak pendapat ini mungkin terkait dengan masa depan Activision Blizzard setelah akuisisi yang diumumkan oleh Microsoft senilai hampir USD 69 miliar atau sekitar Rp 995,7 triliun pada Januari.

NFT dan fenomena play-to-earn telah menjadi topik perdebatan hangat di antara para gamer, yang telah menunjukkan penolakan terhadap penerapan elemen-elemen ini dalam permainan tradisional. 

Namun, beberapa perusahaan sudah memasukkannya ke dalam rencana bisnis mereka, bahkan berinvestasi di perusahaan yang bergerak di bidang tersebut.

Salah satu perusahaan yang paling pro-kripto adalah Ubisoft, yang telah meluncurkan pasar NFT-nya sendiri, yang disebut Quartz, dan telah mendukung Animoca Brands, perusahaan di balik The Sandbox, salah satu platform berbasis metaverse yang paling terkenal. 

Presiden Square Enix Yosuke Matsuda juga telah menyatakan dukungan untuk jenis fitur ini, menyoroti manfaatnya dalam surat tahun baru.