Liputan6.com, Jakarta - Setiap orang membawa kenangan masa kecilnya ke mana pun ia melangkah, termasuk saat sudah dewasa dan menghadapi tekanan hidup sehari-hari. Riset psikologi terbaru menunjukkan bahwa masa kecil bahagia yang akan dibawa hingga dewasa punya pengaruh nyata pada kesehatan fisik, kondisi mental, hingga cara seseorang menjalin hubungan dengan orang lain.
Fenomena ini bukan sekadar nostalgia atau rasa haru saat mengenang masa lalu. Sejumlah studi ilmiah, termasuk yang dipublikasikan American Psychological Association (APA), menemukan bahwa kualitas hubungan dengan orang tua di masa kecil ikut membentuk kondisi kesehatan dan kesejahteraan seseorang puluhan tahun kemudian, bahkan hingga usia lanjut.
Berikut ini adalah tujuh pengaruh masa kecil bahagia yang akan dibawa hingga dewasa yang telah dilansir oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Kamis (3/9/2026). Simak ulasan selengkapnya di bawah ini.
Advertisement
1. Kesehatan Fisik Lebih Terjaga hingga Usia Lanjut
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339658/original/017837400_1788423815-22771.jpg)
Kenangan masa kecil yang bahagia ternyata berkaitan langsung dengan kondisi fisik seseorang, bahkan puluhan tahun setelah masa kecil itu berlalu. Studi yang dipublikasikan American Psychological Association menemukan bahwa orang dengan kenangan kasih sayang orang tua yang kuat cenderung punya lebih sedikit penyakit kronis di usia lanjut.
Penelitian ini dipimpin William J. Chopik, PhD, dari Michigan State University, yang menganalisis data lebih dari 22.000 partisipan dari dua survei nasional Amerika Serikat. "Kami tahu bahwa ingatan berperan besar dalam cara kita memaknai dunia," ujar Chopik, seperti dikutip dari situs resmi APA, menjelaskan bagaimana ingatan membentuk cara seseorang menjalani hidup.
Dari sisi klinis, temuan ini masuk akal karena kenangan masa kecil yang positif turut membentuk pola koping seseorang terhadap tekanan hidup. Semakin stabil fondasi emosional sejak dini, semakin kecil kemungkinan tubuh terus-menerus berada dalam kondisi stres kronis yang memicu berbagai penyakit di kemudian hari.
Advertisement
2. Risiko Depresi di Usia Dewasa Jadi Lebih Rendah
Selain kesehatan fisik, masa kecil bahagia yang akan dibawa hingga dewasa juga berdampak pada kesehatan mental, khususnya risiko depresi. Studi yang sama menemukan bahwa partisipan dengan kenangan hubungan hangat bersama orang tua memiliki gejala depresi yang jauh lebih ringan di usia paruh baya maupun lanjut usia.
Uniknya, efek ini tidak melemah meski kenangan yang diingat sudah berusia puluhan tahun. "Temuan yang paling mengejutkan adalah kami mengira efeknya akan memudar seiring waktu," ujar Chopik, sebagaimana dilaporkan ScienceDaily, karena partisipan mengingat peristiwa yang terjadi lebih dari 50 tahun sebelumnya.
Temuan ini menegaskan bahwa kenangan bahagia bukan sekadar arsip masa lalu yang pasif. Ingatan itu tampaknya terus "bekerja" secara psikologis, membantu seseorang menjaga perspektif yang lebih positif terhadap dirinya sendiri maupun kehidupan yang sedang dijalani saat ini.
3. Membantu Menurunkan Stres dan Mendukung Gaya Hidup Sehat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339659/original/028728100_1788423815-2149346984.jpg)
Efek masa kecil bahagia terhadap tubuh dan pikiran ternyata punya mekanisme yang cukup logis: mengurangi stres harian. Mengutip laman resmi Departemen Psikologi, para peneliti menemukan bahwa kenangan indah masa kecil membantu seseorang merasa lebih tenang dan positif dalam menjalani rutinitas sehari-hari.
Rasa tenang ini kemudian berdampak pada pilihan gaya hidup. Menurut laman tersebut, kenangan bahagia membuat seseorang lebih mudah bangkit dari tekanan, sehingga lebih konsisten menjaga pola makan sehat dan rutin berolahraga.
Dengan kata lain, masa kecil bahagia bukan cuma soal perasaan hangat di hati. Ia ikut membentuk kebiasaan konkret yang berdampak langsung pada kualitas hidup, mulai dari kualitas tidur, pola makan, hingga konsistensi seseorang menjaga kesehatannya sendiri.
Advertisement
4. Kedekatan dengan Ayah dan Ibu Sama-Sama Berperan
Banyak orang mengasosiasikan kehangatan masa kecil hanya dengan sosok ibu, padahal riset menunjukkan peran ayah sama pentingnya. Studi Chopik dan Robin S. Edelstein dari University of Michigan menemukan bahwa dukungan ayah di masa kecil juga berkaitan dengan lebih sedikit gejala depresi di usia dewasa.
"Kami menemukan bahwa kenangan baik tampaknya memberi efek positif pada kesehatan dan kesejahteraan," ungkap Chopik, seperti dikutip Healio, seraya menambahkan bahwa efek ini kemungkinan bekerja lewat penurunan stres dan dorongan menjaga kebiasaan sehat sepanjang hidup.
Temuan ini penting untuk meluruskan persepsi bahwa pengasuhan yang berdampak besar hanya datang dari satu pihak. Kehangatan dari kedua orang tua, dengan caranya masing-masing, sama-sama menyumbang fondasi emosional yang akan terus dibawa seseorang hingga dewasa.
5. Jadi Bekal Ketahanan Mental Menghadapi Kesulitan Hidup
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339660/original/039046600_1788423815-33597.jpg)
Selain berdampak pada kesehatan, kenangan masa kecil bahagia juga membentuk resiliensi atau daya tahan seseorang saat menghadapi masalah. Menurut Psychology Today, orang dengan jumlah pengalaman dan hubungan positif terbanyak di masa kecil cenderung memiliki tingkat depresi dan gangguan kesehatan mental yang paling rendah di kemudian hari.
Menariknya, pola ini tetap konsisten meski seseorang juga pernah mengalami hal-hal sulit semasa kecil. "Kaitan ini tetap berlaku bahkan pada orang dewasa yang juga pernah mengalami sejumlah kesulitan," tulis Psychology Today, menegaskan bahwa efek pelindung dari pengalaman positif tetap bekerja di tengah tantangan.
Artinya, ketahanan mental bukan cuma soal seberapa berat masalah yang dihadapi seseorang, tapi juga seberapa kuat fondasi emosional yang sudah terbentuk sejak dini. Fondasi itulah yang kerap jadi pembeda antara seseorang yang mudah terpuruk dan yang mampu bangkit lebih cepat.
Advertisement
6. Berfungsi sebagai Pelindung, Bukan Sekadar Penghapus Trauma
Satu hal yang penting dipahami: masa kecil bahagia bukan berarti menghapus dampak dari pengalaman buruk yang mungkin juga dialami seseorang. Studi di jurnal Pediatrics milik American Academy of Pediatrics justru menunjukkan bahwa pengalaman positif bekerja sebagai faktor pelindung yang berdiri sendiri.
Para peneliti dalam jurnal tersebut menyimpulkan bahwa pengalaman masa kecil yang positif berperan dalam meningkatkan ketahanan kesehatan seseorang, sekaligus melindungi dari kondisi mental dan fisik yang buruk di kemudian hari.
Dengan kata lain, dampak baik dan dampak buruk dari masa kecil bisa berjalan beriringan, saling memengaruhi hasil akhirnya di usia dewasa. Semakin banyak pengalaman positif yang dimiliki seseorang, semakin besar pula "modal" perlindungan yang ia bawa untuk menghadapi tantangan kesehatan mental maupun fisik.
7. Mendorong Perilaku Prososial di Usia Dewasa Muda
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339661/original/052584600_1788423815-2149215801.jpg)
Pengaruh masa kecil bahagia ternyata tidak berhenti pada diri sendiri, tapi juga menular ke cara seseorang memperlakukan orang lain. Studi tahun 2025 di Journal of Positive Psychology menemukan bahwa pengalaman masa kecil yang positif secara konsisten memprediksi perilaku prososial harian pada dewasa muda.
Penelitian yang dipimpin Feng Kong dari Shaanxi Normal University ini mengumpulkan data harian dari 147 dewasa muda selama 14 hari. Hasilnya, "pengalaman masa kecil yang positif secara positif memprediksi perilaku prososial harian, setelah memperhitungkan faktor usia, jenis kelamin, dan pengalaman masa kecil yang merugikan," tulis peneliti dalam kesimpulan studinya.
Temuan ini menunjukkan bahwa masa kecil bahagia bukan cuma investasi untuk kesejahteraan pribadi, tapi juga untuk kualitas hubungan sosial secara lebih luas. Orang yang tumbuh dengan pengalaman positif cenderung lebih mudah berempati, peduli, dan membantu orang-orang di sekitarnya saat dewasa.
Advertisement
Pertanyaan Seputar Pengaruh Masa Kecil Bahagia hingga Dewasa
1. Apakah kenangan masa kecil yang bahagia benar-benar memengaruhi kesehatan saat dewasa?
Ya. Studi American Psychological Association terhadap lebih dari 22.000 partisipan menemukan bahwa kenangan kasih sayang orang tua di masa kecil berkaitan dengan kesehatan fisik yang lebih baik dan gejala depresi yang lebih rendah di usia lanjut.
2. Apakah efek masa kecil bahagia hanya datang dari hubungan dengan ibu?
Tidak. Penelitian yang sama menunjukkan dukungan dari ayah juga berkaitan dengan berkurangnya gejala depresi, artinya kedekatan dengan kedua orang tua sama-sama berperan membentuk kesejahteraan di usia dewasa.
3. Apakah masa kecil bahagia bisa menghapus dampak buruk pengalaman traumatis?
Tidak sepenuhnya menghapus, tapi berfungsi sebagai penyangga. Riset di jurnal Pediatrics menunjukkan pengalaman masa kecil yang positif berperan independen dalam melindungi kesehatan mental dan fisik, terlepas dari ada tidaknya pengalaman buruk yang juga dialami.
4. Apakah orang yang masa kecilnya kurang bahagia tidak punya harapan sehat secara mental?
Tetap ada harapan. Faktor pelindung lain seperti hubungan suportif di usia dewasa, terapi, dan pola hidup sehat tetap bisa membantu, meski masa kecil yang bahagia memang memberi fondasi yang lebih kuat sejak awal.
5. Bagaimana masa kecil bahagia bisa memengaruhi cara seseorang bersikap ke orang lain saat dewasa?
Studi di Journal of Positive Psychology menemukan bahwa pengalaman masa kecil yang positif memprediksi perilaku prososial harian pada dewasa muda, seperti lebih mudah membantu dan peduli pada orang di sekitarnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339680/original/094165700_1788424535-cek_fakta_teddy.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333897/original/064209300_1787812486-cek_fakta_-_tebuireng.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339337/original/011380800_1788411813-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-03T120214.684.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1462305/original/017836600_1483611820-20170105-BBM-Naik-AY5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339657/original/004732200_1788423815-robert-collins-lP_FbBkMn1c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339610/original/074660000_1788421426-c02d4115-9d80-4356-9f03-037e69d4192a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5170003/original/041114600_1742561922-closeup-man-pours-pepper-into-salad.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339391/original/062627900_1788413970-10985.jpg)