Liputan6.com, Jakarta - Sejak zaman dahulu, manusia sudah mencoba memahami karakter dan perilaku setiap individu. Salah satu teori yang paling terkenal adalah teori 4 tipe kepribadian manusia yang berasal dari pemikiran Hippocrates, tokoh Yunani kuno. Teori ini membagi karakter seseorang berdasarkan temperamen yang dianggap paling dominan dalam dirinya.
Hingga sekarang, pembahasan tentang 4 tipe kepribadian manusia masih sering digunakan untuk memahami kebiasaan, cara berpikir, hingga gaya komunikasi seseorang. Meskipun bukan acuan mutlak, teori ini membantu banyak orang mengenali kelebihan dan kekurangan diri sendiri maupun orang lain.
Berikut ini telah Liputan6 susun mengenai 4 tipe kepribadian manusia tetap menarik untuk dipelajari hingga saat ini.
Advertisement
Teori Empat Temperamen
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5090291/original/070565500_1736573240-1736569747739_bipolar-dan-kepribadian-ganda.jpg)
Teori empat temperamen berasal dari konsep medis kuno bernama humorism yang diperkenalkan oleh Hippocrates. Menurut teori tersebut, tubuh manusia memiliki empat jenis cairan utama yang memengaruhi emosi dan perilaku seseorang.
Empat cairan tersebut dipercaya berkaitan dengan karakter tertentu. Perbedaan cairan yang paling dominan dianggap menjadi alasan mengapa setiap orang memiliki sifat dan kebiasaan yang berbeda.
Walaupun teori ini tidak sepenuhnya digunakan dalam psikologi modern, konsep empat temperamen masih sering dipakai sebagai gambaran umum untuk memahami karakter manusia.
1. Sanguinis, Si Ceria dan Penuh Semangat
Tipe sanguinis dikenal sebagai pribadi yang aktif, mudah bergaul, dan senang mencoba hal baru. Mereka biasanya terlihat antusias dalam berbagai situasi dan mudah menarik perhatian orang di sekitarnya.
Orang dengan karakter ini juga cenderung menyukai tantangan dan petualangan. Namun, karena mudah tertarik pada hal baru, mereka juga lebih cepat merasa bosan.
Ciri-Ciri Sanguinis
- Mudah bersosialisasi
- Optimistis dan ceria
- Suka menjadi pusat perhatian
- Senang mencoba pengalaman baru
- Mudah berubah minat
Pekerjaan yang Cocok
- Marketing
- Public speaker
- Desainer fesyen
- Chef atau juru masak
- Atlet dan pekerja kreatif
2. Plegmatis, Pribadi Tenang dan Damai
Plegmatis dikenal sebagai sosok yang kalem dan menyukai keharmonisan. Mereka biasanya menghindari konflik dan lebih nyaman menjaga hubungan yang hangat dengan orang lain.
Karakter ini juga terkenal penuh perhatian dan senang membantu sesama. Namun, karena terlalu fokus pada ketenangan diri, mereka terkadang terlihat pendiam dan sulit terbuka.
Ciri-Ciri Plegmatis
- Sabar dan tenang
- Menyukai kedamaian
- Setia dan penuh perhatian
- Tidak suka pertengkaran
- Pendiam dalam beberapa situasi
Pekerjaan yang Cocok
- Guru atau pengajar
- Perawat
- Konselor
- Psikolog
- Pekerja sosial
3. Koleris, Tegas dan Berjiwa Pemimpin
Koleris sering digambarkan sebagai pribadi yang kuat, berorientasi target, dan memiliki jiwa kepemimpinan tinggi. Mereka menyukai efisiensi dan tidak terlalu suka percakapan yang bertele-tele.
Karakter koleris juga cenderung logis, analitis, dan mampu mengambil keputusan dengan cepat. Karena fokus pada hasil, mereka sering terlihat tegas dalam bekerja.
Ciri-Ciri Koleris
- Percaya diri
- Suka memimpin
- Fokus pada tujuan
- Berpikir logis
- Mandiri dan disiplin
Pekerjaan yang Cocok
- Manajer
- Pebisnis
- Insinyur
- Programmer
- Analis data
4. Melankolis, Sensitif dan Perfeksionis
Melankolis dikenal sebagai tipe yang pemikir, sensitif, dan detail dalam melakukan sesuatu. Mereka sering mempertimbangkan berbagai sudut pandang sebelum mengambil keputusan.
Selain kreatif, orang melankolis juga biasanya sangat peduli terhadap perasaan orang lain. Namun, sifat perfeksionis membuat mereka terkadang mudah kecewa dan sulit melupakan pengalaman buruk.
Ciri-Ciri Melankolis
- Teliti dan detail
- Sensitif
- Kreatif
- Perfeksionis
- Sering berpikir mendalam
Pekerjaan yang Cocok
- Akuntan
- Administrasi
- Penulis
- Pekerja sosial
- Manajemen
Â
Â
Advertisement
Apakah Seseorang Bisa Memiliki Lebih dari Satu Karakter?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5090277/original/021706500_1736573202-1736569724870_perbedaan-bipolar-dan-kepribadian-ganda.jpg)
Banyak orang tidak hanya memiliki satu tipe temperamen saja. Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang bisa menunjukkan kombinasi dua karakter sekaligus, misalnya sanguinis-melankolis atau koleris-plegmatis.
Kombinasi tersebut membuat kepribadian manusia menjadi lebih kompleks dan unik. Karena itu, teori empat temperamen sebaiknya digunakan sebagai gambaran umum, bukan sebagai penilaian mutlak terhadap seseorang.
Seberapa Akurat Teori Empat Temperamen?
Teori empat temperamen memang populer, tetapi karakter manusia sebenarnya dipengaruhi banyak faktor, seperti lingkungan, pengalaman hidup, pola asuh, dan kebiasaan sehari-hari.
Psikologi modern memiliki berbagai metode lain untuk memahami kepribadian seseorang. Meski begitu, teori ini tetap bermanfaat sebagai alat refleksi diri agar seseorang lebih memahami potensi dan kelemahannya.
Dengan mengenali karakter diri sendiri, seseorang bisa lebih mudah mengembangkan kelebihan sekaligus memperbaiki kekurangan yang dimiliki.
Â
Pertanyaan Seputar 4 Tipe Kepribadian Manusia
1. Apa saja 4 tipe kepribadian manusia?
Empat tipe tersebut adalah sanguinis, koleris, melankolis, dan plegmatis.
2. Siapa pencetus teori empat temperamen?
Teori ini berasal dari Hippocrates, seorang tokoh Yunani kuno yang mengembangkan konsep humorism.
3. Apakah seseorang hanya memiliki satu tipe kepribadian?
Tidak selalu. Banyak orang memiliki kombinasi dua karakter yang dominan.
4. Tipe kepribadian mana yang paling cocok menjadi pemimpin?
Koleris sering dianggap cocok menjadi pemimpin karena tegas, fokus pada tujuan, dan mampu mengambil keputusan cepat.
5. Apakah teori empat temperamen masih relevan saat ini?
Masih cukup populer sebagai gambaran umum karakter manusia, meskipun psikologi modern memiliki pendekatan yang lebih luas dan kompleks.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463779/original/049305200_1767670885-Screenshot_2026-01-06_103951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919749/original/034086800_1723781524-000_36EC7XK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2892802/original/045596000_1566805482-20190826-Jokowi-sebut-kaltim-jadi-ibu-kota-baru-ANGGA-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3051584/original/034158100_1776315691-3972.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5097763/original/007875500_1737103639-Foto_tersenyum_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812235/original/087792300_1550019778-1709255D-BDFF-4E25-B45D-78CC996796BF.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263772/original/067560900_1782010379-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8452423/original/071248000_1782349365-neymar_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8621093/original/089503900_1782612244-063_2283639746.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262483/original/075097700_1781805987-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257797/original/022434900_1781257127-South_Africa_s_Themba_Zwane__11__receives_a_red_card.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262509/original/033331100_1781827688-063_2282269735.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257126/original/025840700_1781221894-AP26162777114808.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260379/original/084688000_1781589230-tj_verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259296/original/035877100_1781495343-_____________FIFAWorldCup.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8621898/original/023575700_1782614127-063_2283622576.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540345/original/069396100_1774710516-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5191138/original/093575100_1744937793-students-chatting-classroom_1098-2844.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2811607/original/039362700_1558419893-willy-dade-1314211-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3101717/original/022953200_1586853051-photo-of-woman-looking-at-the-mirror-774866.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6991494/original/014753600_1779760811-berbelanja_menggunakan_catatan.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2395232/original/025494800_1540809345-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6378297/original/087495500_1779253373-cara_membaca_karakter_dari_bentuk_wajah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2936895/original/014361600_1570786578-jason-briscoe-7MAjXGUmaPw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5627714/original/073793700_1778223438-kenapa-terkadang-musik-bisa-menempel-di-otak-anda.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5097763/original/007875500_1737103639-Foto_tersenyum_2.jpg)