Liputan6.com, Jakarta - Menciptakan kebun yang asri tidak selalu memerlukan biaya besar, terutama dalam menata tanaman merambat agar terlihat rapi dan estetis. Pemanfaatan barang bekas atau material sisa di sekitar rumah menjadi solusi cerdas untuk berhemat tanpa mengurangi fungsionalitas. Fokus utama proses ini terletak pada kreativitas merakit struktur pendukung yang kokoh namun tetap ringan.
Berikut Liputan6.com telah merangkum cara membuat teralis murah secara mandiri dengan bahan seadanya hingga langkah praktis perakitannya untuk tanaman rambat.
Teralis Ranting Pohon atau Bambu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5510399/original/078626600_1771827524-Gemini_Generated_Image_5wlwfb5wlwfb5wlw.jpg)
Teralis dari ranting pohon atau bambu merupakan solusi praktis karena materialnya mudah ditemukan di lingkungan sekitar tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Selain karena harga bahannya yang ekonomis, proses perakitannya sangat sederhana dan hanya memerlukan alat pertukangan dasar serta tali pengikat. Penggunaan bahan alami ini tidak hanya menghemat anggaran, tetapi juga memberikan sentuhan estetika organik yang menyatu sempurna dengan keasrian tanaman di area kebun atau halaman rumah.
Â
Alat dan Bahan:
- 3-4 batang bambu atau kayu sepanjang 2 meter
- Belahan bambu atau ranting kecil
- Tali rami, tali nilon, kawat fleksibel atau tali rafia
- Gergaji kayu
- Parang atau pisau besar
- Meteran
- Amplas kasar
Â
Langkah-Langkah Membuat:
1. Persiapan bahan dengan memilih kayu atau bambu yang sudah tua dan kering agar lebih awet. Bersihkan kulit luar bambu dan haluskan bagian yang tajam menggunakan amplas agar tidak melukai sulur tanaman saat merambat.
2. Potong kayu atau bambu sesuai ketinggian yang diinginkan menggunakan gergaji. Untuk palang horizontal, bambu bisa dibelah menjadi beberapa bagian kecil agar bobot teralis tidak terlalu berat.
3. Tancapkan 2 - 3 batang kayu atau bambu utama ke dalam tanah atau pot secara vertikal. Pastikan tertanam cukup dalam sekitar 30-50 cm agar mampu menopang beban tanaman rambat saat sudah rimbun.
4. Tempelkan belahan bambu atau ranting kecil secara melintang pada tiang utama. Buatlah pola koak-kotak atau pola menyilang seperti duri ikan.
5. Ikat setiap titik pertemuan antara bambu vertikal dan horizontal dengan kuat. Gunakan teknik ikatan silang agar struktur tidak mudah bergeser. Jika menggunakan kawat, gunakan tang untuk memastikan pilinan kawat benar-benar kencang.
6. Setelah teralis berdiri kokoh, dekatkan ujung tanaman rambat ke bagian bawah teralis. Ikat sulur tanaman dengan lembut menggunakan tali rami agar tanaman mulai belajar merambat mengikuti jalur yang telah dibuat.
Advertisement
Teralis Kawat Bekas
Teralis kawat memanfaatkan kawat jemuran lama yang sudah tidak terpakai untuk menciptakan struktur rambatan yang minimalis namun sangat kuat. Material ini menjadi pilihan murah karena ketahanannya terhadap karat dan cuaca, sehingga tidak perlu sering diganti meski terpapar hujan dan panas.Â
Penggunaannya pun sangat fleksibel karena kawat bisa diregangkan pada dinding, pagar, atau bingkai kayu kayu bekas dengan pola geometris yang modern. Selain hemat biaya karena menggunakan sistem upcycle, teralis kawat sangat efektif untuk tanaman dengan sulur halus karena permukaannya yang tipis memudahkan tanaman untuk melilit dengan erat.
Â
Alat dan Bahan:
- Kawat bekas jemuran
- Paku beton atau sekrup eye bolt
- Tang pemotong kawat
- Tang kombinasi
- Palu
- Meteran
Â
Langkah-Langkah Membuat:
1. Bersihkan kawat bekas dari debu atau sisa jemuran. Jika kawat dalam kondisi bengkok, luruskan secara manual atau menggunakan bantuan tang agar hasil tarikan kawat pada dinding terlihat rapi dan profesional.
2. Tentukan area dinding yang akan dijadikan tempat merambat. Ukur dan tandai titik-titik pemasangan paku. Pola yang paling umum adalah kotak-kotak (grid), diagonal (diamond), atau garis vertikal sederhana.
3. Pasang paku beton atau sekrup pada titik-titik yang sudah ditandai. Jangan menancapkan paku hingga habis dan sisakan jarak sekitar 1-2 cm dari dinding agar ada ruang bagi tanaman untuk melilitkan sulurnya di belakang kawat.
4. Lilitkan ujung kawat pada paku pertama dengan kuat. Tarik kawat menuju paku berikutnya sesuai pola yang diinginkan. Pastikan tarikan kawat cukup kencang agar tidak kendur saat menahan beban tanaman yang berat di kemudian hari.
5. Pada setiap titik paku, lilitkan kawat satu kali putaran sebelum melanjutkan ke paku berikutnya. Setelah semua pola terpenuhi, potong sisa kawat dengan tang pemotong dan tekuk ujungnya ke arah dalam agar tidak tajam dan membahayakan.
6. Pastikan semua paku sudah terpasang kokoh. Jika dirasa kurang kuat, tambahkan sedikit lem konstruksi atau semen instan pada lubang paku. Teralis kini siap digunakan untuk mengarahkan batang tanaman.
Pertanyaan Umum tentang Topik
1. Bahan apa yang paling mudah didapatkan secara gratis untuk teralis?
Ranting pohon yang jatuh, bilah bambu, dan kawat bekas jemuran adalah bahan yang paling mudah ditemukan di sekitar rumah tanpa mengeluarkan biaya besar.
2. Bagaimana cara agar teralis bambu atau kayu tidak cepat busuk di tanah?
Lapisi bagian bawah yang akan tertanam dengan pelapis anti air atau bungkus dengan plastik sebelum ditancapkan ke tanah untuk meminimalisir kontak dengan kelembapan.
3. Alat minimal apa yang harus disiapkan untuk merakit teralis sederhana?
Cukup siapkan gergaji kecil atau parang untuk memotong, tang untuk memotong kawat, dan tali pengikat seperti tali rami atau rafia.
4. Apakah kawat bekas jemuran cukup kuat menahan tanaman buah seperti timun?
Ya, kawat jemuran sangat kuat, asalkan penarikan kawat dilakukan secara kencang dan dipasang pada titik tumpu paku atau sekrup yang kokoh di dinding atau bingkai.
5. Berapa jarak ideal antar lubang atau kotak pada teralis?
Jarak yang ideal adalah sekitar 10 -15, yang mana cukup sempit untuk menyangga sulur tanaman kecil, namun cukup lebar untuk memudahkan tangan saat memangkas atau memanen.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8406223/original/090481000_1782289085-cek_fakta_-_insentif_guru_asn.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256117/original/079954000_1781147945-Tugas__29_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5575337/original/085582000_1778045275-cek_fakta_-_alat_pertanian_dan_bibit_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7812129/original/049676700_1780629323-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-05T101248.112.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3923461/original/ACg8ocLAePyHM4ktNNjVGCkbzP1ayB9wVyJVCu6KhlRUjokBaJirQBUF%3Ds200.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5454563/original/066828800_1766562822-Pemanfaatan_Teralis_Vertikal__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1860527/original/082452700_1734048766-pexels-david-kanigan-239927285-29558894.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5369225/original/064000000_1759459826-adidas-trionda-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8393441/original/064092700_1782273896-IMG-20260624-WA0015.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8393442/original/070756800_1782273896-IMG-20260624-WA0014.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8331592/original/085679400_1782201838-mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257368/original/081366600_1781236868-000_B6U83U4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262589/original/038165100_1781838673-AP26170082180731-Meksiko_vs_Korsel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4574324/original/025119000_1694607476-AP23256084001856.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258678/original/086617800_1781400963-000_B6Z32RM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8397156/original/089293200_1782278283-AP26174690236290.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8380798/original/058541300_1782259430-Didier_Deschamps.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8391143/original/089751400_1782271521-AP26174796770030.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262037/original/099209100_1781768223-desain_pagar_besi_dengan_jalur_khusus_untuk_tanaman_merambat.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261828/original/005353400_1781760067-HL_bunga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261682/original/028246500_1781753679-5103552759284206577.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5926326/original/000132000_1778824103-Gemini_Generated_Image_o8sb86o8sb86o8sb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258905/original/083297900_1781422607-YUHU_O.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8130476/original/088667700_1780982218-alamanda.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5549010/original/094739800_1775559171-Ide_Teras_dengan_Pagar_Tanaman_Sirih_Gading_Rambat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8130483/original/057235500_1780982220-Pagar_Roster_dengan_Tanaman_Alamanda.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256581/original/044411300_1781161938-anggur2.jpeg)