Liputan6.com, Jakarta - Trik membunuh rumput liar agar tidak tumbuh lagi menjadi solusi yang banyak dicari pemilik rumah dan pekebun. Rumput liar atau gulma sering tumbuh cepat, bahkan di sela-sela paving dan celah tembok. Jika tidak ditangani dengan tepat, rumput liar akan terus muncul meski sudah dicabut berkali-kali.
Masalah utama dari gulma adalah akarnya yang kuat dan menyebar di dalam tanah. Mencabut bagian atasnya saja tidak cukup untuk menghentikan pertumbuhannya. Karena itu, dibutuhkan metode yang benar agar rumput liar benar-benar mati hingga ke akar.
Berbagai cara bisa dilakukan, mulai dari metode alami hingga penggunaan bahan kimia. Namun, setiap cara memiliki teknik tersendiri agar hasilnya maksimal. Berikut Liputan6 memberikan beberapa trik efektif yang bisa Anda terapkan, Jumat (13/2/2026).
Advertisement
1. Cabut Hingga ke Akar Saat Tanah Lembap
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5461180/original/020148100_1767344896-unnamed_-_2026-01-02T160403.937.jpg)
Cara paling dasar namun sering kurang maksimal adalah mencabut rumput liar secara manual. Agar efektif, lakukan saat tanah dalam kondisi lembap, misalnya setelah hujan atau disiram air. Tanah yang lembap memudahkan akar tercabut utuh.
Gunakan alat bantu seperti garpu taman atau pencabut gulma agar akar tidak terputus. Jika akar tertinggal di dalam tanah, kemungkinan besar rumput akan tumbuh kembali. Karena itu, pastikan seluruh bagian akar benar-benar terangkat.
Metode ini cocok untuk area kecil seperti taman rumah atau sela pot tanaman. Meski membutuhkan tenaga lebih, cara ini aman dan ramah lingkungan. Konsistensi menjadi kunci agar gulma tidak sempat berkembang biak.
Advertisement
2. Gunakan Larutan Garam dan Air Panas
Larutan garam dapat menjadi alternatif alami untuk membunuh rumput liar. Campurkan garam dengan air panas, lalu siramkan langsung ke bagian akar dan daun gulma. Air panas membantu mempercepat proses kerusakan jaringan tanaman.
Namun, penggunaan garam harus dilakukan dengan hati-hati. Garam dapat memengaruhi kesuburan tanah jika digunakan berlebihan. Karena itu, metode ini lebih cocok untuk area non-tanaman seperti sela paving atau halaman berbatu.
Hindari menyiram tanaman yang ingin dipertahankan. Larutan ini bersifat non-selektif dan bisa membunuh tanaman lain di sekitarnya. Gunakan secukupnya agar tanah tidak menjadi terlalu asin.
3. Manfaatkan Cuka sebagai Herbisida Alami
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5491061/original/062610600_1770080692-Melarutkan_kombinasi_cuka_dan_soda_kue__Gemini_AI_.jpg)
Cuka dapur mengandung asam asetat yang dapat merusak daun dan batang gulma. Semprotkan cuka langsung ke bagian daun saat cuaca panas agar hasilnya lebih optimal. Paparan sinar matahari membantu proses pengeringan gulma.
Metode ini efektif untuk rumput liar berukuran kecil. Untuk gulma berakar kuat, mungkin diperlukan penyemprotan ulang beberapa kali. Pastikan penyemprotan dilakukan secara langsung dan tidak mengenai tanaman lain.
Cuka termasuk solusi yang relatif aman dibanding herbisida kimia. Namun, tetap gunakan dengan bijak agar tidak mengganggu keseimbangan tanah. Kombinasi dengan pencabutan manual akan memberikan hasil lebih maksimal.
Advertisement
4. Gunakan Mulsa untuk Menghambat Pertumbuhan
Mulsa adalah lapisan penutup tanah yang bisa berupa jerami, sekam, atau plastik khusus. Dengan menutup permukaan tanah, sinar matahari tidak dapat langsung mengenai benih gulma. Hal ini menghambat proses fotosintesis dan pertumbuhan.
Teknik ini efektif untuk kebun atau area tanam yang luas. Selain mencegah gulma, mulsa juga membantu menjaga kelembapan tanah. Tanaman utama pun akan tumbuh lebih optimal tanpa persaingan nutrisi.
Pemasangan mulsa sebaiknya dilakukan setelah area dibersihkan dari gulma. Dengan begitu, peluang rumput liar tumbuh kembali menjadi lebih kecil. Cara ini termasuk solusi jangka panjang yang cukup efektif.
5. Gunakan Herbisida Secara Selektif dan Terukur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463971/original/002076300_1767675162-Aplikasi_Herbisida_Kimia_Sebagai_Opsi_Terakhir.jpg)
Untuk area luas dengan pertumbuhan gulma masif, herbisida kimia bisa menjadi pilihan. Pilih herbisida sistemik yang mampu meresap hingga ke akar. Pastikan membaca petunjuk penggunaan agar dosisnya tepat.
Penggunaan herbisida harus dilakukan dengan alat pelindung diri. Hindari penyemprotan saat angin kencang agar cairan tidak menyebar ke tanaman lain. Penyemprotan sebaiknya dilakukan saat cuaca cerah.
Meski efektif, penggunaan herbisida sebaiknya menjadi opsi terakhir. Kombinasikan dengan metode alami untuk hasil lebih aman dan ramah lingkungan. Pengendalian gulma yang rutin akan mencegah pertumbuhan berulang.
Advertisement
People Also Ask
1. Mengapa rumput liar cepat tumbuh kembali?
Jawaban: Karena akarnya masih tertinggal di dalam tanah atau bijinya masih tersebar.
2. Apakah garam aman untuk membunuh rumput liar?
Jawaban: Aman jika digunakan secukupnya dan tidak pada area tanam utama.
3. Mana yang lebih efektif, cuka atau herbisida?
Jawaban: Herbisida lebih kuat untuk area luas, sedangkan cuka cocok untuk gulma kecil.
4. Apakah mulsa benar-benar bisa mencegah gulma?
Jawaban: Ya, karena menutup akses sinar matahari yang dibutuhkan gulma untuk tumbuh.
5. Kapan waktu terbaik membasmi rumput liar?
Jawaban: Saat cuaca cerah dan sebelum gulma berbunga atau menyebarkan biji.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288313/original/005703000_1783311841-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-06T103916.100.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3835760/original/050425800_1640739830-IMG-20211228-WA0174.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5344257/original/055252700_1757482470-WhatsApp_Image_2025-09-10_at_11.23.02.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5300706/original/025025800_1753923559-b35f2e22-0670-44e2-a12f-2686d58cf04e.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288078/original/014194100_1783298244-nor5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110984/original/061131000_1783049682-lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288177/original/067177000_1783307508-000_B9C82QK-Inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288136/original/097177200_1783304121-000_B9BW9YM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288067/original/059957100_1783296963-000_B9BZ2NC-Neymar.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288146/original/094182100_1783304694-000_B9C8442.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287270/original/053254800_1783206565-000_B9AD2FJ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929993/original/037609900_1782959933-bos5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288110/original/010324800_1783301575-000_B9BY9L6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4752959/original/094993100_1708917074-AP24056660079487.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5502020/original/050225400_1770965450-semir_rambut.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5499316/original/026671700_1770782615-Membersihkan_Topi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5234774/original/006347000_1748400887-mukena__1_.jpg)