Sukses

Istilah Baru Love Archetype atau Konsep Cinta, Bagaimana Cara Mengetahuinya?

Liputan6.com, Jakarta Selain love language, ada istilah baru yang dinamakan love archetype atau konsep cinta. Love archetype dapat diartikan sebagai cara kerja seseorang dalam suatu hubungan.

Dr Carmen Harra, seorang penulis Committed: Finding Love and Loyalty Through the Seven Archetypes, melansir Daily Mail mengungkapkan bahwa adanya konsep cinta akan memberikan wawasan tentang motivasi di balik perilaku tertentu dan memandu kita untuk membuat keputusan pada hubungan yang lebih bahagia dan lebih sehat.

"Sebagai seorang psikolog yang telah mendengar puluh ribuan kasus, saya mulai memahami bahwa ciri-ciri kepribadian turun dari arketipe. Saya perhatikan bahwa orang datang dengan serangkaian karakteristik," katanya.

Lalu bagaimana cara megetahui konsep cinta yang kita punya?

Berawal dari adanya sebuah aplikasi baru, dimensional, yakni serangkaian tes kepribadian untuk membantu orang lebih memahami diri dalam dunia cinta.

Dalam hal ini, penilaiannya didasari oleh 4 skala sifat yang berbeda. Kombinasi dari sifat-sifat yang berlawanan itu akan menghasilkan 16 love archetype secara total, berikut penjelasannya:

 

1. Independence vs Interdependence (Kemandirian vs Saling Ketergantungan)

Skala pertama adalah sejauh mana kita ingin adanya pasangan di dalam kehidupan kita. Beberapa pasangan lebih suka menjalani kehidupan yang mandiri dan melihat waktu bersama sebagai kesempatan untuk saling bercerita tentang kehidupan mereka.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Tipe Selanjutnya

2. Romantic vs Pragmatic (Romantis vs Pragmatis)

Skala kedua berkaitan dengan konsep psikologis kita terkait asmara. Pada ujung skala, tipe romantis dengan mudah menyukai orang lain. Mungkin bisa saja tidak diakui, namun mereka dengan cepat berfantasi tentang hidupnya dengan seseorang.

Selain itu, di ujung skala lain, ada pecinta yang lebih pragmatis, yang mana melihat calon pasangan dalam hal kecocokan. Seorang pragmatis kurang suka berfantasi dan mungkin membutuhkan waktu yang lebih lama untuk jatuh cinta.

 

3. Entropic vs Centered (Entropis vs Terpusat)

Skala ketiga berhubungan dengan cara kita mengatasi ketidakpastian dan bagaimana reaksi kita terhadap konflik dalam hubungan.

Seorang entropis akan merasa higs and lows lebih intens. Menurutnya, kepastian sangat dibutuhkan saat adanya konflik. Di sisi lain, seorang yang bersifat centered, akan lebih mandiri untuk mengendalikan perasaannya.

Mereka tidak membutuhkan validasi sebanyak seorang entropis dan juga lebih jarang memberi validasi secara inisiatif kepada pasangannya.

 

4. Daring vs Anchored (Berani vs Tenang)

Skala terakhir berkaitan dengan kebutuhan akan hal-hal baru dan sensasi dalam suatu hubungan.

Biasanya, sensasi dan antusiasme dibutuhkan oleh orang-orang yang memiliki sifat daring. Sementara, seseorang yang memiliki sifat anchored akan lebih menyukai fase yang santai dan mementingkan stabilitas.

3 dari 4 halaman

16 Love Archetype

Selain berbicara mengenai 4 skala, adapun 16 arketipe yang nantinya dari setiap tipe akan dikombinasikan oleh 4 skala tersebut, meliputi:

  • The Realist (IPCA)
  • The Adventurer (IPCD)
  • The Dove (IPEA)
  • The Nomad (IPED)
  • The Voyager (IRCA)
  • The Wildheart (IRCD)
  • The Arrow (IREA)
  • The Energetic (IRED)
  • The Anchor (TPCA)
  • The Enigma (TPCD)
  • The Devoted (TPEA)
  • The Weaver (TPED)
  • The Constant (TRCA)
  • The Magician (TRCD)
  • The Admirer (TREA)
  • The Idealist (TRED)

Sama seperti kepribadian MBTI, ke-16 arketipe ini nantinya akan membantu untuk mengetahui dan mengenal lebih jauh tentang kehidupan percintaan kita.

Lantas, bagaimana cara kerja dimensional untuk menentukan konsep cinta seseorang? Dilansir dari laman resminya, ada 4 sifat berlawanan yang sudah memenuhi beberapa syarat, yang mana nantinya akan dibagikan dalam tes keperibadian seseorang:

4 dari 4 halaman

4 Sifat Berlawanan

1. Sifat Harus Saling Eksklusif

Artinya, mereka tidak harus berkorelasi kuat satu sama lain. Dalam bidang ilmu kepribadian, akan selalu ada korelasi antara faktor-faktor dalam sebuah model, tetapi untuk mendapatkan hasil maksimal, kita harus memilih sifat-sifat yang paling tidak berkorelasi.

2. Sifat harus relevan dengan cinta

Sifat yang kita pilih harus relevan dengan percintaan dan kecocokan. Misalnya, seorang ekstrovert bisa dibilang merupakan ciri kepribadian umum, namun hal tersebut bukan berarti relevan dengan dunia cinta.

3. Sifat harus mengekspos perbedaan antara pengguna

Artinya, harus ada perbedaan material dalam individu pada sifat tertentu. Misalnya, jika kita mengukur “keinginan untuk dicintai” sebagai suatu sifat, maka kita akan menemukan bahwa sebagian besar orang akan mendapat nilai tinggi pada sifat itu dan itu akan menjadi pembanding yang sangat buruk antara dua orang.

4. Sifat harus tidak menghakimi

Dari beragam sifat yang ada, tidak akan menunjukkan orang tersebut “baik” atau “buruk”. Lantaran tujuan dari adanya aplikasi tes kepribadian love archetype ini untuk membantu orang memahami diri mereka sendiri bahkan satu sama lain.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS