Sukses

Bayi di India Lahir dengan Empat Kaki dan Empat Tangan, Dianggap Reinkarnasi Tuhan

Liputan6.com, Jakarta - Seorang bayi di India telah memicu kehebohan setelah lahir dengan sepasang kaki dan tangan ekstra. Bayi itu telah dipuji sebagai 'keajaiban alam', dan bahkan telah dibandingkan dengan versi reinkarnasi Tuhan. Foto luar biasa menunjukkan bayi yang lahir dengan berat 2,9 kg itu memiliki empat anggota badan ekstra menonjol dari perut.

Bayi itu dilahirkan di Pusat Kesehatan Komunitas Shahabad pada akhir pekan lalu di Hardoi, sebuah distrik di utara India, di negara bagian Uttar Pradesh. Menurut laporan Daily Star, sang ibu yang tidak diungkapkan nama keluarganya, dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami nyeri persalinan pada Sabtu (2 Juli) dan segera melahirkan.

Meskipun ini merupakan peristiwa langka dalam sejarah medis, secara ajaib ibu dan anak dikatakan sehat dan baik-baik saja. Setelah berita menyebar ke seluruh daerah, laporan mengatakan penduduk setempat berbondong-bondong ke rumah sakit untuk melihat langsung dewa berkaki banyak itu.

Ini bukan pertama kalinya seorang bayi di India membuat banyak orang bersemangat. Awal tahun ini, bayi lain yang lahir dengan empat tangan dan kaki dipuja oleh penduduk setempat yang mengira anak itu adalah titisan Tuhan.

Ibu bayi yang baru lahir dibanjiri pengunjung di Rumah Sakit Sadar, India timur, setelah melahirkan pada 17 Januari. Anak itu, yang jenis kelaminnya belum diungkapkan, dengan cepat menjadi selebriti lokal karena penampilannya yang unik dan anggota tubuhnya yang ekstra.

Rekaman video menunjukkan anak itu dikelilingi oleh penduduk yang terpesona saat mereka mengambil gambar sang anak dengan organ yang terbuka. Anak itu terlihat beristirahat di keranjang penuh seprai berwarna-warni yang diletakkan di pangkuan ibunya saat dia duduk tegak di ranjang rumah sakit.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

5 Mitos Seputar Kerontokan Rambut yang Sebaiknya Tidak Dipercaya

Rambut rontok dapat terjadi karena beberapa faktor. Ada berbagai perawatan yang bisa Anda lakukan dirumah untuk memperbaiki kerusakan dan mengontorol kerontokkan rambut.

Namun, beberapa orang memiliki pandangan berbeda. Mereka justru mempercayai hal-hal yang tidak dapat dipastikan kebenarannya dan malah menganggap itu fakta, hal ini dikenal dengan sebutan mitos.

Adalah cerita tradisional berupa kisah yang mengandung penafsiran dan dipercayai oleh penganutnya. Di Indonesia, cerita mitos masih terus bergulir dari masa ke masa. Isinya tentang banyak hal, salah satunya mengenai kerontokan rambut.

Sebelum Anda terjebak dan mempercayai mitos tersebut, ada baiknya Anda mengetahui fakta seputar kerontokan rambut, seperti melansir dari Newsbytesapp.com, Jumat (1/7/202).

1. Mitos: mengenakan topi terlalu sering dapat menyebabkan rambut rontok

Banyak orang yang mengklaim bahwa penggunaan aksesori seperti topi dapat menyebabkan rambut rontok. Menurut mitos yang beredar, topi menyebabkan kulit kepala seseorang tidak dapat bernapas. Selain itu keringat serta panas bisa mengendurkan folikel rambut yang menyebabkan rambut rontok. Apa benar demikian? 

Faktanya, oksigen yang dibutuhkan oleh folikel rambut Anda berasal dari aliran darah, bukan dari udara di sekitarnya. Jadi dapat disimpulkan, bahwa memakai topi tidak berkaitan dengan kerontokan rambut yang Anda alami.

Namun, pastikan untuk memakai topi yang bersih agar kulit kepala serta rambut Anda terhindar dari infeksi atau kuman.

3 dari 4 halaman

2. Mitos: rambut rontok berasal dari genetik ibu

Apakah saat ini Anda mengalami kerontokan rambut parah serta menyalahkan ibu atas keadaan tersebut? Jika iya, maka Anda harus berhenti.

Memang benar, bahwa penyebab rambut rontok berasal dari faktor genetik. Tetapi tidak hanya berasal dari ibu, bahkan ayah sekalipun bisa jadi penyumbang utama rambut rontok yang terjadi pada anak.

Menurut penelitian, jika seorang ayah mengalami kebotakan pola pria, maka ada kemungkinan besar Anda akan mengalami kondisi yang serupa.

3. Mitos: kebotakan hanya dialami oleh orangtua

Kerontokan rambut merupakan proses penuaan alami. Bukan berarti kerontokan akan terjadi pada orang tua saja. Ironinya, banyak orang mengalami proses penuaan dini bahkan diusia 20 hingga 30 tahun.

Faktanya, rambut rontok atau bahkan kebotakan tidak terbatas pada usia berapapun bahkan sangat memungkinkan terjadi kapan saja. Menurut American Hair Loss Association, pola kebotakan dialami oleh 66% pria Amerika pada usia 35 tahun.

Terdapat ribuan folikel rambut yang ada di permukaan kulit kepala, yang tumbuh dengan sendirinya. Saat rambut rontok, rambut yang lain tumbuh untuk menggantikannya. Tapi jika folikel rambut telah rusak, maka kerontokan rambut akan semakin menjadi-jadi dan garis rambut pun mundur.

4 dari 4 halaman

4. Mitos: Penggunaan produk penataan rambut dapat berkontribusi pada kerontokan

Kebanyakan orang percaya bahwa produk-produk penataan rambut seperti gel, wax, atau semprotan rambut bisa menyebabkan kerontokan.

Faktanya, jika Anda menggunakan produk penataan sesuai anjuran produk dan tidak berlebihan, maka seharusnya Anda tidak perlu khawatir. Sebab rambut rontok terjadi ketika akar folikel rambut rusak. 

Perlu Anda ketahui, terlalu banyak dan sering menggunakan produk penataan rambut bisa membuat rambut rapuh, kaku dan lengket. Untuk itu, ikuti anjuran penggunaan produk jika hal yang tidak diinginkan terjadi pada Anda.

5. Mitos: mencuci rambut atau keramas bisa menyebabkan rambut rontok

Faktanya, keramas bisa membuat rambut Anda bersih dan mencegah ketombe, sehingga mengurangi kemungkinan kerontokan rambut. Agar rambut sehat dan tumbuh kuat, cucilah rambut dengan pijatan lembut dan bilas sampai bersih. Kemudian keringkan rambut perlahan tanpa menggosok rambut menggunakan handuk.

Jika memerlukan bantuan alat pengering rambut, Anda bisa pakai alat tersebut di suhu paling rendah agar tidak merusak rambut dan kulit kepala.