Sukses

7 Tips Cara Membuat Rambut Tebal dan Berkilau ala Wanita India

Liputan6.com, Jakarta Rambut sehat tidak pernah ketinggalan zaman, tetapi ada ratusan faktor termasuk stres yang menghambat pertumbuhannya. Terkadang kita memutuskan untuk membeli produk mahal untuk memperbaiki masalah, tetapi tetap tidak menunjukkan hasil yang maksimal.

Spesialis rambut dari India menyarankan cara sederhana namun efektif tanpa menghabiskan banyak uang. Berikut beberapa tips yang dapat membantu Anda membuat rambut Anda kuat, tebal, dan berkilau ala wanita India.

1. Akhiri dengan bilas air dingin

Menggunakan air panas di kamar mandi melarutkan lemak-lemak yang merusak kulit dan rambut Anda. Air dingin jauh lebih baik untuk rambut Anda daripada air panas karena ketika Anda membilas rambut Anda dengan air panas, Anda menghilangkan minyak bergizi.

Air hangat hanya baik untuk fase keramas, kata penata rambut India. Air yang lebih dingin adalah untuk fase pengkondisian. Akhiri dengan bilas dingin untuk mengunci kelembapan.

2. Gunakan minyak yang tepat untuk kulit kepala Anda

Kekeringan dan ketombe adalah masalah yang berbeda dan setiap kulit kepala membutuhkan perawatan individual. Jadi, jika kulit kepala Anda teriritasi lebih baik menghindari produk yang bisa lebih mengeringkannya. Inilah yang Anda butuhkan untuk berbagai jenis tipe kulit kepala:

  • untuk kulit kepala kering dan gatal gunakan lidah buaya
  • untuk kulit kepala berminyak gunakan lemon dan nimba
  • untuk kulit kepala yang teriritasi, gunakan mawar dan kayu cendana yang dipadukan dengan tanah liat ringan
  • untuk mendinginkan kulit kepala gunakan pacar yang dicampur dengan minyak kaya nutrisi

**Pantau arus mudik dan balik Lebaran 2022 melalui CCTV Kemenhub dari berbagai titik secara realtime di tautan ini

 

2 dari 5 halaman

3. Pijat kulit kepala selama 4 menit setiap hari

Ayurvedic merekomendasikan pijat kepala minyak hangat untuk meningkatkan kekuatan dan pertumbuhan rambut. Namun, para ahli menambahkan bahwa pijat kulit kepala selama 4 menit per hari selama 24 minggu menunjukkan hasil yang positif.

Jika Anda berlatih pijat kepala sendiri, terus lakukan secara sistematis.

4. Gunakan tambahan bunga harum yang dicampur dengan air dingin

Wanita India juga merekomendasikan menambahkan bahan bunga yang dapat menenangkan kulit yang teriritasi, termasuk kulit kepala, dan meninggalkan aroma yang menyenangkan:

  • kelopak mawar
  • kuncup melati
  • honeysuckle
  • kembang sepatu

Campurkan bunga-bunga itu dalam air hangat, lalu diamkan dan dinginkan. Baru gunakan untuk mencuci rambut Anda di bagian akhir keramas.

5. Hindari mengeringkan rambut Anda setelah perawatan

Orang India juga merekomendasikan untuk tidak mengeringkan rambut Anda setelah perawatan apa pun karena mencegah manfaat maksimal. Biarkan saja rambut Anda kering secara alami.

Juga, untuk hasil yang lebih baik, cuci rambut Anda sebelum mengoleskan masker.

 

3 dari 5 halaman

6. Istirahat 20 menit setelah pijat kulit kepala

 

Spesialis Ayurveda merekomendasikan pijat kepala minyak hangat, tetapi Anda juga perlu waktu untuk beristirahat sebelum pergi mandi. Spesialis mengatakan sekitar 20 menit sebelum mencuci rambut.

Selain pijat kulit kepala, Anda dapat menambahkan pijat leher dan bahu.

7. Gunakan teh hijau untuk rambut Anda

Teh hijau adalah minuman yang ampuh untuk mendetoksifikasi tubuh Anda tetapi juga memiliki efek yang sama pada rambut Anda. Para peneliti membuktikan bahwa itu merangsang pertumbuhan. Anda dapat mencampur bubuk teh hijau dengan air mawar untuk membuat formula lebih baik dan menciptakan aroma.

4 dari 5 halaman

5 Dampak Buruk yang Akan Terjadi pada Tubuh Jika Terlalu Sering Pakai Skinny Jeans

Rupanya mengenakan skinny jeans secara teratur dapat memengaruhi masalah kesehatan dalam beberapa cara yang mengejutkan, berikut ulasannya.

1. Dapat menyebabkan kaki sakit

Meski skinny jeans Anda tetap modis, lebih baik memadukannya dan mengenakan celana yang lebih longgar dan melepasnya segera setelah Anda tiba di rumah.

Menghabiskan terlalu banyak waktu mengenakan jeans ketat, terutama jika Anda bergerak atau jongkok sepanjang hari, dapat melukai otot dan saraf di kaki Anda. Kombinasi skinny jeans dan ikat pinggang yang ketat juga dapat menyebabkan mati rasa, nyeri, dan kesemutan di bagian depan paha Anda, suatu kondisi yang juga dikenal sebagai Skinny Pant Syndrome.

2. Memperlambat sirkulasi darah

Jeans favorit Anda mungkin menjadi pakaian yang Anda kenakan untuk segala acara, tetapi jika Anda pernah merasakan kaki yang berat dan lelah, lebih baik pilih celana yang lebih nyaman. Mengenakan pakaian yang terlalu ketat di sekitar pinggang dapat menurunkan sirkulasi darah dan mempersulit pembuluh darah untuk memompa darah kembali ke jantung dan organ lainnya.

5 dari 5 halaman

3. Memicu asam lambung

Anda mungkin memperhatikan bahwa jeans Anda dapat meninggalkan tonjolan yang dalam dan sensitif di sekitar pinggang Anda jika Anda memakainya terlalu lama. Pakaian ketat yang menekan ke perut sebenarnya dapat menyebabkan refluks asam, salah satu masalah usus paling umum yang diderita banyak orang.

Dan bahkan jika Anda benar-benar sehat dan tidak terbiasa dengan sakit maag yang menyakitkan, Anda masih memiliki peluang untuk mengalami refluks jika Anda mengenakan pakaian ketat secara teratur selama periode 2 minggu.

4. Mempengaruhi postur tubuh

Meskipun mengenakan jeans ketat mungkin membuat Anda merasa nyaman, dalam jangka panjang justru bisa membuat Anda bungkuk. Skinny jeans mengganggu keseimbangan yang sehat antara punggung bawah dan pinggul, dan karena dapat menyebabkan fleksi punggung bawah yang berlebihan, jeans dapat meningkatkan tekanan pada cakram tulang belakang Anda.

5. Tidak baik untuk kesehatan reproduksi

Tidak ada keraguan bahwa skinny jeans itu klasik, tetapi memakainya setiap hari sebenarnya dapat meningkatkan risiko Anda mengalami infeksi dan iritasi tertentu.

Salah satunya adalah vulvodynia, suatu kondisi yang ditandai dengan nyeri kronis di area pribadi Anda. Para peneliti telah menemukan bahwa wanita yang memakai celana jeans ketat 4 kali atau lebih dalam seminggu lebih dari dua kali lebih mungkin untuk mengembangkan vulvodynia dibandingkan mereka yang tidak pernah memakai celana ketat.