Sukses

Gempa Larantuka NTT Berpotensi Tsunami, Warganet Kirim Doa

Liputan6.com, NTT - Gempa berkekuatan magnitudo 7,5 mengguncang Larantuka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (14/12/2021), tentu menyisakan duka bagi publik.

Akibat getaran gempa yang cukup besar tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah.

Wilayah tersebut adalah Maluku, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.

"Peringatan dini potensi Tsunami. Gempa Mag:7.5 Laut Flores, 14-12-2021 10:20:22WIB, Kedalaman:12Km," info BMKG di akun Twitter-nya, Selasa.

Bencana alam tersebut tentu menorehkan duka bagi publik. Pantauan Citizen6-Liputan6.com, hingga kini lini masa Twitter dibanjiri ucapan belasungkawa atas bencana gempa berpotensi tsunami tersebut. Banyak warganet juga melantunkan doa dan ucapan semangat kepada masyarakat NTT agar tetap diberikan perlindungan.

Berikut doa yang dilantunkan warganet atas bencana gempa Larantuka yang dirangkum dari Twitter. 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Doa warganet untuk masyarakat Larantuka

Berikut beberapa doa dari warganet untuk masyarakat Larantuka seperti merangkum dari Twitter.

"Stay safe for us in here Folded hands#Gempa #potensitsunami #tsunami #Flores #NTT," tulis akun @CallmeGbk.

"Stay safe semua temen temen dilokasi yang mendapat peringatanPurple heartPurple heartInformasi : #Pemutakhiran,Peringatan Dini Tsunami di NTT, Gempa," kata akun @BtsarmyPeduli.

"Stay safe NTT #NTT #Gempa #StaySafe," sahut akun @yourmbul.

"Semoga tidak berdampak "sunami"Meskipun BMKG telah memprediksikan dampak dari gempa di plores/ntt,Aamiin," komentar akun @sorabihaneut9.

"Gempa di NTT semoga saudara2 kita senantiasa dalam lindunganNya," tulis akun @husainabdullah1.

"Ya Tuhan semoga saudara ku disana baik baik saja & tidak ada korban jiwa," kata akun @AyahHanita___.

3 dari 3 halaman

Infografis 6 Cara Efektif Hadapi Potensi Penularan Covid-19 Varian Omicron