Sukses

Studi: Minum 3 Cangkir Teh Sehari Bisa Kurangi Risiko Terkena Demensia

Liputan6.com, Jakarta - Hampir lima juta orang dewasa berusia di atas 65 tahun di Amerika Serikat (AS), mengidap beberapa jenis demensia pada tahun 2014, dan jumlah ini terus meningkat, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC). 

Badan tersebut memperkirakan bahwa hampir 14 juta orang dewasa yang lebih tua akan mengalami kerusakan otak pada tahun 2060.

Hal ini juga baru-baru ini menjadi salah satu penyebab utama kematian di AS, karena tingkat kematian yang terkait dengan demensia telah meningkat lebih dari dua kali lipat sejak tahun 2000. 

Namun, meskipun ada peningkatan dalam kasus dan kematian, demensia bukanlah bagian normal dari penuaan. Dilansir dari Best Life Online, Senin (29/11/2021), faktanya, penelitian telah menemukan bahwa ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko Anda terkena demensia. 

Peminum teh kemungkinan sudah berada di jalur yang tepat untuk menghindari penyakit ini, pasalnya sebuah studi baru menyimpulkan minum teh secara rutin dapat mengurangi risiko Anda terkena demensia. 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Minum tiga hingga lima cangkir teh sehari bisa menurunkan risiko demensia

Para peneliti dari Tianjin Medical University di China melihat dampak minum teh terhadap risiko demensia dan mempublikasikan temuan mereka pada 16 November di jurnal PLOS Medicine. 

Studi ini menganalisis lebih dari 365.000 peserta dari Biobank Inggris yang bergabung dengan kohort dari 2006 hingga 2010 ketika mereka berusia antara 50 hingga 74 tahun. 

Menurut penelitian, peserta yang minum tiga sampai lima cangkir teh setiap hari memiliki sekitar 30 persen penurunan risiko terkena demensia. Tetapi bahkan hanya dua sampai tiga cangkir sehari menurunkan risiko sebesar 28 persen.

Studi ini tidak melihat ilmu pasti di balik mengapa teh dapat menurunkan peluang Anda terkena demensia, tetapi para peneliti memang menawarkan beberapa penjelasan. 

Menurut para peneliti ini, teh mengandung beberapa bahan kimia yang berpotensi mempengaruhi faktor-faktor yang mungkin dapat menyebabkan beberapa bentuk kerusakan otak pada usia yang lebih tua. 

"Teh mengandung kafein, polifenol katekin, dan flavonoid, yang telah dilaporkan memiliki peran neuroprotektif seperti stres antioksidan, anti-inflamasi, penghambatan agregasi amiloid-beta, dan antiapoptosis," kata studi tersebut.

3 dari 3 halaman

Kopi juga dapat mengurangi risiko demensia

Para peneliti juga melihat dampak kopi pada risiko demensia. Menurut penelitian, minum dua hingga tiga cangkir kopi sehari juga mengurangi risiko demensia hingga 20 persen. 

Para peneliti menentukan bahwa kopi instan dan kopi bubuk sama-sama terkait dengan risiko demensia, penyakit Alzheimer dan demensia vaskular yang lebih rendah jika dibandingkan dengan kopi tanpa kafein juga. 

Kopi bubuk 26 persen lebih mungkin untuk mengurangi risiko demensia dibandingkan dengan kopi tanpa kafein, sementara kopi instan 15 persen lebih mungkin, menurut penelitian.

Untuk penyakit Alzheimer dan demensia vaskular, kopi bubuk menurunkan risiko masing-masing sebesar 33 dan 26 persen. Kopi instan mengurangi risiko Alzheimer dan demensia vaskular masing-masing sebesar 19 dan 16 persen.