Sukses

11 Wanita Ini Juga Pernah Jadi Cawapres AS Seperti Kamala Harris

Liputan6.com, Jakarta - Kamala Harris terpilih mendampingi calon presiden atau capres Amerika Serikat Joe Biden. Senator dari California itu menjadi calon wakil presiden atau cawapres yang diusung Partai Demokrat.

Hanya saja, Kamala Harris bukanlah wanita pertama yang pernah dicalonkan sebagai cawapres. Ada 11 wanita lainnya pernah mengikuti Pemilihan Presiden atau Pilpres AS.

Harris, seorang wanita keturunan kulit hitam dan Asia Selatan, mencalonkan diri sebagai presiden pada 2020, tapi mengakhiri pencalonannya pada Desember silam. Dia telah menjadi senator sejak 2017. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Jaksa Agung California.

Seperti dilansir CNN, Jumat 14 Agustus 2020, pengumuman Biden pada Selasa muncul setelah berbulan-bulan pertimbangan. Serta, setelah tim pemeriksa menelisik lebih dari 12 wanita yang berencana dicalonkan.

Alasan melakukan pemeriksaan terhadap wanita saja karena pada awal tahun lalu, Biden berjanji memilih seorang wanita sebagai wakil presidennya. Terutama untuk memilih seorang wanita kulit berwarna.

Pada Konvensi Nasional Partai Demokrat, Harris akan menjadi wanita ketiga yang menerima pencalonan wakil presiden partai besar.

Kamala Harris juga bukanlah wanita pertama yang pernah dicalonkan sebagai wakil presiden. Simak 11 wanita lainnya yang pernah dinominasikan sebagai wakil presiden yang dirangkum dari CNN dan National Geographic:

2 dari 13 halaman

1. Marietta Stow

Pada 1884, Marietta Stow, seorang pemilik surat kabar California, menominasikan Belva Lockwood, yang seorang pengacara, untuk mencalonkan diri sebagai kandidta presiden dari Partai Persamaan Hak Nasional yang dibentuk secara mendadak. Partai Persamaan Hak Nasional merupakan salah satu dari beberapa partai politik pada zaman itu, abad ke-19 .

Lockwood menarik perhatian Stow ketika dia mengungkapkan pernyataan bahwa "meski wanita tidak dapat memilih, tidak ada hukum yang melarang mereka dipilih." Stow pun juga mengajukan dirinya sebagai calon wakil presiden, yang menjadikannya sebagai wanita pertama yang mencalonkan diri untuk jabatan di Amerika Serikat.

Kedua wanita itu berkampanye dengan sungguh-sungguh dan mendapatkan sekitar 10 juta suara yang diberikan oleh pria.

3 dari 13 halaman

2. Lena Springs

Lena Springs, seorang pemimpin hak pilih di Carolina Selatan, menjadi aktif dalam politik Partai Demokrat setelah amandemen ke-19 yang disahkan pada 1920. Dia memimpin komite kredensial di Konvensi Nasional Demokrat 1924, di mana dia sangat terkejut saat dialah wanita pertama yang dinominasikan oleh delegasi partai besar untuk menjadi wakil presiden.

"Itu tidak mungkin," katanya, "tetapi tentu saja berterima kasih bagi semua teman baik saya yang menganggap saya layak untuk mendapat pujian seperti itu." Springs menerima beberapa suara tetapi pilihan jatuh ke tangan Charles Bryan, Gubernur Nebraska.

4 dari 13 halaman

3. Charlotta Bass

Pada 1952, Bass menjadi kandidat perempuan kulit hitam pertama untuk wakil presiden dengan naungan partai progresif. Dia sudah memantapkan dirinya sebagai penerbit surat kabar Perang Salib dengan kepemilikannya atas California Eagle, koran Afrika-Amerika terbesar di West Coast.

Kecewa di kedua partai besar karena mengabaikan kulit hitam dan hak-hak perempuan, dia beralih ke partai Progresif dan bergabung dengan Vincent Hallinan, sebagai pasangannya. Bass dan Hallinan memenangkan 140.000 suara, tapi pencalonan dimenangkan oleh Dwight D. Eisenhower dan Richard Nixon.

5 dari 13 halaman

4. Frances ‘Sissy’ Farenthold

Seorang politikus berpengalaman, Farenthold menjabat empat tahun di Texas House of Representatives, satu-satunya wanita yang pernah menerima jabatan tersebut. Pada 1972 dia mencalonkan diri sebagai gubernur dan kalah dalam pemilihan putaran kedua.

Pada Konvensi Nasional Demokrat akhir tahun itu, pemimpin feminis Gloria Steinem mencalonkan Farenthold sebagai calon wakil presiden. Dia adalah pesaing yang cukup berat saat itu tetapi kalah dengan nominasi dari senator Missouri Thomas Eagleton.

6 dari 13 halaman

5. Toni Nathan

Mencalonkan diri sebagai Partai Libertarian pada 1972, Nathan, seorang produser radio dan televisi Oregon, adalah kandidat wakil presiden wanita pertama yang menerima suara elektoral, suatu pemilihan umum (pemilu) yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat untuk memilih wakilnya di parlemen dan kepala pemerintahan.

Ketika seorang pemilih dari Partai Republik yang tidak tahan dengan Spiro Agnew, pasangan Nixon terdahulu dan memilih Nathan sebagai gantinya.

7 dari 13 halaman

6. LaDonna Harris

Harris merupakan seorang aktivis dan anggota bangsa Comanche yang menjadi calon wakil presiden wanita Amerika pertama dengan naungan Partai Citizen pada 1980. Pada 1970-an, dia menjadi kekuatan untuk urusan adat di Washington sebagai istri Senator Oklahoma Fred Harris.

Dia dan Barry Commoner, sangg calon presiden mencalonkan diri dalam platform lingkungan dan memenangkan kurang dari 1% suara populer.

8 dari 13 halaman

7. Angela Davis

Davis, seorang aktivis kulit hitam sekaligus profesor filsafat di California yang termasuk dalam daftar buronan yang paling dicari FBI, mencalonkan diri sebagai Partai Komunis pada 1980 dan 1984. Dia dan calon presiden Gus Hall mengumpulkan kurang dari 1% suara.

9 dari 13 halaman

8. Geraldine Ferraro

Pada tahun 1984, Anggota Kongres New York, Geraldino Ferraro, mencalonkan diri sebagai wakil presiden pertama dengan naungan partai besar ketika Walter Mondale menunjuknya sebagai pasangannya.

Ferraro yang merupakan anggota kongres wanita dari Queens saat itu mengguncang pemilihan umum, tetapi akhirnya Ronald Reagan dan George H.W.

Bush lah yang memenangakan pemilihan secara telak, dengan Ferraro dan Mondale hanya memenangkan Minnesota suara dari negara bagian asalnya dan District of Columbia.

10 dari 13 halaman

9. Emma Wong Mar

Pada 1984, Emma Mar, putri imigran Tiongkok, yang seorang aktivis anti-perang dan pro-buruh dari California, menjadi wanita keturunan Asia-Amerika pertama yang mencalonkan diri sebagai wakil presiden AS ketika dia bergabung dengan Sonia Johnson dengan naungan Partai Perdamaian dan Kebebasan. Suatu partai sosialis feminis yang berbasis di California.

11 dari 13 halaman

10. Winona LaDuke

LaDuke, seorang ekonom dan aktivis Amerika di Minnesota, bergabung dengan Ralph Nader dengan naungan Partai Green pada 1996 dan 2000.

LaDuke dan Nader menerima 2,7% suara populer pada tahun 2000, atau sekitar 2,9 juta suara, yang merupakan suara paling banyak dikumpulkan oleh pihak ketiga dengan calon wakil presiden perempuan sampai saat ini.

12 dari 13 halaman

11. Sarah Palin

Ketika John McCain memilih Sarah Palin sebagai pasangannya, saat itu Palin sedang pada masa jabatan pertamanya sebagai gubernur Alaska. Ia ditunjuk John McCain menjadi kandidat wakil presiden wanita kedua untuk sebuah partai besar dan wanita pertama untuk Partai Republik.

McCain dan Palin menerima hampir 60 juta suara, lebih banyak dari partai lain dengan seorang wanita sebagai calon wakil presiden.

Meskipun semua wanita dalam daftar diatas dimotivasi oleh sebab yang berbeda-beda, namun tindakan mereka menjadi dasar bagi wanita untuk mengejar impian mereka. Seperti yang dikatakan Harris dalam wawancara baru-baru ini, ibunya mengatakan kepadanya, “Anda mungkin orang pertama yang melakukan banyak hal dan pastikan Anda bukan yang terakhir. ”

 

Reporter: Vitaloca Cindrauli Sitompul

13 dari 13 halaman

Video Pilihan