Sukses

Istri Lebih Percaya Aplikasi, Pria Ini Tuntut Google Maps karena Hancurkan Pernikahan

Liputan6.com, India - Seorang pria dari distrik Mayiladuthurai, India, baru-baru ini mengajukan keluharan terhadap Google Maps karena menyebabkan masalah serius dalam pernikahannya.

R Chandrasekhar, pria berumur 49 tahun ini mengklaim tidak akan berhenti membawa Google Maps ke pengadilan karena telah merusak hubungannya dengan istrinya.

Melansir Oddity Central, Selasa (26/5/2020), pria ini menyalahkan Google Maps, terutama fitur aplikasi “Your Timeline” karena membuat istrinya menanyainya tentang semua tempat yang diduga ia kunjungi setiap kali pergi.

 

 

 

2 dari 4 halaman

Istrinya Sangat Percaya Google

Chandrasekhar mengklaim bahwa aplikasi Google secara rutin menampilkan tempat-tempat yang pernah dia kunjungi, dan dia kesulitan untuk menjelaskannya kepada istrinya.

“Selama beberapa bulan terakhir, istri saya terus-menerus memindai fitur ‘Your Timeline’ di Google Maps dan menolak untuk membiarkan saya tidur, ketika dia mempertanyakan di mana saya berada,” kata Chandrasekhar.

“Dia terus-menerus memikirkan hal ini, semakin terpengaruh dan memengaruhi anggota keluarga lainnya juga,” lanjutnya. 

3 dari 4 halaman

Selain Tuntutan, Pria Ini Juga Minta Kompensasi

Kondisi tersebut membuatnya memutuskan untuk mengunjungi kantor polisi setempat untuk mengajukkan pengaduan terhadap perusahaan induk Google karena membuat perselisihan antara dia dan istrinya, sehingga menyebabkan masalah pernikahan yang serius. 

Selain mengajukan tuntutan ke pengadilan, dia juga meminta kompensasi atas masalah yang dialaminya.

“Istri saya tidak mau mengengarkan apa pun yag dikatakan saya, keluarga dan teman. Meski telah beberapa kali berbicara, dia menolak untuk mendengarkannya. Dia percaya Google lebih dari hal lain,” jelas Chandrasekhar. 

4 dari 4 halaman

Belum Diproses Kepolisian

Hingga kini kepolisian setempat belum menindaklanjuti keluhan tertulis Chandrasekhar, tapi seorang petugas mengatakan kepada The News Minute bahwa solusi yang paling mungkin adalah meminta pasangan tersebut untuk konseling.

“Kami sedang mempertimbangkan untuk memanggil suami dan istri untuk menasehati mereka. Jika itu tidak berhasil, kita akan melihat langkah apa yang harus diambil selanjutnya,” kata petugas tersebut.