Sukses

Buatan Lokal, Cita Rasa Premium Kopi Ujung Bikin Pembeli Ketagihan

Liputan6.com, Jakarta - Tidak mudah menemukan kopi bercita rasa tinggi. Tapi bila Anda berkunjung ke Makassar, patutlah kiranya mencicipi salah satu kopi terbaiknya di Kopi Ujung.

Berdiri sejak tahun 1930, kedai yang awalnya menjual oleh-oleh Makassar ini kini terkenal dengan kopinya yang khas. John Cendra adalah sosok di balik harumnya nama Toko Kopi Ujung tersebut.

Berawal dari kecintaannya terhadap kopi, John memutuskan untuk mempelajari kopi secara serius hingga ke luar negeri. Namun, ia kemudian menyadari kualitas kopi Indonesia, terlebih kopi Toraja, tak kalah dengan kopi produksi luar. John pun memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan terjun dalam pengembangan kopi dalam negeri.

"Misi kami adalah menjadikan Toko Kopi Ujung sebagai tempat bagi anak bangsa untuk berkumpul dan berbagi gagasan dengan sesama penikmat kopi Nusantara," ujar John saat ditemui di tokonya di Makassar pada Kamis (07/11/2019).

Dari yang awalnya hanya berupa toko kelontong dan menjual oleh-oleh, pada tahun 2015 pembeli mulai bisa menikmati Kopi Ujung yg diseduh langsung. Di bangunan dua lantai tersebut, John bahkan sempat mengadakan kursus bagi para anak muda yang tertarik untuk mempelajari kopi.

 

2 dari 4 halaman

Selanjutnya

Keseriusan John mendalami kopi membawanya untuk memperkenalkan speciality coffee ke seluruh Indonesia. Speciality coffee adalah sebutan untuk kopi-kopi berkualitas tinggi. Dalam rentang nilai 0-100, nilainya harus di atas 80 poin, bijinya harus berkualitas, dan tidak boleh ada yang cacat.

"Agar specialty coffee yang kami hasilkan selalu memiliki kualitas tinggi, kami banyak mencicipi kopi untuk mengenal dan memahami berbagai rasa."

Kerja kerasnya membuahkan hasil. Nama Kopi Ujung semakin dikenal hingga ke daerah-daerah lain di Indonesia. Antusiasme pelanggan yang tinggi membuat John memutuskan untuk menjajal berjualan secara online lewat Tokopedia.

"Waktu itu, kami melihat Tokopedia jadi jalan keluar. Soalnya pembeli-pembeli yang biasanya lewat WhatsApp itu ga kenal waktu. Cukup mengganggu waktu istirahat," akunya.

3 dari 4 halaman

Selanjutnya

Selain itu, John juga melihat di Jakarta dan daerah lainnya makin banyak yang berjualan biji kopi secara online. Ini memperkuat keyakinannya untuk bergabung dengan Tokopedia. Menariknya, meski baru mulai berbisnis di Tokopedia pada tahun 2017, John sebenarnya telah bergabung dengan marketplace tersebut sejak 2014.

"Tokopedia telah membantu kami memperkenalkan speciality coffee dari Makassar ke seluruh Indonesia. Sejak membuka usaha di sana, omzet Kopi Ujung sudah mencapai sebesar Rp12 juta per bulan.”

 

4 dari 4 halaman

Selanjutnya

Ke depannya, John berencana akan menambah variasi kopi yang mereka jual di Tokopedia. Terlebih setelah ia mengetahui, selain dari Indonesia bagian Barat, ternyata di Indonesia Timur juga banyak yang membutuhkan biji kopi berkualitas tinggi miliknya.

"Bayangkan, bahkan ada pembeli dari kepulauan di Maluku. Padahal ongkos kirimnya bisa lebih mahal dari harga kopinya itu sendiri," tutupnya sambil tertawa.

Loading
Artikel Selanjutnya
Bareng Pelaku Usaha, BEI dan OJK Genjot Inklusi Keuangan
Artikel Selanjutnya
Demi Keamanan, Coba Gunakan Uang Elektronik untuk Liburan