Sukses

7 Potret Miris '10 Years Challenge' Perubahan Bumi, Ada Indonesia Juga

Liputan6.com, Jakarta Beberapa waktu lalu tren tantangan untuk menunjukkan perbedaan 10 tahun dengan nama ‘10 Years Challenge’. Banyak pula selebriti-selebriti Indonesia yang turut andil dalam tantangan tersebut. Dalam tantangan tersebut, tentu saja kamu bisa melihat perbedaan yang dialami oleh seseorang secara fisiknya.

Selain melihat perubahan pada fisik manusia, potret '10 Years chellenge' juga memperlihatkan perubahan pada Bumi.

Tentu saja selain orang-orang yang mengalami perubahan fisik pada kurun waktu 10 tahun, bumi pun mengalami perubahan. Akan tetapi perubahan yang dialami oleh bumi bukan hanya terjadi dalam kurun waktu 10 tahun, melainkan 3 atau 5 atau 8 tahun saja. Meski memiliki waktu yang lebih singkat daripada waktu dalam tantangan 10 tahun, akan tetapi perubahan yang terjadi cukup membuat khawatir.

Hal ini dikarenakan foto yang beredar terkait dengan masalah lingkungan yang ada. Selain itu foto-foto ’10 Years Challenge’ juga untuk menyadarkan dan meningkatkan perhatian pada keadaaan bumi saat ini. Berikut ini beberapa potret miris perubahan bumi yang dilansir Liputan6.com dari Brightside, Rabu (30/1/2019).

2 dari 3 halaman

Potret 10 Years Challenge ini menunjukkan kondisi terkini bumi.

1. Rhône Glacier, Swiss

 

Dalam waktu 10 tahun ini dapat dilihat bahwa Gletser Rhône mencair dengan sangat cepat. Hal ini tentu saja menunjukan adanya pengaruh dari pemanasan global yang terjadi di bumi. Sejak tahun 2008 hingga 2018, gletser ini telah mengalami penyusutan sebanyak 40 meter. Dan untuk menyelamatkan pencairan gletser, pemerintah Swiss pun menyelimuti daerah tersebut dengan selimut putih yang tahan UV. Banyak ahli yang mempercayai bahwa selimut tersebut mampu mengurangi pencairan es hingga 70%.

2. Hutan Hujan Amazon, Amerika Selatan

Meskipun tidak memakan waktu 10 tahun, akan tetapi wilayah di hutan ini sangat mengkhawatirkan. Hal ini karena dalam setahun terakhir Hutan Hujan Amazon ini mengalami penebangan secara illegal. Tentu saja penebangan yang dilakukan mengakibatkan gundulnya hutan seluas 7.900 kilometer persegi.

 

3. Great Barrier Reef, Australia

Perubahan iklim yang terjadi pada bumi bukan saja membuat perubahan di daratan, melainkan juga terjadi dasar laut. Perubahan yang terjadi dapat menyebabkan pemutihan pada karang secara besar-besaran. Ganggang yang selalu menempel di karang akan pergi dan menyebabkan polip karang. Jika tak ada ganggang yang menempel, maka karang akan kelaparan dan mati. Tentu saja bila karang tersebut mati akan mempengaruhi sedikitnya 25% spesies laut yang hidup di karang.

3 dari 3 halaman

Beberapa wilayah di Indonesia mengalami perubahan yang bikin miris

4. Pemanasan Global bagi Beruang Kutub

Tentu saja pemanasan global yang terjadi dimana mengakibatkan es yang mencair mempengaruhi kehidupan beruang kutub. Meskipun dalam foto Nampak berlibah, namun memang beruang kutub ini tentu saja kehilangan habitat mereka dan tak bisa berburu seperti sebelumnya. Ditambah lagi dengan suhu yang semakin panas pada musim panas tentunya semakin mempersempit ruang untuk beruang kutub berburu.

5. Guadelpoupe, Prancis

Akibat dari pemanasan global, pantai di Karibia, Pulau Guadelpoupe Prancis ini hampir terselimuti oleh ganggang coklat yang disebut dengan sargassum. Hal ini terjadi karena pada tahun 2011 setelah suhu air meninggi yang menyebabkan arus dan juga angin yang berubah arah, membuat berton-ton ganggang dari Brasil ini terseret hingga ke Pantai Karibia. Tentu saja ini merupakan kejadian yang sangat disayangkan.

6. Hutan di Kalimantan

Seperti yang diketahui hutan di Kalimantan semakin hari semakin menyusut. Hal ini menunjukan konsekuensi dari adanya pertanian kelapa sawit yang semakin berkembang. Tanaman kelapa sawit sendiri sangat menyukai iklim tropis yang hangat dan lembab. Pertanian kelapa sawit sendiri menyebabkan 47% dari total penggundulan hutan yang terjadi di Kalimantan sejak tahun 2000.

View this post on Instagram

#10YearChallenge

A post shared by WWF-Pakistan (@wwfpak) on

7. Manta Point, Bali

 

Jarak dalam foto ini bukan 10 tahun, melainkan hanya 4 tahun saja, akan tetapi perbedaan yang terlihat sungguh mengkhawatirkan. Saat ini justru Manta Point menjadi rumah bagi para plastik bukan menjadi rumah biota laut.