Sukses

Sering Dengar Istilah KW? Ini Penjelasan Maknanya

Liputan6.com, Jakarta Pembeli dan pedagang di Indonesia punya sebutan khusus bagi barang-barang imitasi, yaitu KW. Tahukah Anda apa kepanjangan KW itu?

Kata ini diambil dari kata 'kwalitas' dan ya, ini bukan kata baku. Di KBBI, yang benar itu 'kualitas', bukan 'kwalitas'.

Hmm, tapi mau bagaimana lagi, sebutan KW tampaknya sudah mendarah daging di Indonesia sebagai pengganti kata imitasi atau tiruan.

Nah, yang bahaya itu barang KW bisa laku dan malah kadang lebih laku daripada barang orisinal. Kenapa?

Alasannya beragam. Salah satunya yakni daya beli masyarakat, yang ingin bergaya pakai barang bermerek, tapi tak punya uang banyak. Mereka lantas lebih pilih beli barang tiruan.

Melihat calon pasar yang besar, maka produsen berusaha membuat barang serupa yang bisa dijual lebih murah untuk meraup pasar yang lebih luas lagi. Akhirnya muncul deh barang-barang tiruan yang lebih sering disebut KW.

KW juga banyak tingkatannya, lho. Tapi dengan banyaknya istilah dan tingkatan KW yang ada, setidaknya Anda harus paham bahwa produk KW adalah bukan produk asli.

Meski penjual mengatakan KW import sekalipun, itu adalah produk tiruan yang produksinya dibuat di luar negeri. Negara yang biasanya banyak membuat produk KW adalah Thailand dan China.

1. KW Super Premium atau Grade Ori

Jangan tergiur ya kalau ada pedagang menawarkan barang KW Super Premium dengan iming-iming barang reject alias barang yang tidak memenuhi standar atau tidak lolos quality control. Meskipun ada, itu artinya barang KW Super Premium yang lolos ke pasaran karena kurang ketatnya peraturan perusahaan.

KW Super Premium tidak melulu sisa reject-an, ada juga pabrik yang berhasil meniru barang dengan sangat baik. Bahkan ada pabrikan yang mengantongi sertifikat keaslian, atau nomor serial, atau hologram asli, juga memiliki detail, pernak-pernik, bahkan cetakan merek yang persis dengan aslinya.

Ciri-ciri KW Super Premium adalah kualitas jahitan dan benang yang rapi, warna tidak mudah pudar, jika berbahan kulit, biasanya itu asli. Sekilas, barang dengan grade ini sulit dibedakan dari yang asli. Oleh karena itu, Anda harus berhati-hati ya!

 

 

2 dari 3 halaman

KW Super

2. KW Super AAA

Kualitas barang KW Super AAA ini ada di bawah KW Super Premium. KW Super AAA meniru barang asli, tapi dengan menggunakan bahan yang versi lebih murah dari KW Super Premium. Misalnya KW Super Premium menggunakan kulit domba yang sangat lembut, sementara si KW Super AAA pake kulit sapi yang sama-sama beneran kulit (bukan imitasi).

3. KW Super

Produk imitasi KW Super biasanya menggunakan bahan dengan versi yang lebih murah lagi. Misalnya, antara tas kulit original dengan yang KW Super. Kalau tas kulit ori bahan kulitnya tebal, kualitas ristleting tasnya bagus, tak mudah rusak. Nah, kalau KW Super bisa membuat kemiripan, namun kualitasnya bahannya di bawah KW Super AAA. Untuk keawetan barang juga tidak terjamin.

4. KW Semi Super

Barang dengan status KW Semi Super biasanya menggunakan bahan yang benar-benar berbeda. Misalnya, tas yang harusnya terbuat dari kulit domba asli diganti menjadi kulit sapi, tapi itu juga di bagian tertentu aja (misal gagang tas), sementara bagian tas yang lain si kulit sapi disubstitusi dengan kulit imitasi.

Dilihat dari jahitan maupun kerapian pengeleman, tentu KW Semi Super ini tak bisa disamakan dengan KW Super sekalipun. Intinya sih KW Semi Super ini seperti asli, tapi juga kayak palsu. Semacam setengah hati, mau bilang asli begitu kamu lihat barang ini.

 

3 dari 3 halaman

KW 1 dan 2 yang Kentara Palsunya

5. KW 1

Meskipun bisa dibilang cukup rapi, barang KW 1 ini memiliki kualitas di bawah KW Semi Super. KW 1 fokus pada bentuk yang dibuat agar mirip, namun tidak memperhatikan kualitas bahan. Misalnya produk sepatu kerap membuat pemakainya lecet-lecet karena bahan yang kasar. Jika produk tas biasanya mudah rusak dan pegangannya mudah putus karena jahitan tidak kuat dan bahan murahan.  

6. KW 2

Barang KW 2 benar-benar dibuat dari bahan yang murah, yang memang sengaja dipilih untuk menekan biaya produksi. Kualitasnya di bawah KW 1 dan biasanya juga lebih cepat rusak. Tingkat kemiripannya hanya sedikit banget, bahkan beberapa tidak mirip produk aslinya. Grade barang imitasi ini sangat terlihat palsunya.

Sumber: Feed.Merdeka.com