Sukses

Malang, Remaja Cacat Seumur Hidup Usai Mengonsumsi Siput

Liputan6.com, Jakarta Hati-hati jika makan makanan yang asalnya dari hewan tanah jika tak ingin mendapat musibah seperti yang dialami pria ini. Pemain rugby berbakat, Sam Ballard, mengalami kelumpuhan di usianya yang ke-19 tahun setelah memakan siput kebun saat menghadiri pesta ulang tahun temannya.

Sam yang kini berusia 28 tahun, menjadi sakit parah dalam beberapa hari setelah mengonsumsi siput di rumah temannya tersebut di Sydney, Australia. Dokter mengatakan kepadanya bahwa dia telah terinfeksi cacing tikus yang menyebabkan infeksi di otaknya.

Menurut Metro, dia mengalami koma selama 420 hari setelah tertular virus Meningoencephalitis Eosinofilik yang menyebabkan penyakit meningitis.

Sam menghabiskan waktu tiga tahun di rumah sakit dan sekarang harus menggunakan kursi roda seumur hidupnya, terkadang ia juga mengalami kejang-kejang.

1 dari 3 halaman

Keluarga Minta Bantuan Dana

Menghadapi cobaan tersebut, ibu Sam, Katie Ballard, di tahun 2016 lalu mencoba mengajukan Skim Asuransi Cacat Nasional (NDIS) kepada pemerintah setempat untuk biaya pengobatannya, dan Sam dianggap memenuhi syarat untuk mendapat paket asuransi sebesar £ 300.000 atau sekitar Rp 5,745 miliar.

Namun malang, pada bulan September tahun lalu tanpa peringatan, NDIS mengirim SMS kepada Ibunya dengan mengatakan bahwa mereka telah mengurangi alokasi asuransi tunjangan cacatnya menjadi sekitar £ 75.000 atau sekitar Rp 1,436 miliar. Tentu saja hal ini menjadi pukulan berat bagi mereka.

Pemotongan dana yang besar tanpa penjelasan tersebut membuat keluarganya jadi berhutang cukup banyak untuk biaya pengobatan Sam. Saat ini mereka memiliki utang layanan keperawatan sebesar £ 25.000 atau sekitar Rp 478 juta.

NDIS mengatakan telah bekerja sama dengan keluarga Ballard demi menemukan sebuah resolusi dan meningkatkan paket dukungan untuk Sam. Sebelum kecelakaan itu, Katie mengatakan bahwa anaknya sebagai orang yang tak terkalahkan.

2 dari 3 halaman

Hidup Sam Berubah

Dalam sebuah postingan di Facebook tahun 2011, Katie sangat berharap anaknya dapat berjalan lagi. "Sam baik-baik saja. Sam masih sama nakalnya dan banyak tertawa. Dia akan berjalan dan berbicara lagi (syukurlah) tapi faktor waktunya yang kita tidak tahu,” tulisnya. Tapi yang terjadi kini, kata Katie, penyakit Sam telah memukul keluarganya dengan keras.

“Semua hancur, ini mengubah hidupnya selamanya, juga mengubah hidup saya selamanya,” sambungnya.

Dampak yang ditimbulkan memang sangat besar. Virus yang ditelan Sam biasanya hanya ditemukan pada hewan pengerat, tapi siput bisa terinfeksi saat mereka memakan kotoran tikus. Pada banyak kasus, memang minim sekali ditemukan gejalanya dan biasanya hal itu sangat jarang bisa menyebabkan infeksi pada otak.

Penulis:

Dhita Koesno

**Jadilah bagian dari Forum Liputan6.com dengan mengirimkan artikel unik dan terkini melalui email Forum@liputan6.com

 

Artikel Selanjutnya
Usai Sit Up, Wanita Ini Patah Tulang Leher dan Nyaris Lumpuh
Artikel Selanjutnya
Diceraikan Karena Stroke, Wanita Ini Temukan Cinta Baru dari Terapisnya