Sukses

Saling Lempar Lumpur hingga Tomat, Ini 4 Festival Paling Meriah di Dunia

Liputan6.com, Jakarta - Setiap negara memiliki keunikan tersendiri saat merayakan festival di negaranya. Biasanya budaya dan tanggal diselenggarakannya pun berbeda-beda.

Festival yang mereka rayakan juga tidak selalu mewah, bahkan terkesan sederhana namun penuh kebersamaan dan unik. Nah, apa saja festival paling unik dan meriah tersebut?

1. Festival Lempar Tomat

Festival yang diadakan di Spanyol ini dikenal dengan “La Tomatina.” Festival ini biasanya dilakukan di kota kecil bernama Bunol, dengan dihadiri sekitar 20.000 orang setiap tahunnya.

Namun, tak hanya warga Spanyol, turis asing juga ikut memeriahkan festival tersebut. Biasanya festival akan berlangsung selama lima hari, mulai dari Rabu hngga Minggu terakhir bulan Agustus. Acara ini tentu menjadi festival perang makanan terbesar di dunia.

1 dari 3 halaman

2. Festival Lumpur

Festival ini diadakan setiap Juli di Korea Selatan. Warga Korea Selatan biasa menyebutnya dengan “Boryeong Mud Festival.

Warga yang mengikuti festival tersebut biasanya akan saling melempar lumpur, atau masuk ke dalam kolam yang memang sengaja di berikan lumpur. Bagi warga Korea, hal ini dipercaya dapat membuat kulit lebih sehat dan halus.

3. Festival Minyak dan Cat

Acara yang di beri nama “Feria De Cascamorras” ini merupakan festival saling siram minyak dan cat. Festival yang berasal dari Spanyol tersebut biasanya diadakan di kota Baza.

Warga setempat percaya bahwa harus menyerang Cascamorras sesuai dengan sebutannya, di mana makhluk ini adalah makhluk mitologi yang ingin mencuri patung Bunda Maria di kota tersebut. Barang siapa yang terkena siraman, tumpahan cat dan minyak tidak boleh marah. Festival ini diadakan setiap 6 September setiap tahunnya.

2 dari 3 halaman

4. Festival Warna - Warni

Festival ini berasal dari India dan dinamakan “Holi Water.” Acara ini menjadi festival budaya terbesar yang wajib dirayakan warga India.

Warga setempat akan berkumpul di suatu lapangan, melemparkan bubuk warna-warni sambil berkata “Happy Holli” yang berarti ia bebas mengekspresikan kebebasan warna-warni di hidupnya. Mereka juga biasanya membuat sebuah kolam berisikan bubuk warna, yang membuat warna kolam berubah.

Penulis:

Fany Zahra

Universitas Bhayangkara Bekasi

Jadilah bagian dari Komunitas Sahabat Liputan6.com dengan berbagi informasi & berita terkini melalui e-mail: SahabatLiputan6@gmail.com serta follow official Instagram @sahabatliputan6 untuk update informasi kegiatan-kegiatan offline kami.

Artikel Selanjutnya
Berparas Cantik, Penjual Makanan Kaki Lima Bikin Warganet Kepincut
Artikel Selanjutnya
Tempat Ini Idaman Para Jomblo Mencari Pasangan