Sukses

Terungkap, Rahasia Mengagumkan di Balik Kentang Rebus

Liputan6.com, Jakarta - Selama ini kentang dikenal sebagai bahan makan yang dapat diolah menjadi berbagai macam bentuk. Cara pengolahannya pun beragam, yakni dengan ditumbuk, digoreng, direbus, dibakar dan dipanggang. Kentang diketahui mengandung protein, serat, antioksidan, vitamin B6, C dan D. Selain itu, kentang juga diperkaya dengan kandungan mineral, termasuk kalium, zat besi, kalsium, fosfor, dan magnesium.

Apakah kamu salah satu penggemar makanan hasil olahan kentang? Nah, jika kamu bukan penggemar kentang, bahkan setelah kamu mengetahui manfaat gizi yang terkandung di dalamnya, maka kamu harus mengetahui manfaat lain dari kentang.

Selain dijadikan sebagai bahan olahan makanan, kentang ternyata menyimpan rahasia menakjubkan karena dapat disulap menjadi sebuah baterai dengan kandungan energi yang kuat.

Dilansir Elitereaders, Sabtu (11/2/2017), Profesor Haim Rabinowitch dari Fakultas Ilmu Pertanian di Universitas Ibrani Jarusalem menemukan cara untuk mengubah kentang dari sumber olahan makanan ke sumber daya energi yang lebih efektif.

Jika dua buah batang logam ditancapkan ke dalam kentang, maka akan menghasilkan energi kimia. Namun, Profesor Haim bersama tim penelitiannya melakukan uji coba lebih mendalam terhadap kentang dan terungkap jika kentang yang direbus selama delapan menit akan menghasilkan energi sepuluh kali lipat lebih besar dibanding kentang yang belum direbus.

Para peneliti mengungkapkan bahwa menggunakan kentang rebus sebagai sumber listrik ternyata jauh lebih hemat. Karena energi yang dihasilkan dari kentang rebus, ternyata mampu menghemat sekitar enam kali lebih murah daripada lampu minyak dan 50 kali lebih murah daripada energi yang dihasilkan oleh baterai AA standar yaitu 1,5 volt.

Dengan memanfaatkan kentang rebus, kita dapat membuat baterai kentang yang mampu menghasilkan cukup daya untuk membuat pencahayaan dari lampu LED dan energi yang dihasilkan dari kentang rebus mampu
menghasilkan tenaga untuk membuat lampu LED menyala setidaknya 40 hari.

Bayangkan bagaimana jika penerapan energi yang dihasilkan dari kentang rebus ini dilakukan? Pasti dapat membantu masyarakat kurang mampu yang selama ini masih hidup tanpa listrik.

(soy/ul)

 

Penulis:

Soyid Prabowo

 

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini.

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6.

Loading