Liputan6.com, Jakarta - Cara menyimpan kentang agar tidak cepat bertunas penting diketahui agar stok kentang di rumah tetap awet dan tidak mudah rusak. Penyimpanan yang kurang tepat sering membuat kentang cepat lembek, bertunas, bahkan membusuk sebelum sempat diolah.
Banyak orang mulai mencari cara menyimpan kentang agar tidak cepat bertunas dengan memanfaatkan tempat penyimpanan yang sejuk, kering, dan memiliki sirkulasi udara baik. Langkah sederhana tersebut membantu menjaga tekstur kentang tetap segar lebih lama.
Selain memperhatikan suhu ruangan, penerapan cara menyimpan kentang agar tidak cepat bertunas juga berkaitan dengan pemilihan wadah dan posisi penyimpanan. Dengan penanganan yang tepat, kentang bisa bertahan lebih lama dan tetap nyaman digunakan untuk berbagai masakan.
Advertisement
Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang cara menyimpan kentang agar tidak cepat bertunas, Jumat (15/5/2026).
1. Simpan di Tempat Sejuk, Gelap, dan Kering
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5942734/original/036124900_1778839867-kentang.jpg)
Salah satu cara terbaik untuk menjaga kentang tetap awet adalah menyimpannya di tempat yang sejuk, gelap, dan tidak lembap. Suhu ideal penyimpanan kentang berkisar antara 7–10 derajat Celsius agar proses pertumbuhan tunas bisa melambat.
Hindari paparan sinar matahari langsung karena cahaya dapat membuat kulit kentang berubah hijau. Kondisi tersebut menandakan munculnya solanin, senyawa yang membuat kentang terasa pahit dan kurang baik dikonsumsi jika berlebihan.
Pastikan area penyimpanan memiliki sirkulasi udara yang baik agar kentang tetap kering dan tidak mudah busuk selama disimpan.
Advertisement
2. Gunakan Wadah dengan Sirkulasi Udara Baik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3411829/original/011602500_1616733537-photo-1518977676601-b53f82aba655.jpg)
Pemilihan wadah juga sangat penting dalam cara menyimpan kentang agar tidak cepat bertunas. Hindari menyimpan kentang di kantong plastik karena dapat memerangkap kelembapan dan mempercepat pembusukan.
Sebagai gantinya, gunakan keranjang, kotak kardus, kantong kertas, atau kantong jaring agar udara tetap mengalir dengan baik. Wadah berventilasi membantu menjaga kentang tetap segar lebih lama.
Selain mencegah tunas tumbuh cepat, sirkulasi udara yang baik juga membantu mengurangi risiko munculnya jamur pada kentang.
3. Jangan Mencuci Kentang Sebelum Disimpan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5052075/original/054021500_1734323614-pexels-polina-tankilevitch-41104641.jpg)
Kentang sebaiknya disimpan dalam kondisi kering dan belum dicuci. Air yang menempel pada permukaan kentang dapat meningkatkan kelembapan dan memicu pertumbuhan jamur maupun bakteri.
Kulit kentang memiliki lapisan alami yang membantu melindungi umbi dari kerusakan. Jika dicuci terlalu awal, lapisan tersebut bisa terganggu sehingga kentang lebih cepat membusuk.
Cuci kentang hanya saat akan dimasak agar kualitas dan daya simpannya tetap terjaga lebih lama.
Advertisement
4. Jauhkan dari Bawang dan Buah Penghasil Etilen
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3251070/original/007355600_1601273257-copy-space-organic-potatoes-table_23-2148540433.jpg)
Kentang tidak disarankan disimpan berdekatan dengan bawang, apel, pisang, atau alpukat. Buah dan sayuran tersebut menghasilkan gas etilen yang dapat mempercepat proses pematangan dan pertumbuhan tunas pada kentang.
Jika disimpan terlalu dekat, kentang akan lebih cepat lembek, bertunas, bahkan membusuk. Karena itu, gunakan tempat penyimpanan terpisah agar kondisi kentang tetap stabil.
Cara sederhana ini cukup efektif untuk membantu kentang bertahan lebih lama di rumah.
5. Hindari Menyimpan Kentang Mentah di Kulkas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5052487/original/031518800_1734337364-kentang.jpg)
Banyak orang mengira kulkas adalah tempat terbaik untuk menyimpan kentang, padahal suhu yang terlalu dingin justru dapat mengubah pati menjadi gula lebih cepat.
Akibatnya, rasa kentang menjadi lebih manis dan teksturnya berubah saat dimasak. Kentang juga bisa menjadi lebih lembek atau kurang enak ketika digoreng maupun dipanggang.
Kulkas lebih cocok digunakan untuk menyimpan kentang yang sudah dikupas atau matang, bukan kentang mentah utuh.
Advertisement
6. Tambahkan Apel Segar dalam Wadah Penyimpanan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3277038/original/068089300_1603525721-pexels-polina-tankilevitch-4110460.jpg)
Salah satu trik rumahan yang cukup populer adalah menyimpan kentang bersama apel segar. Dalam jumlah tertentu, apel dipercaya membantu memperlambat pertumbuhan tunas pada kentang.
Namun, pastikan apel yang digunakan masih segar dan tidak busuk. Apel yang terlalu matang justru dapat mempercepat pembusukan kentang karena menghasilkan gas etilen berlebihan.
Meski sederhana, cara ini sering digunakan untuk membantu menjaga kentang tetap awet lebih lama selama penyimpanan di rumah.Â
Pertanyaan Umum Seputar Cara Menyimpan Kentang Agar Tidak Cepat Bertunas
Mengapa kentang cepat bertunas?
Kentang cepat bertunas karena kondisi penyimpanan yang tidak tepat, seperti paparan cahaya, suhu hangat, kelembapan tinggi, atau berdekatan dengan buah penghasil gas etilen seperti bawang.
Berapa suhu ideal untuk menyimpan kentang?
Suhu ideal untuk menyimpan kentang mentah adalah antara 7-10 derajat Celsius di tempat yang sejuk, gelap, dan kering dengan sirkulasi udara yang baik.
Apakah kentang boleh disimpan di kulkas?
Kentang mentah utuh sebaiknya tidak disimpan di kulkas karena suhu dingin dapat mengubah pati menjadi gula, memengaruhi rasa dan teksturnya. Kentang yang sudah dikupas atau dimasak dapat disimpan di kulkas hingga 3-5 hari.
Mengapa tidak boleh mencuci kentang sebelum disimpan?
Mencuci kentang sebelum disimpan akan membuatnya lembap, yang mendorong pertumbuhan jamur, bakteri, dan mempercepat pembusukan serta penunasan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8682083/original/077005500_1782732215-dedi_mulyadi_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495122/original/083308700_1770356146-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sardewa-6_Februari_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537107/original/075541100_1774410122-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-25T095300.861.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1918996/original/079782400_1776676911-WhatsApp_Image_2026-04-18_at_19.58.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5942994/original/056947400_1778840065-potato.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812256/original/019737900_1776314232-pexels-beyzaa-yurtkuran-279977530-17071110.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513569/original/057945500_1782437405-063_2283345869.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259216/original/078310400_1781491972-AP26165670492100.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8693587/original/054340800_1782757524-063_2283889620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8692722/original/034513200_1782755867-000_B8PJ7CN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263380/original/090952300_1781922466-AP26171045705794-Brasil_vs_Haiti.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263965/original/063636200_1782038065-000_B7RD77E.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8312896/original/014782800_1782180155-000_B7XU3U2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5381016/original/018832800_1760444417-AP25287418037906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4728012/original/006431800_1706361596-000_34GE37C.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8666203/original/007626600_1782698654-000_B8H28ZD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5238997/original/066447800_1748786039-c8db72be-7a53-4eb1-a339-0f9c59ff14ac.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7592699/original/091900000_1780375278-Kentang_Gantung.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7445280/original/037673500_1780220753-kentang_kehijauan_1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5526404/original/071460000_1773120955-WhatsApp_Image_2026-03-10_at_11.17.53.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5526403/original/023265000_1773120955-WhatsApp_Image_2026-03-10_at_10.35.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5023160/original/069383700_1732611185-cara-membuat-kentang-balado.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5568148/original/051505500_1777350357-Cara_Membuat_Kebun_Umbi_Panen_3_Bulan_dengan_Modal_Terbatas_7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5560316/original/076472300_1776664757-unnamed__19_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3577987/original/037790300_1632191120-fresh-flavorful-mashed-potatoes.jpg)