PKL Pasar Santa Digusur, Onliner Bersimpati

Penggusuran PKL di Pasar Santa ternyata menimbulkan respon dari para onliner.

Diterbitkan 16 Februari 2015, 16:36 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Citizen6, Jakarta Pasar Santa merupakan salah satu pasar ‘gaul’ yang terkenal karena menjadi tempat nongkrong anak-anak muda. Pasar yang terletak di Jalan Cipaku, Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan tidak serta merta terkenal seperti saat ini. Dulunya pasar ini hanyalah pasar yang banyak kiosnya dibiarkan kosong dan terbengkalai.

Semuanya berubah saat pelaku usaha kreatif dari komunitas kopi dan piringan hitam mengisi kios yang kosong. Kampanye dan promosi yang dilakukan lewat sosial media berhasil menarik perhatian masyarakat. Kini Pasar Santa menjadi pasar gaul yang banyak dikunjungi anak muda, artis, pejabat, hingga presiden.

Sayang, beredar kabar bahwa pedagang kaki lima (PKL) yang telah lama berjualan di sana digusur oleh pihak kelurahan, kecamatan, dan suku dinas perdagangan. Aksi penggusuran tersebut beralasan PKL tersebut menempati lahan yang tidak seharusnya mereka berjualan. Padahal kebanyakan PKL sudah berjualan di sana sebelum Pasar Santa seterkenal sekarang. Lahan tempat PKL biasa berjualan kini digunakan sebagai tempat parkir.

Penggusuran terhadap PKL ternyata menimbulkan simpati bagi para pedagang kreatif yang berada di lantai 3 Pasar Santa. Mereka melakukan aksi solidaritas yang keberatan dengan penggusuran tersebut. Sebuah spanduk solidaritas bahkan turut dibuat untuk sebagai bentuk keprihatinan mereka.

 

Sustainable Santa hanya bisa tercapai ketika kami dapat hidup berdampingan dengan pedagang-pedagang lama. Bantu kami menjaga keutuhan keluarga pasar santa --------- Our dream of a sustainable market can only happen when we can COEXIST with the older tenants. Help us keep our family together #sustainablesanta #anakpasar #pasarsanta

A photo posted by Pasar Santa (@pasarsanta) on


 

Kami Perduli. #sustainablesanta

A photo posted by Pasar Santa (@pasarsanta) on


Aksi penggusuran tersebut juga menyita perhatian para onliner. Dari pantauan Citizen6, banyak onliner yang menyayangkan penggusuran tersebut. Bahkan di Twitter aksi solidaritas tersebut membuahkan tagar #SuistainableSanta. Pro dan kontra timbul terkait penggusuran PKL tersebut.






Para PKL menyayangkan kebijakan penggusuran tersebut, seolah-olah pemerintah lebih mementingkan pedagang kelas atas dari pada masyarakat yang sudah berjualan lama di sana. Hingga saat ini para PKL mengaku belum mendapat tempat relokasi yang baru.

Bagaimana menurut Anda?

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini