Fenomena Aphelion Disebut Penyebab Batuk Pilek? Ini Penjelasan dari Ahlinya

Benarkah fenomena aphelion sebagai penyebab batuk dan pilek? Prof Husin Alatas, Guru Besar IPB University, memberikan penjelasan ilmiah yang meluruskan miskonsepsi ini.

Diterbitkan 22 Juli 2025, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- Isu mengenai fenomena aphelion sebagai penyebab batuk dan pilek telah menyebar luas di masyarakat, menimbulkan kekhawatiran dan berbagai pertanyaan. Informasi ini seringkali mengaitkan posisi Bumi yang terjauh dari Matahari dengan peningkatan kasus penyakit pernapasan.

Untuk meluruskan informasi yang beredar, Prof. Husin Alatas, seorang Guru Besar IPB University Bidang Fisika Teori, telah memberikan penjelasan komprehensif. Beliau menguraikan secara ilmiah mengenai apa itu aphelion dan bagaimana kaitannya, atau ketiadaannya, dengan kondisi kesehatan manusia.

Penjelasan dari Prof. Husin Alatas ini penting untuk memberikan pemahaman yang benar kepada publik, membedakan antara fakta astronomi dan mitos kesehatan. Ini juga bertujuan untuk mencegah kepanikan yang tidak perlu terkait fenomena alam yang rutin terjadi setiap tahun.

Apa Itu Aphelion dan Seberapa Jauh Dampaknya?

Prof. Husin Alatas menjelaskan bahwa aphelion adalah kondisi di mana Bumi berada pada titik terjauh dari Matahari dalam orbit elipsnya. Fenomena ini merupakan siklus tahunan yang biasa terjadi pada awal bulan Juli, bagian dari dinamika alam semesta.

Pada momen aphelion, jarak Bumi ke Matahari mencapai sekitar 152,098,455 kilometer, berbeda dengan perihelion (titik terdekat) yang hanya sekitar 147,105,052 kilometer. Meskipun ada perbedaan jarak, orbit Bumi pada dasarnya hampir menyerupai lingkaran sempurna dengan eksentrisitas orbit Bumi sebesar 0,01671.

Penyimpangan jarak ini, sekitar 1,68 persen dari rata-rata, tidak signifikan untuk memengaruhi suhu bumi secara ekstrem. Intensitas energi Matahari yang diterima bumi hanya menyimpang sekitar 3,5 persen, menunjukkan dampak yang sangat kecil terhadap iklim global.

Aphelion Bukan Pemicu Batuk Pilek: Penjelasan Ilmiah Prof. Husin Alatas

Menurut Prof. Husin Alatas, efek dari aphelion dan perihelion terhadap cuaca di bumi sangatlah kecil. Dampaknya jauh lebih minim dibandingkan dengan pengaruh kemiringan poros rotasi Bumi sebesar 23 derajat yang menjadi penyebab utama perbedaan musim di berbagai belahan dunia.

Oleh karena itu, sangat kecil kemungkinan bahwa cuaca ekstrem yang dapat memicu masalah kesehatan seperti batuk dan pilek disebabkan oleh posisi aphelion atau perihelion Bumi dari Matahari. Prof. Husin menegaskan bahwa secara fisik, manusia sulit merasakan efek langsung dari kedua posisi tersebut.

Justru, pemanasan global dinilai memiliki potensi yang jauh lebih besar untuk memicu kondisi cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini. Fenomena aphelion dan perihelion hanyalah dinamika rutin alam yang terkait dengan orbit eliptik Bumi, sehingga tidak perlu dikaitkan dengan dampak negatif pada kesehatan.