Simak Daftar Terkini Pejabat yang Jadi Sasaran Hoaks

Simak daftar terkini pejabat yang jadi sasaran hoaks.

Diterbitkan 21 Desember 2022, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- Hoaks bisa menyerang siapa saja, salah satunya yang kerap menjadi sasaran informasi palsu tersebut adalah kalangan pejabat.

Hoaks tersebut tentu dapat merugikan, baik sosok pejabat yang menjadi sasaran atau pihak yang mempercayai informasi palsunya.

Untuk memudahkan masyarakat membedakan informasi benar dan hoaks, Cek Fakta Liputan6.com pun telah menelusuri sejumlah informasi seputar pejabat.

Berikut daftar terkini pejabat yang jadi sasaran hoaks.

Luhut Binsar Pandjaitan Naikkan Harga Pokok Jelang Tahun Baru Agar Negara Tak Bangkrut

Beredar di media sosial postingan yang mengklaim Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan menaikkan harga bahan pokok jelang tahun baru agar negara tak bangkrut. Postingan itu beredar sejak beberapa waktu lalu.

Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 18 Desember 2022.

Dalam postingannya terdapat potongan gambar artikel berjudul "Luhut Menjelang tahun baru harga bahan pokok naik kalau tak dinaikan bangkrut negara".

Akun itu menambahkan narasi "Tanda tanda negara mau bangkrut..."

Lalu benarkah postingan yang mengklaim Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan menaikkan harga bahan pokok jelang tahun baru agar negara tak bangkrut? Simak hasil penelusurannya di sini.

Ma'ruf Amin Izinkan Presiden Jokowi Pakai Uang Negara untuk Menikahkan Kaesang

Beredar di media sosial postingan yang mengklaim Ma'ruf Amin mengizinkan Presiden Jokowi memakai uang negara untuk menikahkan Kaesang. Postingan ini beredar sejak pekan ini.

Salah satu akun ada yang mempostingnya di Facebook pada 6 Desember 2022.

Akun itu mengunggah gambar artikel berjudul "Ma'ruf Amin tak apa-apa Presiden Jokowi pakai uang negara untuk menikahkan Kaesang".

Akun itu menambahkan narasi "Bapak wakil PRESIDEN ente kadang kadang bikin saya terharu....sekali nongol di media bikin saya senyum senyum..."

Lalu benarkah postingan yang mengklaim Ma'ruf Amin mengizinkan Presiden Jokowi memakai uang negara untuk menikahkan Kaesang? Simak dalam artikel berikut ini...

Mahfud MD Minta 50 Persen Infak Masjid Disetor ke Negara

Beredar di media sosial postingan yang mengklaim Menkopolhukam, Mahfud MD meminta infak masjid dipangkas 50 persen untuk negara. Postingan ini beredar sejak pekan lalu.

Salah satu akun ada yang mempostingnya di Facebook. Akun itu mengunggahnya pada 5 Desember 2022.

Dalam postingannya terdapat gambar Mahfud MD dengan judul artikel "Mahfud MD segera pangkas infak masjid 50 persen setor ke negara"

Akun itu menambahkan narasi

"LUAR BIASA, LUAR DLM PENGUASA SDH RUSAK BINASA, KOK GAK PUNY A RASA MALU YA, BEGÍT U TEGANYA, BEGITU NE KATNYA MERAMPOK DG BAHASA" SEGERA PANG KAS INFAK MASJID 50 PERSEN DISETOR KEKAS NEGARA (MAHFUD MD)"KENAPA GAK DIRAMPOK DUIT KONSERSIUM 303 SENILAI RP.155 T (MILIK FERDY SAMBO,TITO KAR NAVIAN). LEBIS PAS CAR ANYA, DUIT HASIL RAMP OK ITU DIRAMPOK,DISIT A OLEH NEGARA UTK KE PENTINGAN NEGARA, KOK INFAK MESJID YG DI PANGKAS 50 PERSEN .AMBYAR"

Lalu benarkah postingan yang mengklaim Menkopolhukam, Mahfud MD meminta infak masjid dipangkas 50 persen untuk negara? Simak hasil penelusurannya di sini.

 

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.