Studi Ungkap 41 Persen Remaja Kesulitan Bedakan Hoaks dan Fakta Terkait Berita Kesehatan

Hanya sekitar 48 persen remaja yang mampu membedakan antara berita kesehatan yang benar di antara yang hoaks.

Diperbarui 01 September 2022, 18:14 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Studi dari Comenius University, Slovakia menemukan bahwa hampir separuh remaja tak bisa membedakan antara fakta dan berita palsu terkait dunia kesehatan yang beredar di internet.

Dalam studinya ada 300 remaja yang diberikan tujuh berita seputar efek buah dan sayuran pada tubuh manusia. Di antara berita tersebut ada yang palsu dan ada juga yang fakta.

Hasilnya sekitar 41 persen, atau hampir dari setengah dari grup kesulitan membedakan berita asli dengan hoaks. Sementara 11 persen lainnya menganggap berita yang asli justru kurang dapat dipercaya ketimbang hoaks.

Hanya sekitar 48 persen remaja yang mampu membedakan antara berita kesehatan yang benar di antara yang hoaks.

"Remaja adalah pengguna sering internet, dalam studi ini kami berharap mereka sudah bisa memahami dan menilai informasi yang didapat dari dunia maya, tetapi yang terjadi justru sebaliknya," ujar peneliti utama Dr Radomir Masaryk dilansir Eurekalert.

"Dari studi ini kami menilai literasi media terkait informasi kesehatan dibutuhkan para remaja untuk membedakan fakta dan hoaks. Berpikir kritis dan berpikir secara ilmiah adalah keterampilan yang membantu agar tidak terpapar hoaks seputar dunia kesehatan," katanya menambahkan.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.