Sukses

Deretan Hoaks Seputar CEO Pfizer: Tolak Vaksin Covid-19 hingga Ditangkap FBI

Liputan6.com, Jakarta - Pfizer menjadi salah satu produsen vaksin Covid-19 saat ini. Sayangnya, hoaks terkait Pfizer masih saja beredar di masyarakat.

Bahkan, hoaks terkait Pfizer ini mengarah langsung pada CEO-nya Albert Bourla. Lalu, apa saja hoaks terkait CEO Pfizer? Berikut beberapa di antaranya:

1. Cek Fakta: Tidak Benar Kabar Myriam Bourla, Istri dari CEO Pfizer Alber Bourla Tewas Akibat Komplikasi Vaksin COVID-19

Kabar tentang Myriam Bourla istri dari CEO Pfizer Albert Bourla, meninggal dunia akibat komplikasi vaksin COVID-19 beredar di media sosial. Kabar tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 12 November 2021.

Akun tersebut mengunggah narasi yang menyebut bahwa Myriam Bourla istri dari CEO Pfizer Alber Bourla meninggal dunia karena komplikasi vaksin COVID-19.

"Cause of death ....complications from c19 jab. When will people wake up?!

WIFE OF PFIZER'S CEO DIES after complications on November 10, 2021

Myriam Bourla – the wife of Pfizer CEO Albert Bourla – has died from COMPLICATIONS FROM the COVID-19 VACCINE early Wednesday, according to her doctor. She passed away in the emergency room at New York-Presbyterian Lawrence Hospital after being brought in by paramedics. The cause of death has been listed as complications from the Pfizer vaccine," tulis salah satu akun Facebook.

Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah tiga kali direspons warganet.

Benarkah Myriam Bourla istri dari CEO Pfizer Alber Bourla meninggal dunia karena komplikasi vaksin COVID-19? Simak dalam artikel berikut ini...

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

 

2 dari 3 halaman

Hoaks Lainnya

2. Cek Fakta: Tidak Benar CEO Pfizer Albert Bourla Ditangkap FBI

Beredar informasi mengenai CEO Pfizer, Albert Bourla, ditangkap oleh FBI karena telah membohongi publik tentang efektivitas vaksin COVID-19 Pfizer dan memalsukan data.

Informasi ini dibagikan oleh salah satu akun Facebook pada 8 November 2021. Akun tersebut juga mengunggah foto tangkapan layar dari situs berita Beaver Exclusive mengenai Albert Bourla ditangkap oleh FBI.

"CEO of Pfizer Albert Bourla arrested by FBI, he faces fraud charges for deceiving customers on the effectiveness of Pfizer Covid-19 vaccine, falsifying data and paying out large bribes," tulis salah satu akun Facebook.

Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah mendapatkan satu komentar, satu kali dibagikan, dan disukai tiga warganet.

Lalu, benarkah CEO Pfizer, Albert Bourla ditangkap oleh FBI karena telah membohongi publik tentang efektivitas vaksin COVID-19? Simak dalam artikel berikut ini...

3. Cek Fakta: Benarkah Bill Gates dan CEO Pfizer Menolak Disuntik Vaksin Covid-19?

Pada 18 Desember 2020, pemilik akun Facebook Elias F Vargas mengunggah sebuah klaim yang menyebut Bill Gates melarang keluarganya untuk disuntik vaksin covid-19. Akun itu juga menyebut CEO Pfizer, Albert Bourla tidak mau divaksin covid-19.

Sehari setelahnya, akun Facebook yang menggunakan nama Jayis Blesswilliams juga mengunggah klaim yang sama. Bill Gates dan CEO Pfizer menolak disuntik vaksin covid-19.

Begini narasinya:

"Bill Gates mengatakan dia tidak akan divaksinasi, begitupun anak-anaknya. CEO Pfizer juga menunda menerima vaksin covid-19."

Lalu benarkah klaim yang menyebut Bill Gates dan CEO Pfizer menolak disuntik vaksin covid-19? Simak dalam artikel berikut ini...

3 dari 3 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.