Sukses

Cek Fakta: Tidak Benar Kabar Pembakaran Gereja di Belawan

Liputan6.com, Jakarta - Kabar tentang pembakaran gereja di Belawan, Medan, Sumatera Utara beredar di media sosial. Kabar tersebut disebarkan oleh akun Facebook Fiktor Darilangit Ketujuh pada 22 Juli 2021.

Akun Facebook Fiktor Darilangit Ketujuh mengunggah video yang diklaim terjadi pembakaran gereja di Belawan, Medan. Dalam video berdurasi 4 menit 18 detik itu, terlihat kerumunan di warga sebuah jalanan.

Seorang pria yang merekam video itu mendesak anggota polisi mengambil tindakan atas indisen yang terjadi. Namun tidak dijelaskan peristiwa apa yang terjadi dalam video tersebut.

"Lakukan tindakan kalian (polisi), hanya berdiri saja. Bapak pindah aja dari Belawan," demikian pernyataan dari pria yang merekam video.

Akun Facebook Fiktor Darilangit Ketujuh kemudian mengaitkan video tersebut dengan peristiwa pembakaran di sebuah gereja di Belawan, Medan.

"Lagi-lagi pembakaran GEREJA terjadi di belawan," tulis akun Facebook Fiktor Darilangit Ketujuh.

Konten yang disebarkan akun Facebook Fiktor Darilangit Ketujuh telah 161 ribu kali dibagikan dan mendapat 2 ribu komentar warganet.

Benarkah telah terjadi pembakaran gereja di Belawan, Medan, Sumatera Utara? Berikut penelusurannya.

 

2 dari 5 halaman

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri kabar tentang pembakaran gereja di Belawan, Medan, Sumatera Utara. Penelusuran dilakukan dengan memasukkan kata kunci "pembakaran gereja di belawan" di kolom pencarian Google Search.

Hasilnya terdapat beberapa artikel yang membantah kabar tersebut. Satu di antaranya artikel berjudul "Polisi Sebut Tak Ada Bakar Gereja saat Tawuran di Belawan" yang dimuat situs cnnindonesia.com pada 22 Juli 2021.

Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi memastikan tak ada insiden pembakaran gereja dalam rentetan aksi tawuran yang terjadi di wilayah Medan Belawan, Sumatera Utara, pada Rabu (21/7).

"Tidak ada gereja yang terbakar. Ada beberapa rumah yang sempat rusak, ada kios yang terbakar di pinggir jalan. Lemparan itu juga ada yang mengenai halaman gereja dan mengenai pintu gereja," kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi saat dikonfirmasi, Kamis (22/7).

Dia memastikan bahwa aksi tawuran yang terjadi tak berkaitan dengan isu suku, agama, ras dan antar golongan (SARA). Menurutnya, tawuran tersebut memang kerap terjadi antarkelompok pemuda setempat meski telah sering dimediasi.

Hadi menyayangkan sejumlah narasi yang beredar di media sosial dan media massa bahwa terjadi pembakaran gereja dalam peristiwa tersebut.

"Enggak ada urusannya itu. Itu tawuran pemuda yang sudah sering terjadi, dimediasi tapi terus berulang. Maka kemarin kami lakukan tindakan tegas, tangkap saja para provokatornya," jelasnya lagi.

Dari keterangan pihak gereja Pentakosta yang diteruskan oleh Hadi, dipastikan tak ada bagian gereja yang terbakar.

Kemudian juga, bom molotov yang ditemukan di halaman gereja diduga tak sengaja dilempar untuk membakar rumah ibadah tersebut. Hanya saja, awalnya benda itu ingin dilemparkan oleh pelaku tawuran ke rumah-rumah warga dan malah kemudian tak sengaja kena gereja.

"Aktivitas di Gereja Pentakosta tidak terganggu, dan aktivitasnya berjalan normal seperti biasa," jelasnya.

Polisi memastikan, situasi sudah kondusif usai pihaknya melakukan pembubaran kemarin. Kelompok yang berselisih pun diminta untuk menandatangani surat perdamaian sehingga tak mengulang perbuatannya lagi.

Sementara, enam orang provokator dari aksi tersebut sudah ditangkap oleh kepolisian. Saat ini, penyidik masih mengejar pihak-pihak lain yang terlibat.

Selain itu, Liputan6.com juga menemukan artikel yang berisi keterangan dari pendeta setempat yang membantah terjadi pembakaran gereja.

Adalah artikel berjudul "Pendeta MJ Sinaga Bantah Isu Pembakaran Gereja di Lokasi Tawuran Belawan" yang dimuat situs redaksi.waspada.co.id pada 22 Juli 2021.

MEDAN, Waspada.co.id – Adanya isu yang menyebut Gereja Pentakosta dibakar saat terjadi tawuran merupakan tidak benar atau berita bohong. Hal tersebut dibantahkan Pdt MJ Sinaga dalam pernyataannya melalui video yang disampaikan ke publik, Kamis (22/7).

MJ Sinaga menyebutkan, bom molotov yang ditemukan di halaman Gereja, bukan merupakan bom molotov yang sengaja dilemparkan untuk membakar gereja. Melainkan, bom molotov yang bersumber dari para pelaku tawuran yang melempar ke rumah warga, namun menyasar ke Gereja.

“Kami pastikan Gereja kami tidak dibakar. Bom molotov itu juga bukan bom molotov yang sengaja dilempar ke Gereja, melainkan sasarannya adalah rumah warga,” ujar MJ Sinaga.

Pendera Gereja Pentakosta ini memastikan, jika aktivitas di Gereja tidak terganggu, dan aktivitasnya berjalan normal seperti biasa.

“Aktivitas di Gereja kami sudah normal, bagian pintu yang sebelumnya sedikit kotor, juga sudah dicat kembali. Kami juga sudah menginfokan ke seluruh Pendeta, untuk menjelaskan jika tidak ada Gereja dibakar, agar tidak ada yang terpancing isu tidak benar, yang menyebut jika ada Gereja dibakar, karena kami pastikan tidak ada Gereja dibakar,” pungkasnya menjelaskan.

 

Referensi:

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210722145439-12-670869/polisi-sebut-tak-ada-bakar-gereja-saat-tawuran-di-belawan

http://redaksi.waspada.co.id/v2021/2021/07/pendeta-mj-sinaga-bantah-isu-pembakaran-gereja-di-lokasi-tawuran-belawan/

 

3 dari 5 halaman

Kesimpulan

 

Kabar tentang pembakaran gereja di Belawan, Medan, Sumatera Utara ternyata tidak benar. Faktanya, tidak ada pembakaran gereja di Belawan.

 

4 dari 5 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

5 dari 5 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini: