Sukses

Ketika Legenda Tinju Muhammad Ali Membuat Berita Palsu

Liputan6.com, Jakarta - Muhammad Ali pernah mejeng di majalah Live pada 8 September 1961. Ali yang ketika itu masih muda tampil mengejutkan dengan metode latihan tinju yang tak lazim, berlatih di bawah air.

Kala itu, sosok Muhammad Ali memang sedang menjadi buah bibir di Amerika Serikat. Pada Olimpiade 1960, dia memenangkan medali emas.

"Saya tidak bermaksud membual, tapi saat ini saya disebut sebagai petinju kelas berat dengan gerakan tercepat. Saya mendapatkan kecepatan itu berkat latihan di dalam air," ucap Muhammad Ali dalam foto esai di majalah Life.

Ali, yang ketika itu masih berusia 19 tahun, sudah menjadi petinju profesional. Bahkan, dia selalu mencatatkan kemenangan dalam 8 pertandingan pertamanya.

Dalam foto esai tersebut, Muhammad Ali mengaku meniru gaya latihan petinju bernama Ty Cobb yang memberi pemberat pada sepatunya selama latihan. Ali mengklaim dia punya kehebatan dalam melempar pukulan karena berlatih di air.

"Ketika Anda meninju dengan cara yang sama di luar air, kecepatan akan Anda dapatkan," ucap Muhammad Ali dalam foto esai tersebut.

 

 

2 dari 4 halaman

Kebenaran dari Foto Legendaris

Di tahun 1961, Sports Illustrated menugaskan seorang fotografer lepas bernama Flip Schulke untuk mengambil foto-foto Cassius Clay (nama Muhammad Ali sebelum berganti nama). Schulke pun pergi ketempat latihan Clay yang ada di Overtown, Florida.

Pada pertemuan pertama, Schulke memperlihatkan kepada Clay kalau dirinya merupakan juru foto yang handal. Schulke juga menyebut dirinya sangat jago mengambil foto di dalam air. Ketika itu Schulke meperlihatkan foto-foto peselancar air yang dipotret dari bawah air baru saja dimuat di majalah Life.

Clay yang melihat foto itu langsung tertarik. Clay pun berkata peada Schulke: "Seorang pelatih tua di Louisville memberitahu saya bahwa jika saya berlatih di dalam kolam, resistensi air berfungsi sama hal nya dengan pemberat."

Selanjutnya, Clay langsung lompat ke dalam kolam renang di The Sir John Hotel, tempatnya menginap. Clay langsung melakukan beberapa teknik pukulan tinju di dalam air. Tentunya, gaya latihan Clay ini sangat menarik bagi Schulke karena belum pernah ada petinju yang memakai cara berlatih di dalam air.

 

Tak mau buang waktu, Schulke pun langsung mengambil foto Clay sedang mengayunkan beberapa tinju di dalam air. Dia mendapatkan enam foto dari petinju yang telah meninggal dunia pada 3 Juni 2016.

Mendapat gambar yang bagus, hati Schulke pun senang. Sayangnya, enam foto itu malah ditolak oleh editor Sports llustrated. Editor di majalah tersebut menganggap foto itu sudah direkayasa karena Clay terlalu banyak berpose. Bahkan, editor Sports llustrated menyebut Schulke gila karena percaya dengan petinju yang berlatih di kolam renang.

Editor Sports llustrated meminta Schulke membawa foto tersebut ke majalah Life. "Silakan dan tanyakan ke Life jika Anda mau. Jika mereka cukup bodoh, mereka pasti melakukannya (mempublikasikan foto itu)."

Kemudian, Schulke menghubungi majalah Life. Menariknya, Life mau mempublikasikan foto Clay berlatih di bawah air. Namun, dari keenam foto, ada satu foto yang ditolak oleh Life. Foto itu menampilkan Clay sedang berpose memukul ke arah depan di dalam air.

Tiga tahun setelah foto itu mejeng di majalah Life, Schulke dan Clay bertemu usai petinju legendaris ini memenangkan kejuaraan kelas berat dunia. Di pertemuan tersebut, mereka melihat foto di dalam air hasil jepretan Schulke. Clay pada saat itu hanya mengedipkan matanya.

Pada 2003, dalam bukunya yang berjudul: "Witness To Our Times", Schulke akhirnya mengetahui kalau dirinya sudah tertipu oleh Clay atau yang akrab disapa dengan Muhammad Ali.

"Setelah memenangkan kejuaraan tinju kelas berat, Clay yang sudah mengganti namanya menjadi Muhammad Ali berjumpa lagi dengan saya. Kami melihat lembar-lembar foto dan dia menemukan foto itu. Dia mengedipkan matanya ke arah saya," katanya dalam buku itu, dikutip dari aliunderwater.com.

"Kedipan itu menyadarkan saya kalau dia sudah menggiring saya. Saya kemudian tahu kalau dia dan pelatihnya membuat cerita sendiri. Bahkan, dia tidak tahu caranya berenang."

"Dia sudah membodohi saya. Dia membodohi seorang reporter Life. Dia membodohi semua orang dengan gambar-gambar fantastis yang saya buat. Namun itu menunjukkan kalau dia brilian, bahkan di usia 19 tahun. Dia memikirkan ide yang benar-benar saya makan," ujar Schulke.

 

 

3 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

4 dari 4 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini: