Sukses

Cek Fakta: Tidak Benar Video Ini Peristiwa Bunuh Diri di Roxy Mas

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah video yang diklaim peristiwa bunuh diri seorang bos toko di Roxy Mas beredar di media sosial. Video berdurasi 30 detik itu disebarkan akun Facebook Ferdi Khaifang pada 15 November 2020.

Dalam video tersebut, tampak seorang diduga korban bunuh diri tergeletak di atas tanah. Sejumlah orang lainnya tampak melihat ke arah atas gedung.

Video tersebut kemudian dikaitkan dengan peristiwa bunuh diri seorang bos toko di Roxy Mas.

"Terjadi Di Roxy Mas Jakarta,,

Seorang bos toko bunuh diri loncat dari sebuah apartemen..

Lelaki lebih dulu, lalu menyusul istrinyanya...

Menurut keterangan krena frustasi,...

dagang sepi....hutang banyak ga bisa bayar..

Salah satu dampak covid 19..," tulis akun Facebook Ferdi Khaifang.

Video yang disebarkan akun Facebook Ferdi Khaifang telah 124 kali ditayangkan dan mendapat 24 komentar warganet.

 

KONTAK BANTUAN

Bunuh diri bukan jawaban apalagi solusi dari semua permasalahan hidup yang seringkali menghimpit. Bila Anda, teman, saudara, atau keluarga yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, dilanda depresi dan merasakan dorongan untuk bunuh diri, sangat disarankan menghubungi dokter kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan (Puskesmas atau Rumah Sakit) terdekat. 

Bisa juga mengunduh aplikasi Sahabatku: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.tldigital.sahabatku

Atau hubungi Call Center 24 jam Halo Kemenkes 1500-567 yang melayani berbagai pengaduan, permintaan, dan saran masyarakat.

Anda juga bisa mengirim pesan singkat ke 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat surat elektronik (surel) kontak@kemenkes.go.id.

 

 

2 dari 4 halaman

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri sebuah video yang diklaim peristiwa bunuh diri seorang bos toko di Roxy Mas.

Penelusuran dilakukan dengan mengunggah gambar tangkapan layar dari video tersebut ke Google Reverse Image. Hasilnya terdapat beberapa artikel yang menjelaskan mengenai video tersebut.

Satu di antaranya artikel berjudul "Hoaxbuster: Soal Bos Toko di Roxy Mas Bunuh Diri Akibat Pandemi COVID-19" yang dimuat situs kumparan.com pada 13 November 2020.

Beredar sebuah video berdurasi 29 detik di aplikasi WhatsApp. Terlihat dua orang bunuh diri dengan melompat dari sebuah gedung.

Pertama, seorang wanita menggunakan daster berwarna pink melompat dari atas gedung. Tidak lama setelah itu, seorang pria menggunakan kaus putih ikut melompat. Tak ayal warga di sekita lokasi histeris dan panik.

Sedangkan dalam narasi disebutkan dua orang yang bunuh diri merupakan pasutri pemilik usaha di Roxy Mas. Mereka bunuh diri akibat pandemi COVID-19.

"Di Roxy Mas Jkt, bos toko bunuh diri loncat dari atas yg cowok dulu, menyusul bininya...katanya frustasi,...dagang sepi....hutang banyak ga bisa bayar....dampak covid 19," tulis pesan itu.

Kapolsek Gambir AKBP Kade Budiarta membantah informasi tersebut. Ia mengatakan video itu merupakan video lama. "Itu hoaks kejadian 4 tahun lalu," kata Kade kepada wartawan, Jumat (13/11).

Namun, Kade tidak memberikan rincian siapa dua orang yang melompat bunuh diri itu. Termasuk dengan peyebab mereka bunuh diri.

Liputan6.com juga menemukan video serupa di situs berbagi video YouTube. Video tersebut berjudul "2 Perempuan Kak Beradik Lompat dari Apartemen di Bandung" yang diunggah oleh Channel YouTube 24 TV pada 25 Juli 2017 silam.

Gambar Tangkapan Layar Video dari Channel YouTube 24 TV

Liputan6.com kemudian menemukan artikel yang menjelaskan mengenai peristiwa bunuh diri yang direkam dalam video tersebut. Adalah artikel berjudul "Depresi Diduga Penyebab 2 Wanita Terjun dari Apartemen di Bandung" yang dimuat situs Liputan6.com pada 24 Juli 2017.

Liputan6.com, Bandung - Depresi diduga menjadi penyebab dua wanita nekat melompat dari balkon lantai lima Apartemen Gateway, Cicadas, Kota Bandung, Jawa Barat. Kedua wanita yang diduga bunuh diri tersebut merupakan kakak beradik. Sang kakak bernama Elviana Parubak (34) dan adiknya bernama Eva Septiany Parubak (28).

Menurut Kepala Polsek Cibeunying Kidul, Kompol Anton Purwantoro, kedua jenazah wanita diduga bunuh diri itu kemudian dibawa ke Rumah Sakit Polri Sartika Asih untuk kepentingan visum et repertum.

"Keduanya mengalami gangguan psikis selama delapan tahun," ucap Anton di lokasi kejadian, Senin (24/7/2017) malam.

Salah seorang saksi, Imas (44), mengenal kakak beradik yang diduga bunuh diri tersebut. Keduanya kerap mengunjungi toko binatu miliknya di lantai dasar Apartemen Gateway, dengan sikap yang ganjil.

"Empat hari ke belakang yang kakaknya datang ke sini curhat macam-macam. Memang kelihatan kayak orang lagi depresi," tutur Imas.

Adapun salah satu saksi yang juga merupakan juru parkir apartemen, Reza Setiawan, mengatakan bahwa peristiwa yang diduga bunuh diri itu terjadi pada Senin sore tadi sekitar pukul 17.00 WIB. Dia pun tak mengetahui penyebab kedua perempuan itu diduga bunuh diri dengan cara melompat dari apartemen.

Reza menjelaskan, kedua perempuan tersebut melompat dalam waktu yang berbeda. "Setelah yang pertama lompat, sekitar lima menit kemudian yang satu lagi lompat," tutur dia.

Sebelum kejadian diduga bunuh diri tersebut, imbuh Reza, kedua perempuan itu sempat diperingatkan untuk tidak nekat melompat. Namun, akhirnya kedua wanita itu melompat dari balkon apartemen.

"Sudah diperingatkan jangan loncat, eh malah loncat," kata dia.

 

 

3 dari 4 halaman

Kesimpulan

Sebuah video yang diklaim peristiwa bunuh diri seorang bos toko di Roxy Mas ternyata tidak benar. Video tersebut bukan kejadian bunuh diri di Roxy Mas, melainkan di Apartemen Gateway, Cicadas, Bandung, Jawa Barat.

Narasi yang disampaikan dalam video tersebut telah dimanipulasi dan tidak sesuai fakta sebenarnya. Konten tersebut masuk kategori Palsu.

 

4 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.