Sukses

Kumpulan Hoaks soal Covid-19 Pekan Ini

Liputan6.com, Jakarta - Pandemi virus corona covid-19 masih terjadi di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri hingga Sabtu (12/9/2020) pagi ada 210.940 kasus dan menewaskan 8.544 orang.

Sayangnya di tengah pandemi virus corona covid-19, masih banyak hoaks yang beredar di masyarakat. Mulai dari penyebab, pencegahan, penyembuhan, hingga vaksin.

Bahkan studi dari American Journal of Tropical Medicine and Hygiene menyebut 800 orang tewas karena hoaks terkait pandemi virus corona covid-19. Usaha untuk mengurangi hoaks terutama soal covid-19 sudah dilakukan pemerintah, WHO, maupun seluruh perusahaan teknologi.

Lalu apa saja hoaks soal covid-19 hingga akhir pekan ini? Berikut beberapa diantaranya:

 

2 dari 7 halaman

1. Cek Fakta: Tidak Benar Gurah Minyak Kayu Putih Bisa Tangkal dan Sembuhkan Covid-19

Beredar di media sosial Facebook dan aplikasi percakapan video cara mengobati dan mencegah covid-19. Video itu ramai dibagikan sejak tengah pekan ini.

Salah satu akun yang mengunggahnya di Facebook adalah akun Almuzzammil Yusuf. Dia mengunggahnya pada Kamis (10/9/2020).

Sejauh ini video tersebut sudah ditonton lebih dari tiga ribu kali dan dibagikan sebanyak 108 kali dan mendapat delapan komentar.

Dalam postingan video tersebut disertai dengan narasi "Terapi Gurah "Covid" dengan Minyak Kayu Putih".

Video berdurasi 3 menit 41 detik itu menunjukkan cara mencegah dan mengobati covid-19. Caranya dengan mengoleskan kayu putih pada tisu lalu dimasukkan hidung.

Cara itu diklaim ampuh untuk mengeluarkan virus corona covid-19. Selain itu cara tersebut juga diklaim bisa mencegah virus corona covid- 19 asal dilakukan dua kali sehari waktu siang dan malam hari.

Lalu benarkah klaim dalam video tersebut yang mengatakan gurah minyak kayu putih bisa menyembuhkan dan mencegah covid-19? Simak artikel berikut ini...

3 dari 7 halaman

2. Cek Fakta: Tidak Benar Foto Peta Penyebaran Covid-19 di Jakarta Berwarna Hitam dan Merah

Sebuah foto yang diklaim peta penyebaran Covid-19 di DKI Jakarta beredar di media sosial. Foto tersebut disebarkan akun Facebook Bayu Tri Sulistyo pada 9 September 2020.

Dalam foto tersebut tampak beberapa daerah berwarna hitam dan merah. Akun Facebook Bayu Tri Sulistyo kemudian menambahkan narasi dalam konten yang diunggahnya.

"BUSET

note: gua dapet ini dari grup WhatsAppuntuk update peta persebaran COVID-19 di Jakarta bisa dicek di link ini:

https://corona.jakarta.go.id/id/peta-persebaran," tulis akun Facebook Bayu Tri Sulistyo.

Foto peta penyebaran Covid-19 di Jakarta yang diunggah akun Facebook Bayu Tri Sulistyo telah 879 kali dibagikan dan mendapat 107 komentar warganet. Benarkah peta zona covid tersebut? Simak dalam artikel berikut ini...

4 dari 7 halaman

3. Cek Fakta: Tidak Benar Berkumur Pakai Air Garam dan Madu Bisa Tangkal Virus Corona Covid-19

Beredar di aplikasi percakapan Whatsapp video cara menghindari terinfeksi virus corona covid-19 dengan berkumur menggunakan air garam dan madu. Video ini ramai dibagikan sejak awal pekan ini.

Dalam video berdurasi 2 menit 7 detik ini terdapat penjelasan yakni mencampur air garam atau oralit sebanyak 200 cc dengan sesendok madu. Campuran air ini diklaim bisa melindungi dari virus corona covid-19 selama 24 jam.

Kemudian air campuran tersebut dikumur-kumur dan diminum. Dia mengklaim cara tersebut bisa membersihkan usus, lambung, rongga kerongkongan, dan hidung bagian dalam.

Lalu benarkah berkumur menggunakan air garam dan madu bisa menangkal virus corona covid-19? Simak artikel berikut ini...

5 dari 7 halaman

4. Cek Fakta: Tidak Benar Video Tes Menahan Napas Bisa Membantu Analisa Covid-19

Beredar di Facebook video untuk menguji adanya virus corona covid-19 atau tidak di tubuh kita melalui tes menahan napas. Video ini ramai dibagikan pada pengguna Facebook di India dan Afrika.

Salah satu yang mengunggahnya adalah akun Idleb Press. Ia memposting video itu pada 2 September lalu.

Video tersebut berdurasi 45 detik. Disertai dengan narasi:

"Uji paru-paru anda ... Covid19 Jika anda bisa menahan napas sejak awal pergerakan titik merah dari A ke B, maka anda tahan terhadap penyakit .... Tes Corona sederhana."

Di Afrika, video tersebut juga viral di pesan berantai Whatsapp. Disertai dengan narasi:

"Jika Anda bisa menahan napas sampai titik merah bergerak dari A ke B, Anda bebas covid-19 saat ini. Tes covid sederhana. Uji Coba Gratis tanpa biaya. Membantu Menyelamatkan Hidup. Tunggu sampai titik merah bergerak ke A sebelum Anda mulai menahan napas."

"Jika Anda mampu menahan napas sampai titik merah yang membutuhkan waktu sekitar 25 detik untuk berpindah dari satu titik ke titik lainnya adalah bukti bahwa paru-paru Anda sehat dan tahan penyakit".

Lalu benarkah tes menahan napas dalam video tersebut bisa membantu menganalisa adanya covid-19 di tubuh? Simak artikel berikut ini...

6 dari 7 halaman

5. Cek Fakta: Tidak Benar Vaksin Sinovac China Membuat Relawan Menjadi Positif Covid-19

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim vaksin Sinovac, China membuat relawan menjadi positif virus corona baru (Covid-19).

Klaim vaksin China membuat relawan menjadi positif tersebut diunggah akun M Wandi Al Fath, pada 11 September 2020.

Unggahan tersebut berupa tangkapan layar judul artikel media online "Waduh! Relawan yang SUdah Disuntik Vaksin China Kini Malah Positif Corona".

Unggahan tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

"Vaksinnya sudah berhasil membuat jadi positif, lanjutkenn".

Benarkah vaksin Sinovac China membuat relawan menjadi positif Covid-19? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com di artikel berikut ini...

7 dari 7 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.