Sukses

Cek Fakta: Foto Anies Baswedan Pakai Kostum Raja Sudah Dimanipulasi

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah foto Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengunakan kostum raja sedang diramai dibicarakan. Disebut-sebut Anies Baswedan sangat berambisi sebagai raja.

Salah satu pengunggah foto Anies Baswedan ingin menjadi raja adalah akun Facebook atas nama Ryan Kerens. Begini narasi yang ada di foto dalam unggahannya:

"Mengaku Keturunan Jogja demi Ambisius Menjadi -- Raja".

Nah, di bawah narasi tersebut ada foto keluarga Anies Baswedan di zaman dahulu. Saat itu, Anies masih kecil berfoto bersama dua orang dewasa.

"Yakin Jawa" begitu narasinya.

Dia pun memberikan narasi berupa tulisan untuk foto tersebut. Berikut narasinya:

"Ketika Ambisi Menguasai Hati Nurani Maka Pencitraan Adalah Jubah Yang Megah Untuk Menggapai Tahta Singgasana

Karena Yang Di Perjuangkan Semakin Tak Bisa Lagi Menjangkau Tujuan Luhur Yang Murni.

Dan Yang Tersisa Di Balik Semua Itu Hanya Hawa Nafsu BESAR Yang Sangat BERBAHAYA

Jadi Jangan Terpedaya Dengan Ucapan B Wedan...

Sampai Sampai LELUHURNYA di HEMPASKAN begitu saja demi MERAIH TAHTA..!! #TYMDSR"

Benarkah Anies Baswedan ingin menjadi raja?

 

2 dari 4 halaman

Penelusuran Foto

Tim Cek Fakta Liputan6.com mencoba menelusuri foto pertama, Anies Baswedan menggunakan foto raja dengan mahkota di atas. Penelusuran dilakukan dengan Google Image.

Foto itu akhirnya diketahui sudah dimanipulasi. Aslinya, foto tersebut merupakan sosok aktor India, Saurabah Raj Jain yang memerankan Dewa Wisnu.

Foto pertama itu bisa dilihat juga di YouTube yang mempublikasikannya pada 28 Mei 2020. Anda bisa mencarinya dengan judul: "Krishnawani whatsapp status ||radhe krishna||mahabharat||gita updesh

Untuk foto kedua, saat Anies Baswedan masih kecil dan berfoto bersama dua orang dewasa. Kedua orang dewasa itu adalah ayahnya yakni Rasyid Baswedan dan kakeknya, Abdurrahman Baswedan. Foto ini dapat dilihat pada Instagram Gubernur Anies, @aniesbaswedan yang diunggah pada 12 November 2017 lalu.

Tim Cek Fakta Liputan6.com juga diarahkan ke sebuah artikel Liputan6.com pada 8 November 2018. Artikel itu berjudul: 'Mengenal AR Baswedan, Kakek Gubernur Anies Bergelar Pahlawan Nasional'.

Artikel itu menjelaskan tentang Presiden Joko widodo atau Jokowi memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada Abdurrahman Baswedan atau AR Baswedan, yang merupakan kakek dari Anies Baswedan.

AR Baswedan merupakan pejuang kemerdekaan, diplomat, dan sastrawan Indonesia. Dia lahir di Surabaya, 9 September 1908, dan merupakan peranakan Arab yang kala itu masuk dan golongan Timur Asing.

Dia merupakan anggota Badan Penyelidik Usaha dan Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Pernah menjabat Wakil Menteri Muda Penerangan RI Kabinet Sjahrir, Anggota Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP-KNIP), anggota Parlemen, serta anggota Dewan Konstituante.

Isu ini berkembang setelah Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengaku berasal dari suku Jawa, bukan Arab. Pernyataan itu dibuat Anies Baswedan pada Kamis, 16 Juli 2020.

"Saya hari ini bersama Mas Anies. Njenengan iki (Anda ini) Arab apa Jawa sih mas?" tanya Gus Miftah yang memakai blangkon hitam berstrip hijau.

Kemudian, Anies Baswedan, seperti dikutip dari wartaekonomi.co.id memberikan jawabannya kepada Kiai dari Yogyakarta tersebut. "Wong Yogjo (Orang Yogya) senengane gudeg (hobinya makan gudeg)," jawab Anies dengan logat Jawa Jogja yang kental.

"Banyak orang bertanya apakah Mas Anies amaliahnya sama kayak Gus Miftah? Beliau itu ahlussunnah tulen. Amaliahnya juga ahlussunah, orang ijo (hijau) seperti kita," kata pengasuh Pondok Pasantren Ora Aji, Kalasan, Sleman, Yogyakarta ini.

 

 

3 dari 4 halaman

Kesimpulan

Foto Gubernur Anies Baswedan dengan narasi “MENGAKU KETURUNAN JOGJA DEMI AMBISIUS MENJADI RAJA” bisa dibilang telah dimanipulasi. Faktanya, Anies Baswedan mengaku orang jawa saat berbincang dengan Gus Miftah, 16 Juli lalu.

4 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.