Sukses

Cek Fakta: Dokter Israel Diklaim Bantu China Tangani Wabah Corona, Ini Faktanya

Liputan6.com, Jakarta - Pada 4 Februari 2019, akun Facebook bernama Octovia Lydia Chevais mengunggah tujuh foto pada 4 Februari 2020, yang mengaitkan wabah Virus Corona (2019-nCoV) dengan andil Israel.

Ia juga menambahkan narasi dalam unggahannya itu. Berikut isinya:

"Dokter Israel bantu RRC ttg wabah virus corona 427 orang dengan percobaan vaksin produk dr Israel dinyatakan sembuh Puji Tuhan. Kerjasama Dr.Israel dan Dr.China ada solusi mengentaskan wabah berbahaya."

Hingga kali pertama dipublikasikan di Facebook, unggahan tersebut telah dibagikan sebanyak 2.300 kali.

Foto serupa juga diunggah akun Facebook bernama Angelia Dian Putri pada 4 Februari 2020.

"Dokter Israel bantu RRC ttg wabah virus corona 427 orang dengan percobaan vaksin produk dr Israel dinyatakan sembuh Puji Tuhan. Kerjasama Dr.Israel dan Dr.China ada solusi mengentaskan wabah berbahaya," demikian narasi yang menyertai unggahan tersebut.

Benarkah klaim tersebut? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com berikut ini:

2 dari 4 halaman

Penelusuran Fakta

Untuk menelusuri kebenaran klaim tersebut, Cek Fakta Liputan6.com mengecek salah satu foto yang diunggah kedua akun Facebook tersebut. Penelusuran menggunakan Google Reverse Images mengarah ke situs milik The Israel Defense Force (www.idf.il). Foto dua paramedis, pria dan wanita, yang sedang menangani bayi terpampang di sana.

Keterangan foto dalam artikel berjudul 5 Ways the IDF Keeps Soldiers and Civilians Healthy, yang dipublikasikan pada 7 April 2014, sama sekali tak berkaitan dengan Virus Corona, khususnya 2019-nCoV yang sedang mewabah saat ini.

"IDF doctors treat patients in the Philippines field hospital," demikian keterangan foto itu.

Cek Fakta: Dokter Israel Diklaim Bantu China Tangani Wabah Corona, Ini Faktanya (www.idf.il)

 

Disebutkan, gambar tersebut mengabadikan para dokter IDF merawat pasien di rumah sakit lapangan di Filipina. 

Foto yang sama juga ada dalam artikel berjudul, Masters of disaster, IDF field hospital may be recognized as world’s best yang dimuat timesofisrael.com pada 18 Oktober 2016.

Dalam keterangan foto disebutkan delegasi medis Israel merawat korban Topan Haiyan di Filipina pada 20 November 2013.

Sementara, penelusuran foto kedua, yang menunjukkan sejumlah orang berbaju loreng berada di belakang pesawat mengarah pada artikel berjudul, Medical aid team of Army Medical University leaves for Wuhan yang dimuat xinhuanet.com pada 25 Januari 2020.

 

Cek Fakta: Dokter Israel Diklaim Bantu China Tangani Wabah Corona, Ini Faktanya (Xinhua)

 

"Photo taken on Jan. 24, 2020 shows a medical aid team of Army Medical University leaving for Wuhan in southwest China's Chongqing. On the Chinese Lunar New Year's Eve, a group of 150 medical workers from the Army Medical University left for Wuhan, the center of the novel coronavirus (2019-nCoV) outbreak, to provide medical aid. (Xinhua)," demikian penjelasan foto tersebut.

Gambar itu sama sekali tak ada kaitan dengan Israel, melainkan tim bantuan medis Army Medical University yang akan bertolak menuju Wuhan, pusat wabah 2019-nCoV.

Sementara, foto paramedis yang mengenakan pakaian pelindung, sedang menangani pasien juga tak ada kaitan dengan negeri zionis. Hasil penelusuran mengarah ke artikel berjudul, Coronavirus: are cocktail therapies for flu and HIV the magic cure? Bangkok and Hangzhou hospitals put combination remedies to the test yang dimuat situs South China Morning Post pada 4 Februari 2020. 

 

Cek Fakta: Dokter Israel Diklaim Bantu China Tangani Wabah Corona, Ini Faktanya (SCMP.com)

Artikel tersebut membahas tentang Arbidol, obat antivirus untuk merawat pasien influenza di China and Russia, bisa dikombinasikan dengan obat anti-HIV Darunavir untuk merawat pasien Virus Corona nCoV.

Sementara, rumah sakit di Thailand menggunakan kombinasi anti-flu Oseltamivir dan obat HIV Lopinavir dan Ritonavi untuk menangani pasien penyakit serupa. Keberhasilan dilaporkan dari upaya itu.

Nama 'Israel' sama sekali tak disebut dalam artikel itu.  

Akun Facebook Octovia Lydia Chevais bahkan memajang foto Dr Ali Mohamed Zaki, seorang ahli virus berkebangsaan Mesir penemu MERS.

 

Cara Termudah Verifikasi Berita

Selain menelusuri foto, ada cara yang paling cepat dan relatif mudah untuk memverifikasi informasi. Yakni dengan memasukkan kata kunci ke mesin pencarian. 

Hasil penelusuran dengan kata kunci 'israel, coronavirus, wuhan' sama sekali tak  mengarah pada bukti yang menguatkan klaim tersebut. 

 

3 dari 4 halaman

Kesimpulan Klaim

Klaim dalam unggahan akun Facebook bernama Octovia Lydia Chevais dan Angelia Dian Putri sama sekali tidak didukung bukti sahih.

Foto-foto yang mereka gunakan terbukti mengabadikan peristiwa lain yang sama sekali tak ada kaitannya dengan klaim bahwa Israel bantu China atasi wabah Virus Corona atau soal keberhasilan vaksi produksi negeri zionis. 

4 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Loading
Artikel Selanjutnya
Pemerintah Xinjiang Pastikan Kamp Muslim Uighur Tak Sebarkan Virus Corona
Artikel Selanjutnya
China Mulai Bahas Larangan Penuh Perdagangan Satwa Liar Penyebab Virus Corona