Selain latihan teknik, Keanu juga dibiasakan menjalani kehidupan disiplin. Ia mengaku mendapat pembelajaran mengenai kemandirian, termasuk mengurus keperluan pribadi di asrama dan menjaga pola makan.
"Saya juga tidak terlalu banyak bermain handphone supaya bisa tetap fokus. Paling pegang handphone kalau telepon orang tua saja. Saya siap menghadapi pertandingan selanjutnya hingga sampai final," ujarnya.
Empat Kali Ikut Audisi, Farnas Belum Menyerah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346413/original/042922600_1789135471-Foto_4__39_-Farnas.jpg)
Semangat pantang menyerah juga diperlihatkan Farnas Rozan Iraqee. Pebulutangkis KU-12 asal Sampang, Madura, Jawa Timur, itu sudah empat kali mengikuti Audisi Umum PB Djarum sejak 2023.
Kegigihan Farnas akhirnya kembali mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan di Tahap Turnamen 2026. Menghadapi Dimas Purnama Putra dari Jepara, Jawa Tengah, Farnas tampil dominan dan menang telak 21-9, 21-6.
"Aku mau masuk PB Djarum supaya bisa berprestasi dan membanggakan orang tua. Sebagai persiapan audisi, aku fokus latihan selama seminggu," tutur Farnas.
Ia mengaku dukungan orang tua membuatnya semakin termotivasi untuk memanfaatkan kesempatan yang ada. Tahun ini menjadi momentum bagi Farnas untuk tampil lebih berani di tengah ketatnya persaingan.
"Orang tua saya bilang harus semangat dan memaksimalkan kesempatan audisi terakhir ini untuk masuk karantina PB Djarum. Meski persaingannya ketat, tahun ini harus berani, harus bisa menang," katanya.
Farnas juga menyebut Zaki Ubaidillah sebagai salah satu pemain yang menginspirasi gaya permainannya.
Super Tiket Bukan Akhir Perjuangan
Koordinator Atlet Putra Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum 2026, Leonard Holvy de Pauw, mengingatkan para peserta yang berhasil meraih kemenangan agar tidak cepat berpuas diri.
Pasalnya, perjuangan untuk menjadi bagian dari PB Djarum masih panjang. Tahap Turnamen masih berlangsung hingga Sabtu (12/9), yang sekaligus menjadi hari terakhir untuk menentukan peserta yang berhak mendapatkan Super Tiket dan melanjutkan perjalanan ke tahap karantina.
Untuk sektor putra, Super Tiket melalui jalur prestasi diberikan kepada peserta yang mampu menembus babak semifinal. Sementara di sektor putri, tiket tersebut diberikan kepada pebulutangkis yang berhasil mencapai final.
Peluang juga tetap terbuka bagi peserta yang belum memenuhi jalur tersebut. Tim Pencari Bakat dapat memberikan Super Tiket Pilihan kepada atlet yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan, meski gagal menembus semifinal atau final.
Namun, Super Tiket bukanlah garis akhir. Para penerima tiket akan menjalani karantina selama empat pekan di asrama PB Djarum.
Pada fase tersebut, mereka akan merasakan langsung kehidupan sebagai atlet PB Djarum sekaligus menjalani penilaian dari berbagai aspek, mulai dari kedisiplinan, teknik, hingga karakter.
"Penilaian sebenarnya ada pada saat karantina. Di sana kami bisa melihat kebiasaan mereka yang sebenarnya. Bagaimana mereka hidup di asrama, disiplin, makan dan mengatur waktu istirahat," jelas Holvy.
Menurut dia, masa karantina menjadi fase penting untuk melihat kesiapan seorang atlet untuk dibina dalam jangka panjang.
"Tugas kami bukan hanya meningkatkan kemampuan bermain, tetapi juga membentuk karakter dan integritas," tegasnya.
Dengan demikian, perebutan Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 bukan sekadar persaingan untuk menjadi pemenang di lapangan. Para pebulutangkis muda juga dituntut menunjukkan sikap, kedisiplinan, mental bertanding, dan kesiapan menjalani kehidupan sebagai atlet profesional.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3033320/original/056331500_1580109526-20200127-Ekspresi-Peserta-Tes-CPNS-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346278/original/098863900_1789119476-Cek_Fakta_Ustaz_Adi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346032/original/030931700_1789106579-FALSE.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346108/original/077588800_1789110397-cek_fakta_cpns_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346405/original/018698600_1789134157-Foto_1__50_-Keanu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346407/original/065215400_1789134579-WhatsApp_Image_2026-09-11_at_8.17.12_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343729/original/089297500_1788876170-ChatGPT_Image_8_Sep_2026__20.55.32.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345099/original/099922200_1789018436-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_8.12.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344539/original/028876300_1788949127-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_15.29.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343987/original/026376000_1788929980-toraja_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343928/original/029365100_1788925942-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_09.14.10.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340277/original/096438600_1788499326-ChatGPT_Image_4_Sep_2026__12.19.35.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343054/original/075440100_1788842362-WhatsApp_Image_2026-09-08_at_11.15.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342609/original/043600500_1788780135-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342572/original/072108600_1788776192-WhatsApp_Image_2026-09-05_at_8.00.42_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344735/original/038684200_1788991237-Foto_1.jpg)