Timnas Soft Tennis Indonesia Bidik 3 Medali di Asian Games 2026

Timnas Soft Tennis Indonesia akan menurunkan tujuh atlet pada ajang Asian Games 2026. Mereka menargetkan perak dan perunggu.

OlehThomas
Diterbitkan 11 Agustus 2026, 15:51 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Hasil itu tidak hanya menjadi tambahan pengalaman bagi para atlet. Tim pelatih juga mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai kekuatan calon lawan di Asian Games 2026. Jepang, Korea Selatan, dan China Taipei masih menjadi kekuatan utama dalam persaingan soft tennis Asia.

"Dari try out di Korea, kami sudah mendapatkan gambaran calon lawan yang akan dihadapi di Asian Games. Jepang, Korea, dan China Taipei masih menjadi negara yang cukup dominan di cabang soft tennis," ujar Ferly.

Turunkan 7 Atlet, Bidik 3 Medali

Untuk Asian Games Nagoya 2026, Indonesia akan menurunkan tujuh atlet, terdiri dari lima putra dan dua putri. Mereka akan berjuang di lima nomor pertandingan, yakni tunggal putra, ganda putra, tunggal putri, ganda putri, serta ganda campuran.

Indonesia pun telah menetapkan target tiga medali, yakni dua perak dan satu perunggu. Target tersebut dibidik melalui nomor beregu putra, ganda campuran, dan tunggal putri.

Salah satu andalan Indonesia, Tio Juliandi Hutauruk, akan tampil di nomor tunggal putra dan beregu. Atlet asal Jawa Barat itu menyebut seluruh persiapan telah dilakukan secara maksimal.

"Persiapan Asian Games ini sudah kami lakukan dengan matang. Latihan juga kami maksimalkan dan kebutuhan selama pelatnas cukup. Karena sudah tidak ada turnamen lagi, sekarang kami fokus memaksimalkan latihan," ujar Tio.

Tio memilih tidak memberikan beban berlebihan kepada dirinya dengan menetapkan target pribadi. Baginya, fokus utama adalah tampil maksimal saat mengenakan seragam Merah Putih.

"Sebagai atlet tentu kami ingin memberikan hasil yang terbaik untuk Asian Games ini. Apa pun hasilnya, perunggu, perak, atau emas, yang terpenting kami bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia," katanya.

Waspadai Jepang, Korea Selatan, dan China Taipei

Optimisme juga diusung Allif Nafiiah. Atlet asal Jawa Tengah itu akan memperkuat Indonesia di nomor tunggal putri dan ganda campuran.

Allif menyadari persaingan di Asian Games tidak akan mudah. Berdasarkan pengalamannya di berbagai turnamen internasional, Jepang, Korea Selatan, dan China Taipei masih berada di level teratas.

"Kalau melihat persaingan internasional, terutama Jepang, Korea dan China Taipei, memang kami masih cukup jauh. Tetapi kami tetap optimistis dengan kemampuan yang kami miliki," tutur Allif.

Menurut Allif, dukungan pemerintah, pelatih, manajer dan federasi menjadi modal penting bagi tim untuk terus berkembang.

"Dengan fasilitas yang diberikan negara serta dukungan dari pelatih, manajer, dan ketua, kami optimistis bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia di Nagoya, Jepang," ujarnya.

Selain persiapan teknik, faktor aklimatisasi juga menjadi perhatian. Kondisi cuaca dan karakter lapangan di Jepang dinilai dapat memengaruhi permainan, termasuk pantulan bola.

"Suhu di sana lebih sejuk dibandingkan Jakarta dan itu bisa memengaruhi pantulan bola. Kami juga pernah menjalani training camp di Jepang, jadi sudah memiliki sedikit gambaran mengenai kondisi di sana," kata Allif.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan