Anggar Indonesia Kolaborasi dengan Korea Demi Tingkatkan Prestasi

Pembinaan anggar akan diperkuat agar atlet Indonesia bisa meraih prestasi internasional.

OlehThomas
Diterbitkan 14 Juni 2026, 07:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Menurut Agus, salah satu tantangan yang masih dihadapi adalah pemerataan pengetahuan dan pembinaan olahraga anggar di daerah. Karena itu, ia berharap para mantan atlet nasional dapat berperan sebagai pelatih maupun mentor bagi atlet muda.

"Justru di daerah banyak potensi. Yang diperlukan adalah sosialisasi dan penyebaran keilmuan anggar sehingga atlet-atlet muda mendapatkan kesempatan berkembang," ujarnya.

Untuk mengatasi keterbatasan pelatih profesional, PB IKASI juga berencana memperluas kerja sama internasional, termasuk dengan Korea Selatan.

"Pelatih masih kurang. Ke depan akan ada kerja sama dengan luar negeri, termasuk Korea, untuk meningkatkan kapasitas atlet dan pelatih melalui program pelatihan," kata Agus.

Popularitas Anggar Perlu Ditingkatkan

Sekretaris Jenderal PB IKASI Mohamad Hekal menyatakan seluruh jajaran pengurus siap mendukung agenda besar organisasi dalam meningkatkan prestasi sekaligus memperkuat industri anggar nasional.

Menurut Hekal, peningkatan popularitas olahraga anggar menjadi faktor penting untuk menarik lebih banyak generasi muda, khususnya Generasi Z, agar mengenal dan menekuni cabang olahraga tersebut.

"Kita perlu meningkatkan awareness dan menggairahkan anggar di kalangan generasi Z. Jika popularitasnya meningkat, industri merchandising akan berkembang dan peminat baru akan bermunculan, yang pada akhirnya melahirkan prestasi-prestasi baru," ujarnya.

Ia berharap berbagai persoalan internal yang sempat menghambat perkembangan organisasi dapat diselesaikan sehingga fokus pembinaan atlet dapat berjalan lebih optimal.

Sementara itu, Wakil Ketua I PB IKASI M. Nasir menilai Aceh dapat menjadi contoh keberhasilan pembinaan olahraga anggar di daerah. Pada Pekan Olahraga Nasional (PON) terakhir, Aceh berhasil tampil sebagai juara umum cabang olahraga anggar.

Menurut Nasir, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kuatnya ekosistem pembinaan yang telah dibangun. Dari 23 kabupaten/kota di Aceh, sebanyak 17 daerah telah aktif melakukan pembinaan anggar.

Bahkan setelah pelaksanaan PON, Aceh kini memiliki gedung khusus anggar yang menjadi pusat latihan atlet muda setiap hari.

"Kita punya ekosistem anggar yang berkembang. Sehari bisa sampai 100 anak dan remaja berlatih di gedung anggar. Ini menjadi modal penting untuk menjaga regenerasi atlet," katanya.

Nasir berharap kepengurusan baru PB IKASI mampu menyelesaikan berbagai dinamika organisasi sehingga atlet-atlet hasil pembinaan daerah memiliki kesempatan lebih besar untuk tampil di ajang internasional.

"Cita-cita atlet setelah PON adalah SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade. Itu yang harus kita buka jalannya bersama," ujar Nasir.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan