Piala Dunia 2026 Jadi Ajang Unjuk Ketangguhan Para Pemain Veteran

Sejumlah pemain yang memasuki usia 40 tahun atau lebih masih mampu bersaing dan menjadi andalan tim nasional mereka di Piala Dunia 2026.

Diterbitkan 09 Juni 2026, 21:58 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Ada rasa sakit di mana-mana pada pagi hari. Namun, itu seperti cara tubuh memberi tahu kondisi yang harus dijaga agar tetap prima," ungkapnya.

Untuk menjaga kebugaran, Dzeko kini memberikan perhatian besar pada proses pemulihan, latihan peregangan, serta pengaturan intensitas latihan. Ia juga lebih disiplin dalam menjaga kondisi setelah sesi latihan berakhir.

Perubahan lainnya terlihat dalam cara bermain. Dzeko kini mengandalkan pengalaman, kecerdasan membaca situasi, dan kemampuan mencari posisi terbaik ketimbang mengandalkan kecepatan seperti ketika masih muda.

Ronaldo dan Modric Masih Menjadi Tolok Ukur

Ronaldo tetap menjadi contoh paling menonjol soal menjaga kebugaran di usia yang tidak lagi muda. Kapten Portugal tersebut terus menjalani program latihan yang disiplin demi mempertahankan level performanya.

"Tubuh saya terasa baik. Saya ingin terus mencetak gol dan membantu tim. Ini adalah hidup saya," kata Ronaldo.

Pelatih Portugal, Roberto Martinez, menilai keberhasilan Ronaldo bertahan di level tertinggi tidak lepas dari mentalitas luar biasanya. Menurutnya, sang pemain selalu berusaha menemukan cara untuk berkembang setiap hari.

Di sisi lain, Modric juga masih mampu bersaing setelah melanjutkan karier bersama AC Milan usai meninggalkan Real Madrid. Direktur performa Real Madrid, Antonio Pintus, menyebut profesionalisme dan komitmen tinggi sebagai faktor utama yang membuat gelandang Kroasia itu tetap kompetitif.

Pengaruh Besar Kemajuan Ilmu Olahraga

Kemajuan teknologi dan ilmu olahraga turut berkontribusi terhadap meningkatnya usia karier para pemain profesional. Program latihan, pola makan, metode pemulihan, hingga pemantauan kondisi fisik kini berkembang jauh lebih pesat dibanding era sebelumnya.

Peneliti olahraga asal Portugal, Luis Branquinho, menjelaskan bahwa performa fisik terbaik seorang pemain umumnya berada pada pertengahan usia 20-an. Setelah itu, kemampuan seperti kecepatan dan daya ledak biasanya mulai mengalami penurunan.

Meski demikian, para pemain elite mampu menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut. Adaptasi dalam posisi bermain, pengelolaan energi, dan metode latihan yang tepat membuat mereka tetap mampu tampil di level tertinggi meski faktor usia terus bertambah.

Bisakah Generasi Berikutnya Mengulanginya?

Banyak pengamat menilai Ronaldo, Modric, dan Dzeko merupakan sosok yang sangat istimewa. Kombinasi antara faktor genetika, kedisiplinan, pengalaman, dan motivasi tinggi membuat mereka mampu bertahan lebih lama dibanding kebanyakan pemain lainnya.

Di sisi lain, sejumlah pihak menyoroti padatnya jadwal pertandingan sepak bola modern. Organisasi pemain profesional bahkan menilai kalender kompetisi yang semakin sibuk berpotensi membuat usia karier pemain masa depan menjadi lebih pendek.

Menariknya, ketiga pemain veteran tersebut sama-sama mengemban status sebagai kapten tim nasional. Pengalaman, kepemimpinan, serta pengaruh mereka di ruang ganti menjadi nilai penting yang tidak bisa diukur hanya dari aspek fisik semata.

Ketika Bosnia dan Herzegovina memulai kiprahnya di Piala Dunia 2026, Dzeko memiliki peluang menorehkan catatan bersejarah sebagai pemain lapangan kedua yang tampil di turnamen tersebut setelah melewati usia 40 tahun. Bersama Ronaldo dan Modric, ia menunjukkan bahwa usia tidak selalu menjadi batas untuk tetap bersaing di panggung terbesar sepak bola dunia.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Ari Rachman PrayogaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan